Melonggok Kondisi Taman Kota Rantauprapat

Icon Pelestarian Lingkungan, kian Tak Terpelihara

Alih-alih meraih kembali kenangan menerima Piala Adipura. Atau, berkeingian menciptakan ruang terbuka hijau (RTH) dan melahirkan kebijakan adanya hutan kota. Aset Pemkab yang dapat menjadi lokasi beristirahatnya warga kota kini kian tak terpelihara. Bahkan, terancam rusak oleh ulah oknum tak bertanggung jawab.

Untuk mempertahankan aset taman kota dinilai masih minim. Terlebih lagi, dalam hal peningkatan tata kota. Pemkab Labuhanbatu terkesan masih belum mampu merealisasikan terwujudnya ruang terbuka hijau (RTH) dan masih minim dalam kemampuan menjaga aset tata kota yang sebelumnya ada.

Hal itu terlihat jelas dengan makin rusaknya berbagai fasilitas pendukung taman kota yang ada di kawasan pertigaan jalan WR Supratman dan jalan By Pass. Tak ayal, Taman kota yang selama ini kerap dijadikan sebagai lokasi alternatif ‘rehat diri’ dan rekreasi sore bagi warga kota ke depan kian terancam. Hal itu, oleh adanya tindakan-tindakan oknum tak bertanggung jawab yang merusak dan mencabut berbagi pembatas jalan di jalan lingkaran Taman kota itu.

Akibatnya, badan jalan yang sebelumnya hanya dapat dilalui oleh Sepedamotor dan kenderaan roda tiga, kini mulai dimasuki kenderaan roda empat, bahkan truk-truk bertonase besar.

“Hal yang menjadi impian jikalau kota Rantauprapat memiliki lokasi RTH. Namun, mempertahankan adanya Taman Kota saja, kini mulai dikhawatirkan. Sebab, Taman kota yang ada, besi pembatas bagi larangan masuknya kenderaan besar kini telah dirusak,” jelas Kaharuddin Nasution warga kota Rantauprapat.

Maka, ke depan, areal yang selama ini dijadikan tempat instirahatnya warga kota dan bersantai ria dengan keluarga dan sanak famili kian teracam kelestarianya. Hal itu, dikarenakan melintasnya truk di badan jalan Taman Kota.

“Jangankan untuk dapat bersantai menandang keindahan taman dan alam, banyaknya debu yang berterbangan disebabkan melintasnya kenderaan besar itu juga akan berpengaruh buruk. Belum lagi ke depan badan jalan Taman kota akan mengalami kerusakan,” kesalnya.

Hal itu, dugaannya, disebabkan rusaknya infrastruktur jalan lintas sumatera (Jalinsum) di sekitar taman kota. Sehingga, tangan jahil dari orang tak bertanggung jawab memilih merusak pembatas jalan yang ada di Taman Kota untuk jalan alternatif melintas di Jalan by Pass Rantauprapat.

Memang, kondisi Jalinsum di kawasan itu sudah terbilang hancur total. Akibitnya, tidak sedikit truk yang lintas mengalami berbagai kerusakan fisik kendaraan ketika melintasi jalanan rusak itu.

Tak ayal, jalan taman kota yang memiliki tugu dan memampang piala Adipura menjadi salahsatu jalan lintasan yang dapat dijadikan sebagai alternatif.

Masih menurut Kahar, pihak Badan Tata Kota yang memiliki kewenangan perawatan Taman Kota itu, sejatinya mampu melakukan pengawasan dan perbaikan terhadap kerusakan infrastruktur Fasilitas Umum (Fasum) milik Pemerintahan setempat. Tujuannya, demi terpelihara dan lestarinya Taman Kota yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

“Diharapkan agar segera dapat diperbaiki. Hendak kemana lagi warga bersantai ria bersama keluarga di sore hari. Pemerintah hendaknya tanggap akan hal ini,” jelasnya.

Menyikapi hal itu, Ali Wansyah Ketua Fraksi Reformasi DPRD Labuhanbatu merasa kesal dengan adanya ulah oknum tak bertanggung jawab. Dan, kepada Pemkab Labuhanbatu juga dia menekankan agar selalu melakukan koordinasi lintas sektoral dalam membina dan melestarikan aset yang ada. Terlebih lagi, dalam tujuan menata dan memberdayakan Taman yang dapat dijadikan sebagi icon pelestarian lingkungan.

“Itukan Taman yang mengingatkan dan sebagai kenangan. Dengan adanya Taman itu warga akan mengetahui secara pasti dahulunya kota Rantauprapat pernah memperoleh penghargaan tertinggi dari Menteri Lingkungan hidup. Rantauprapat pernah menerima piala Adipura,” ujarnya.

Jika begini adanya, tambahnya, jangankan bermimpi untuk kembali meraih piala Adipura. Atau, jangankan Pemerintah memiliki niat untuk menciptakan ruang terbuka hijau (RTH), sedang mempertahankan aset yang ada terkesan lemah, tegasnya.

Tapi, meski tak sependapat dengan ulah jahat oknum itu, dia juga menghimbau semua kalangan untuk menilik kebelakang penyebab terjadinya upaya pengrusakan aset itu. Pasalnya, ujarnya, oknum yang melakukan terkadang tidak berpikir panjang dengan melihat fungsi taman kota yang ada. Hal itu hanya dilakukan untuk mampu melintasi dan mencari langkah yang mudah agar dapat mencapai tujuan ke jalan By Pass.

“Mungkin mereka melakukannya karena kesal dengan Jalinsum yang rusak parah. Makanya, mencari jalan yang termudah. Ya, diduga dengan merusak pembatas akan dapat mempermudah akses jalan menuju jalan by Pass,” tuturnya.

Makanya, ujarnya, Pemkab sudah seharusnya kembali memfungsikan pihak Bagian Tata Kota sebagaimana Tupoksinya. Bahkan, memberi target pencapaian perwajahan kota yang ideal ke depan. Sehingga, kota Rantauprapat tidak akan mengalami krisis kondisi alam yang asri. “Tujuannya, agar iklim kota tidak terus tergerus dan mengalami kondisi polusi udara,” tegasnya.

Memang, pungkasnya, dalam hal menjaga kelestarian lingkungan bukan melulu menjadi tanggung jawab pihak pemerintah. Stakeholder dan masyarakat luas pada umumnya juga memiliki peran penting dalam mencapai iklim sekitar yang laik dan bersih.

Untuk itu, pintanya, kepada masyarakat juga untuk terus meningkatkan kesadarannya dalam sama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih lagi, bersedia bersama menjaga dan melestarikan fasum yang telah ada.

Ambil contoh, dalam mengatasi adanya lubang besar di sepanjang jalan menuju jalan By Pass, pihak pengusaha Galian C yang beroperasi tidak jauh dari sekitar itu juga memiliki peran yang strategis dalam mengatasi persoalan yang mendasar itu.

“Ya, kita mengharapkan kesediaan bersama mengatasi lubang yang ada. Tidak ada salahnya pengusaha Galian C memberi sedikit perhatian. Menyisihkan sedikit profit-nya. Atau material bahan tambangnya untuk menutup lubang yang ada. Kan, tak jarang meerka juga yang memanfaatkan jalanan itu,” tandasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: