DPT Labuhanbatu 607.865 Jiwa

SEBANYAK 2037 warga Labuhanbatu ‘nyaris’ tak miliki hak pilih. Pasalnya, dari softcopy Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Labuhanbatu yang ada di KPU Sumut berbeda dengan jumlah DPT hardcopy.

Hal itu, disebabkan adanya beberapa data pemilih di Desa dan Kelurahan di beberapa kecamatan se-Labuhanbatu pada softcopy yang berbeda dengan hard copy.

Seperti di kecamatan Rantau selatan, Bilah Hulu, Torgamba, Kualuh Selatan dan Panai Tengah.

Pada salahsatu DPT di kecamatan itu terjadi perpindahan pemilih ke kecamatan lain. Untuk itu, pihak KPUD Labuhanbatu menyatakan DPT yang akan dipergunakan dalam pelaksanaan Pilgubsu 16 April mendatang adalah mempergunakan data sesuai hardcopy.

Sehingga, DPT manual tidak mengalami perubahan dari yang disampaikan KPUD Labuhanbatu ke KPU Sumut. Dengan demikian, diputuskan DPT Labuhanbatu sejumlah 607.865 pemilih.

“Soal DPT, sudah tidak ada lagi masalah. Bahkan, DPT dalam bentuk manual per TPS sudah kita serahkan ke PPK untuk diteruskan ke masing-masing PPS. Nanti, DPT ini akan ditempelkan di masing-masing TPS,” beber Suhari Pane, Ketua KPUD Labuhanbatu, Sabtu malam (5/4).

Diakuinya, KPU Sumut sempat mengurangi jumlah DPT Labuhanbatu sekira 2.000-an pemilih dalam soft copy. Namun belakangan setelah diverifikasi ulang berdasarkan data manual, jumlah tersebut tetap sama seperti yang diajukan KPUD Labuhanbatu sebelumnya. “Ada beberapa data pemilih di hard copy yang tidak masuk ke soft copy. Tapi sekarang sudah kita perbaiki dan memasukkan data tersebut kembali. Pengurangan yang pernah dilakukan KPU Sumut itu semata karena kesalahan kita dalam memasukkan data itu dari hard copy ke soft copy. Dan KPU Sumut juga menerima verifikasi dari kita,” terang Suhari.

Sementara itu, anggota KPUD Labuhanbatu bidang hukum Syamhasri mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan jumlah DPT ini ke masing-masing tim kampanye pasangan calon. Acara sosialisasi itu digelar di Ruang Rapat KPUD Labuhanbatu, Sabtu (5/4) malam dalam kondisi gelap karena pemadaman listrik oleh PLN.

“Masing-masing tim kampanye menerima DPT yang telah kita sahkan. Jadi, tidak ada lagi masalah dan berita acara sosialisasi itu juga akan kita serahkan ke KPU Sumut,” jelas Syamhasri.

Untuk pemilih, lanjut Syamhasri, cukup melihat namanya terpampang di DPT untuk dapat melakukan pemilihan. “Kartu pemilih bukan jadi satu-satunya syarat untuk bisa memilih ke TPS. Kalau memang namanya ada di DPT itu, tapi dia tidak dapat kartu pemilih, dia masih tetap bisa ikut memilih,” pungkas Syamhasri

Terkait DPT ini, Jappar Sidiq Nasution, Sekretaris Tim Pemenangan Syamsul-Gatot mengatakan, hal itu kewenangan penuh dari KPUD Labuhanbatu. Namun, dia mengingatkan, pihaknya jangan dilibatkan apabila kelak timbul permasalahan hukum di kemudian hari. “Soal DPT itu urusan KPUD. Kita tak mau persoalan DPT ini jadi masalah hukum kelak,” ingatnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: