* Ajak Hindari Penggunaan Program Bajakan
KOMUNITAS Pencinta Linux Indonesia mengajak pengguna teknologi komputer untuk mau jujur diri. Hal itu diaplikasikan dengan tidak mempergunakan perangkat lunak (software) komputer bajakan.

Sebab, selama ini para user dominan terindikasi mempergunakan program bajakan. Sementara, sesuai ketentuan berlaku terkait hak kekayaan intelektual/Haki (Intellectual Property Right), baik tentang Hak cipta du UU No19/2002, Paten UU No14/2001, Trademark UU No15/2001, Trade Secret UU No30/2000 dan Desain Industri sesuai UU No31/2000, hal itu dikategorikan sebagai pelanggaran.
Untuk itu, kalangan pencinta Linux di kota Rantauprapat menghimbau kepada para masyarakat teknologi agar menghindari hal itu sedini mungkin.
“Jalan satu-satunya mempergunakan program Linux. Karena, bersifat gratis. Bebas digunakan. Bebas dipelajari. Bebas disalin dengan atau tanpa modifikasi. Bahkan bebas menjualnya,” ujar Ketua KPLI Rantauprapat Denny Charter yang didampingi Wakil Ketua Acen Susanto, sekretaris Zulkifli Akbar, Sabtu (15/3) di acara Seminar dan Workshop Komunitas Pecinta Linux Indonesia (KPLI) di gedung PKK Rantauprapat.
Maka, lanjut Denny, meski sebagai free software, Linux juga memiliki padanan aplikasi yang tidak kalah bermutunya dengan sistem operasi populer brebayar lainnya.
Karena, Linux sangat inovatif. Sebab, ungkpanya, pada perkembangannya berdasarkan atas survey. “Selain itu mampu menyetir pasar dan melihat kelemahan pasar. Bahkan didukung aliansi produser besar. Serta, selalau menemukan kelemahan LINUX dan menawarkan solusinya. Dokumentasi lengkap. Range Pasar segala segment dan protocol dianggap lebih lengkap dengan kehadiran Netbeui.
Sementara itu, Zulkifli Akbar didepan para peserta seminar menambahkan, secara teknis dan singkat dapat dikatakan suatu sistem operasi yang bersifat multiuser dan multitasking dapat berjalan diberbagai platform. Termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Sementara, posisi LINUX berada pada posisi yang dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi lainnya, seperti Apple, Microsoft dan Novell.
“Linux pada awalnya dibuat oleh mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Saat ini, Linux adalah sistem yang sangat lengkap. Bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software, dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Sekarang, LINUX sebagai sistem operasi alternatif yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial,” bebernya.
Bagaimana tidak, akunya, karena karnel Linux dikembangkan dengan usaha yang independen, banyak aplikasi yang tersedia.
Konon, ungkapnya, kebebasan mempergunakan LINUX telah memungkinkan para vendor perangkat keras membuat driver untuk divais tertentu tanpa harus mendapatkan lisensi source code yang mahal. Dan itu, telah memberi kemungkinan bagi para mahasiswa ilmu komputer di seluruh dunia untuk melihat ke dalam suatu sistem operasi Linux yang ternyata kemudian mampu dan bersedia menyumbangkan kemapuannya untuk pengembangan aplikasi Linux. Tak heran, kata Zulkifli, Linux kini memiliki berbagai Distribusi Linux (Distro).
“Melalui seminar ini, diharapkan masyarakat lebih mengenal eksistensi aplikasi Linux. Dan, mengerti akan sistem yang dapat meningkatkan rasa kejujuran para pengguna komputer. Sebab, dengan memakai Linux yang tanpa bayar dan tidak melakukan pelanggaran ketentuan yang ada, para user akan lebih aman dalam memanfaatkan komputer. Semoga, ke depan menjadikan acara ini sebagai projek yang mampu merangsang penggunaan Linux di Rantauprapat,” papar Denny yang diamini lainnya.
Sedangkan, untuk sekarang, tuturnya, pengguna program Linux di Rantauprapat dinilai masih kecil. Tapi, ke depan diharap akan mampu meningkat menjadi sedikitnya 30 persen dari jumlah pengguna komputer yang ada.
DIarsipkan di bawah: Koleksi Berita





























