MELONGOK PARTAI GOLKAR LABUHANBATU

BERINGIN DIHEMPAS ANGIN PILGUBSU

Sebelumnya, kondisi Partai Golkar (PG) Labuhanbatu merupakan wadah berlindung bagi para kader organisasi yang mendirikan (kino) dan organisasi yang didirikan (underbouw) ataupun sebagai tempat bernaung bagi kader organisasi sayap dan pendukungnya. Konsolidan di sana sangat akrab. Terlebih lagi, ketika partai berlambang pohon beringin itu dibawah kepemimpinan HT Milwan, yang digadang-gadang sebagai ‘kuda hitam’ pada musda Partai itu sebelumnya.

Tapi, itu cerita lalu. Kini, setelah ‘angin’ Pilgubsu kian kencang berhembus, suhu udara di Sumut dan khususnya di Labuhanbatu, bukannya malah ‘sejuk’. Justru, untuk Labuhanbatu, angin yang berhembus sepoi-sepoi di sana, hanya hembusan bayu yang kering.

Pasalnya, HT Milwan yang juga masih menjabat sebagai Bupati Labuhanbatu itu, seperti banyaknya pemberitaan di media massa, memiliki niat untuk ‘bertarung’ di pesta demokrasi Sumut mendatang, mencalonkan diri sebagai Cagubsu. Akibatnya, sosok Milwan eks perwira di kemiliteran itu mencuatkan kontroversi di tubuh PG Labuhanbatu.

Sebab, tidak sedikit kader-kader PG Labuhanbatu yang secara nurani turut terpanggil untuk turut mendukungnya maju meraih kursi Sumut 1 itu. Akan tetapi, aturan ternyata kurang berpihak kepadanya. Hal itu terbukti dengan keputusan PG Sumut yang memutuskan HM Ali Umri ketua DPD PG Sumut untuk maju sebagai calon tunggalnya di Pilgubsu mendatang. Akibatnya, kans Milwan untuk mencalonkan diri dari partai itu, akhirnya kandas.

Namun, bukan Milwan namanya, yang bila telah memiliki niatan tulus untuk memajukan Sumut, beribu ‘anak pedang’ takkan menyurutkan semangat ‘tempurnya’.

Bermodal desakan nuraninya membangun Sumut ke depan, ‘perahu demi perahu’ coba di liriknya sebagai kenderaan politiknya menuju terminal Sumut 1.

Akibatnya, Milwan ikhlas ataupun tidak, akhirnya menerima sanksi keras dari parpol tempatnya bernaung. Melalui Skep No153/PGSU/2007 lalu, didasari kurang mematuhi kebijakan Partai yang sejatinya mesti mendukung HM Ali Umri pada Pilgubsu mendatang, akhirnya dipecat dari posisinya sebagai ketua partai itu di Labuhanbatu.

Terlepas dari intrik-intrik politik lainnya yang menggurita di dalamnya, tanpa disadari, bahkan mungkin oleh Milwan sendiri, keputusan PG Sumut itu, ternyata membawa kabar angin yang kurang baik di tubuh PG Labuhanbatu.

Dikabarkan, jauh-jauh hari sebelumnya, pengurus PG Labuhanbatu ternyata telah siap untuk mendukung Milwan menjadi Cagubsu. Itu pra terpilihnya HM Ali Umri sebagai Cagubsu partai itu. Namun, niat para sebahagian kader partai itu di sana, ternyata masih keukeuh untuk itu. Serta, pasca keluarnya Skep No153 dan Skep No58 dari PG Sumut yang melakukan pengukuhan kepengurusan PG Labuhanbatu periode masa bakti 2004-2009, yang dilaksanakan barusan di kantor PG Labuhanbatu di kawasan jalan A Yani Rantauprapat, juga membawa banyaknya terjadi reshufle kepengurusan partai itu di sana.

Tragisnya, eks ketua DPD PG Sumut HM Ali Umri, pada kesempatan itu melontarkan statement-statement yang mengindikasikan adanya dugaan ‘keretakan’ di tubuh PG Labuhanbatu, bahkan di tubuh PG pada umumnya.

Walau Umri membantah keras adanya kekurang harmonisan di tubuh partai itu, tapi media massa berpendapat lain.

Dia menyebutkan, indikasi keretakan itu hanya isu yang tidak beralasan. “Tidak ada keretakan. Golkar Labuhanbatu masih solid,” terangnya seusai menghadiri acara konsolidasi Organisasi dan temu ramah PG Sumut dengan Keluarga Besar (KB) PG Labuhanbatu di kesekretariatan partai itu.

Padahal, pada kesempatan kata sambutannya dihadapan 5000-an pengurus organsasi pendiri (Kino), organisasi yang didirikan (Underbouw) dan organisasi sayap dan pendukung partai itu, Ali Umri dengan tegas menyatakan dan menekankan kepada pengurus yang baru untuk mensegerakan melakukan pemecatan kepada kader-kader dan pengurus parai yang berkhianat.

“Saya tidak ingin di PG ada kader karbitan. Makanya, PG akan memperjuangkan kader yang peduli dalam perjuangan terhadap masyarakat,” tegasnya. Untuk itu, pengurus yang tidak loyal kepada PG harus segera dipecat, imbuhnya. Alasanya, aku Umri, PG sudah sering

kali dikhianati oleh kader sendiri. “PG cukup sudah dikhianati. Insya Allah, dengan kondisi demikian Tuhan akan memberikan kejayaan terhadap PG yang dikhianati,” harapnya.

Sontak, pernyataan itu menjadi konsumsi pemberitaan media massa. Terlebih lagi, pada acara itu, dengan jelas terlihat ketidak hadiran Wakil Ketua Pemenangan Pemilu (PP) PG Labuhanbatu terlantik H Sudarwanto.

Selanjutnya, kian terlihat fenomena fakta dan aktual (faktual), kondisi kekinian yang terjadi di tubuh partai itu. Terlebih lagi, Senin siang (7/1) di kediamannya di Rantauprapat H Sudarwanto, langsung membuka tabir yang menyelimuti di sana. Kepada media massa, Sudarwanto cukup transparan menguraikannya, terlebih lagi dikatakannya pengurus PG Labuhanbatu yang baru diibaratkannya seperti Pohon Eru.

Bahkan, Sudarwanto lebih jauh membuka peta politik yang ada di sana. Dikisahkannya, saat melakukan Safari Ramadhan yang lalu semua unsur kepengurusan PG Labuhanbatu untuk mendukung HT Milwan dan mensosialisasikannya kesemua kecamatan se-Labuhanbatu jadi cagubsu.

Karena, katanya, waktu itu diprediksi calon Gubsu dari Partai Golkar Sumut yang bakal keluar adalah Milwan. Namun, setelah Milwan gagal, bahkan dipecat dari Ketua PG Labuhanbatu, karena menjadi balon dari Partai Demokrat (PD), kemudian yang muncul sebagai calon dari Partai Golkar adalah H Ali Umri SH,MKn, semua pengurus Partai Golkar Labuhanbatu bagai “pucuk eru” meninggalkan Milwan dan mendukung Ali Umri, berdalih menurut garis partai.

Ironisnya, Sudarwanto malah menilai, sekarang dirinya pula hendak ‘ditojok’, tragisnya malah diisukan sebagai ‘penghianat’ karena terus mendukung Milwan.

Malah, akunya, sebagai kader Golkar dia merasa dirinya bukan penghianat, malah ketika Umri hadir Minggu kemarin di Rantauprapat ratusan massa dari Rantau Selatan dia yang memerintahkan agar acara itu dihadiri dan diberikannya ongkos.

“Kalau saya penghianat buat apa saya mengerahkan masa untuk Umri,” tambah Sudarwanto.

Hanya saja, akunya, dirinya kurang harmonis dengan pengurus yang baru terlantik, bahkan Sudarwanto juga mengkritik Pengurus DPD Partai Golkar Sumut yang memilih H Farinsal sebagai Ketua Pelaksana PG Labuhanbatu menggantikan Milwan yang diberhentikan sementara waktu itu, dan akhirnya Milwan dipecat. Selanjutnya, H Farinsal jadi Ketua definitif. Sudarwanto menuding, penetapan ketua pelaksana ini tanpa ada musyawarah. “Kalau perkara jadi Ketua, sayapun mau jadi ketua. Lagipula masih banyak kader Golkar Labuhanbatu yang mampu jadi ketua,” tegasnya.

“Terus terang saya tidak pernah menghianati PG. Tapi kalau saya tidak sependapat dengan pengurus PG Labuhanbatu yang sekarang ini. Itu adalah hal yang biasa. Atau apakah karena saya membantu mendukung Milwan, bisa dikatakan saya penghianat?. Ini yang saya ‘tolong’ adalah Bupati saya sendiri dan Bupati kita semua di Labuhanbatu. Kan, saya pantas untuk menolongnya,” cetus Sudarwanto.

Bagaimana dengan kondisi HT Milwan? Pasca pemecatan dirinya sebagai ketua PG Labuhanbatu, sosok kharismatik ini seolah jarang tampil di depan publik. Apakah Milwan dari kejauhan menatap ‘beringin’ Labuhanbatu yang sejatinya memiliki ‘akar kuat‘ tertancap di tanah, kini ‘goyong’ setelah mengalami terpaan deru angin pilgubsu?. Akankah sosok mumpuni dalam leadership itu akan membiarkan kondisi demikian?.

Lama tak terdengar, akhirnya, HT Milwan, Rabu(9/1) melalui selularnya kepada penulis memberi kabar. Sayangnya, Milwan kurang berkenan lagi untuk lebih jauh mengkomentari kondisi yang terjadi di tubuh PG Labuhanbatu. Namun, dengan keputusan PG melakukan pemecatan terhadap dirinya, Milwan mengaku tegar menghadapi ‘prahara’ itu. “Saya sudah ikhlas. Jika Pemecatan saya itu memang sesuai mekanisme partai,” ungkapnya. Tapi, dia tidak berkomentar tentang PG Labuhanbatu ataupun sekedar pemberi ‘angin sejuk’ untuk partai yang pernah dipimpinannya itu. “Apapun yang kini terjadi di tubuh Golkar Labuhanbatu, Saya tidak berani mengkomentarinya. Takut nanti dinilai merupakan suatu koreksi pada pengurus yang baru,” tegas dengan ruh demokrasi.

Sebab itu, katanya, biarlah Golkar Labuhanbatu menjalankan roda organisasi parpolnya dibawah kepemimpinan yang baru.

Pun demikian, Milwan berharap kepada masyarakat luas, khususnya warga Labuhanbatu untuk tetap dapat menjaga dan menciptakan situasi kondusif di tengah-tengah masyarakat jelang dan pra Pilgubsu April 2008 mendatang.

“Mari bersama kita ciptakan kebersamaan di tengah-tengah masyarakat. Dalam artian, menjaga stabilitas dan kondusifitas,” harapnya.

Benar. Siapapun calon pimpinannya, terlepas dari emosional RAS dan kedaerahan, sejatinya calon pimpinan adalah sosok yang menyadari arti penting dan hakikinya satu kata, Demokrasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: