Tantangan Bagi 5 Pasangan Cagubsu

* Berorientasi Membangun Tradeport Labuhanbatu


Rencana pembangunan Tanjung Sarang Elang (TSE) sebagai Tradeport kian samar. Pasalnya, kebijakan serta visi dan misi 5 pasangan Cagubsu/Cawagubsu yang ada belum terlihat ada yang memiliki sudut pandang ke arah itu.
Maka, program yang sebelumnya telah menjadi wacana pengerjaan daerah kawasan muara Sungai Bilah dan Sungai Barumun Labuhanbatu itu sebagai kawasan projec pembangunan daerah pelabuhan tampaknya akan makin tidak memiliki kejelasan.
“Tak ada Calon yang mengangakat isu itu. Padahal, dengan realisasi pembangunan pelabuhan Tanjung Sarang Elang, akan dapat membuka berbagai akses perkembangan ekonomi,” jelas Ali Wansyah ketua Fraksi Reformasi DPRD Labuhanbatu, Rabu (2/4) di Rantauprapat.
Padahal, masih katanya, dengan adanya realisasi pembangunan di wilayah itu, secara pasti akan membuka peluang perkembangan pembangunan wilayah yang terstruktur.
Dengan orientasi kesana, akan dapat dipastikan tatalokasi yang jelas menuju daerah industrialisasi. Dan, prospek pada kemajuan ekonomi maupun kemakmuran rakyat di daerah tersebut pada khususnya dan pemerataan pembangunan daerah sekitar juga akan kina terlihat jelas.
“Jelas berkembang pembangunan infrastrukturnya. Dan, masyarakat sekitar juga akan menerima dampak positifnya,” ujarnya.
Secara geografis, jelas Ali, daerah TSE merupakan wilayah yang berhubungan langsung ke perairan selat Malaka menuju dua Negeri jiran tetangga. Yakni, Malaysia dan Singapora. Diketahui dengan pasti, paparnya, kedua negara itu merupakan daerah transit perekonomian di Benua Asia. Sehingga, dengan terbukanya akses jalur air dari perairan Indonesia dengan kedua negara, juga makin membuka kemajuan Labuhanbatu dalam hal ekspor dan import berbagai material. Terlebih lagi, akses jalur air dari TSE lebih ekonomis dalam segi waktu dan biaya dibanding dengan Pelabuhan lainnya.
“Kan, jarak tempuh dari TSE ke Selat Malaka lebih dekat. Sehingga, akan menjadikan daerah alternatif,” imbuh Ali.
Disisi lainnya, tegasnya, pembukaan akses tersebut juga akan mengundang para investor untuk melakukan pengembangan wilayah industrialisasi di sekitar pelabuhan. Terlebih lagi, dengan keyakinan bakal hadirnya para investor yang berniat mengkelola produk turunan Crude Palm Oil (CPO) yang melimpah dihasilkan Labuhanbatu.
“Tak kurang dari 42 Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) yang eksis memproduksi CPO. Dan, bila turunannya di eksport ke pasaran internasional akan menambah tingginya Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Labuhanbatu,” katanya.
Selain itu, secara pasti juga, program Pemkab Labuhanbatu yang sempat berencana membuka akses trasportasi darat dari 5 daerah kecamatan sekitar wilayah pelabuhan akan juga dapat terealisasi.
“Padahal, untuk mendukung prasarana transportasi ke wilayah itu, Pemkab Labuhanbatu telah pernah merencanakan pembangunan jalan menuju 5 kecamatan terdekat dekat TSE,” ulasnya.
Maka, bila ada pasangan Cagubsu/Wagubsu yang mengangkat isu niat pengembangan wilayah pesisir Labuhanbatu menjadi kota Pelabuhan, penilaian Ali, akan menjadikan sosok alternatif dan pilihan masyarakat Labuhanbatu.
“Terserah mereka yang memiliki disiplin ilmu teknokrat ataupun ekonom menilai prospeknya. Yang jelas, itu akan membuka perhatian masyarakat Labuhanbatu untuk dapat menentukan sosok pimpinan yang memiliki perhatian terhadap kemajuan dan mendongkrak kesejahteraan daerah Labuhanbatu.
“Kita tantang para Calon itu untuk memiliki orientasi ke arah sana. Sebab, masyarakat hanya akan memilih pimpinan yang memiliki niatan mensejahterakan rakyatnya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: