Ketua DPRD Labuhanbatu Jadi Tersangka Universitas “Illegal”

Polres Labuhanbatu menetapkan Ketua DPRD Labuhanbatu Drs H Abdul Roni Harahap sebagai tersangka kasus Universitas Al-Washliyah Labuhanbatu yang diduga “illegal”.
Politikus asal PPP Labuhanbatu ini ditengarai terlibat dalam kasus pendirian universitas dimaksud yang disinyalir belum memperoleh ijin dari Mendiknas, Dirjen Dikti dan Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh, dan disebut merugikan sekitar 800 mahasiswa.
Pada universitas tersebut, Roni disebut menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) dan Ketua Yayasan Al-Washliyah Labuhanbatu. Universitas ini dituding belum mendapatkan izin sebagai universitas dimana Sekolah Tinggi Al-Washliyah Indonesia (STAI) Labuhanbatu memohon ijin ke Mendiknas agar dijadikan universitas. Namun belum memperoleh legalitas, Universitas Al-Washliyah sudah menerima mahasiswa untuk fakultas yang disediakan dalam kurun 4 tahun belakangan.
“Kita sudah layangkan surat ke Gubsu untuk memberi izin pemeriksaan terhadap beliau (Roni). Dalam surat tersebut kita tetapkan dua status secara bersamaan kepadanya, yaitu sebagai tersangka dan saksi,” jelas Kapolres Labuhanbatu AKBP Tagam Sinaga kepada wartawan, Sabtu.
Namun, lanjut Tagam, hingga Sabtu pihaknya belum mendapat balasan dari Gubsu terkait surat tersebut. Sehingga Polres belum bisa melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan. “Jika Gubsu telah memberikan ijin, kita akan langsung melakukan pemeriksaan. Tapi soal status, yang jelas dia sebagai saksi dan tersangka,” tukas Tagam.
Dijelaskannya, Roni bisa dikenakan pasal penipuan dengan nilai kerugian mencapai Rp5 miliar hingga Rp6 miliar. Selain itu, tindakan mendirikan universitas tanpa izin dinyatakan menyalahi ketentuan pasal 71 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
“Ada sekitar 800 mahasiswa yang terlanjur telah diterima di universitas tersebut. Jika dikalkulasikan, kerugian yang dialami seluruh mahasiswa itu mencapai Rp5 miliar hingga Rp6 miliar,” ungkap Kapolres.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Mara Junjung Siregar menambahkan, permohonan terhadap pemeriksaan Roni sebagai saksi dan tersangka tersebut telah dilayangkan beberapa waktu lalu. “Itu tidak terkait dengan jabatannya sebagai Ketua DPRD Labuhanbatu, tapi terkait dengan jabatannya sebagai Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas Al-Washliyah Labuhanbatu dan Ketua Yayasan Al-Washliyah Labuhanbatu,” tegas Junjung.
Selain Roni, lanjutnya, pihak Polres juga telah menetapkan 12 tersangka lain dalam kasus ini. Mereka terdiri dari pejabat-pejabat teras di universitas tersebut dan yang duduk di Badan Pengurus Harian (BPH). Namun, Junjung belum membeber nama-nama 12 tersangka dimaksud. “Yang jelas, ada 12 orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Mereka merupakan orang-orang yang duduk di rektorat dan BPH Universitas Al-Washliyah Labuhanbatu,” pungkasnya.
Akan tetapi, hingga Senin (7/4), Abdul Roni Harahap belum bisa dikonfirmasi. Nomor HPnya yang dihubungi berkali-kali, tidak aktif.
Sekadar mengingatkan, tanggal 19 Februari 2008 lalu, mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Universitas Al-washliyah (FMUA) mengadukan pihak rektorat lembaga pendidikan PT tersebut ke Polres Labuhanbatu. Laporan pengaduan itu dimuat dalam surat laporan bernomor: Pol:LP/197/II/2007.LB/19/2008 dan Surat Tanda Bukti Penerimaan Laporan (STBPL) Nomor: Pol/ STBPL/ 157/ II/ 2008/ SPK-C tertanggal 19 Februari 2008. Yang diadukan adalah Rektor Universitas Al-Washliyah Bukhari IS dan kawan-kawan yang selama ini menduduki jabatan rektorat.
Menurut mahasiswa yang sudah berkali-kali melakukan unjukrasa ke DPRD dan Pemkab Labuhanbatu, mereka sempat ditawarkan pihak universitas untuk ditransfer ke Universitas Islam Labuhanbatu (Unisla). Namun sebagian mahasiswa menolak, karena tidak semua jurusan yang mereka tempuh di Universitas Al-Washliyah tersedia di Unisla. Misalnya, Fakultas Hukum. Sebahagian dari mereka yang duduk di semester V dan VII sudah ditransfer ke Unisla. (S25/d/SIB)

About these ads

3 Tanggapan

  1. usut juga kampus-kampus jauh di rantauprapat AMIK STIEKOM SUMUT, AMIK Intelkom, bikin resah, penipuan, dan pembodohan.

  2. […] Al Washliyah Labuhanbatu. Ini terlihat dari pengaduan oknum tersebut yang sangat bermuatan politis. Ditambah lagi penuturan salah satu pimpinan salah satu kampus di Rantauprapat, ini menguatkan […]

  3. […] Al Washliyah Labuhanbatu. Ini terlihat dari pengaduan oknum tersebut yang sangat bermuatan politis. Ditambah lagi penuturan salah satu pimpinan salah satu kampus di Rantauprapat, ini menguatkan […]

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: