Bupati Inspeksi Pelaksanaan UAN

Bupati Labuhanbatu HT Milwan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah pelaksana UAN.

Salahsatu sekolah yang dikunjungi oleh Milwan, Selasa (22/4) adalah sekolah menengah atas (SMA) plus di kawasan jalan WR Supratman Rantauprapat.

Dalam kunjungan tersebut, Milwan sempat menyaksikan para siswa yang lagi serius mengikuti jalannya proses ujian akhir nasional (UAN) itu.

Dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Jamaren Ginting dan beberapa pejabat struktural lainnya di lingkup Pemkab Labuhanbatu, usai melaksanakan peninjauan itu, bahkan, kepada wartawan Milwan juga sempat berujar dengan melihat proses ujian tersebut mengingatkannya pada masa-masa bersekolah di salahsatu sekolah lanjutan atas di kota Medan.

“Melihat proses ujian itu, mengingatkan kisah 35 tahun silam. Ketika itu masih menjadi siswa di salahsatu SMA di Medan,” kenangnya.

Katanya lagi, kunjungan tersebut bertujuan ingin melihat proses berlangsungnya pelaksanaan UAN. Terlebih lagi, ingin mengetahui lebih jauh sukses pelaksanaanya.

“Tapi, meski ingin melihat kelancaran dan sukses pelaksanaannya, juga jangan sempat mengganggu pelaksanaannya,” paparnya.

Sementara itu, katanya lagi, dalam kepemimpinannya sebagai Bupati Labuhanbatu, Milwan ungkapnya memiliki satu keinginan dan program untuk mewujudkan pelaksanaan wajib belajar 12 tahun. Hal itu, bertujuan untuk mengentaskan jumlah anak-anak Labuhanbatu yang tidak tamat pendidikan sederajat SLTA.

Program itu, jelasnya, meski telah didahulukan oleh kebijakan pemerintahan di beberapa tempat. Tapi, dipandangnya belum terlambat. Terlebih lagi, hal yang laik untuk dilaksanakan.

“Kita (Pemkab Labuhanbatu) berencana merealisasikan program wajib belajar (wajar) 12 tahun. Tidak sekedar wajar 9 tahun. Sehingga, ke depan anak Labuhanbatu tidak ada lagi yang tidak tamat SLTA sederajat,” ujarnya.

Selain itu, sesuai program pemerintah pusat, Milwan juga mengharapkan dunia pendidikan di Labuhanbatu dapat lebih berpihak kepada peserta dunia pendidikan yang dari golongan keluarga ekonomi lemah (ekolem). Maka dari itu, jelasnya, kepada pihak sekolah untuk dapat memberi perhatian serius keikutsertaan anak dari keluarga miskin untuk dapat bersekolah.

“Pihak sekolah mesti pandai-pandai menarik bantuan dari keluarga siswa yang mampu. Tapi, kepada siswa dari keluarga miskin yang tidak mampu mesti dibantu,” tegasnya.

Instruksi itu menjawab adanya berbagai proses pendidikan ekstra kulikuler yang terkadang membutuhkan biaya tinggi. Seperti dicontohkannya, pada kegiatan dan pengadaan material pendukung pembentukan group drum band di dunia pendidikan Labuhanbatu, katanya, pihak sekolah mesti dapat membantu siswa yang dari keluarga miskin.

“Ya, seperti penyediaan alat-alat drum band. Pihak sekolah mesti dapat menarik bantuan dari keluarga siswa yang mampu. Tapi, juga dapat memberi bantuan kepada siswa yang tidak mampu,” ujarnya.

Pelaksanaan Ujian Nasional di Labuhanbatu, dilakukan secara serentak di 22 Sekolah SMA Negeri, 20 sekolah SMA Swasta dan 4 sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN), 60 sekolah MA swasta.

Selain itu, untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri sebanyak 1 SMKN bisnis, 3 SMKN Teknik dan 1 SMKN Pertanian. Sedangkan, SMK Swasta Bisnis sebanyak 23 sekolah, Teknik 11 sekolah dan 1 SMK Swasta Pertanian.

Sedangkan, untuk peserta ujian yang akan mengukutinya, diperkirakan sebanyak 3298 siswa dari SMAN. 1850 untuk SMA swasta. Sedangkan dari MA Negeri dan swasta sebanyak 2567 siswa. Untuk SMK Bisnis 1863 peserta, Teknik 1380 siswa dan pertanian sebanyak 71 orang.

Dihari pertama pelaksanaan, materi pelajaran yang diujikan masing-masing jurusan berbeda. Dimana, untuk jurusan IPA SMA akan menguji mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia.

Sedangkan, untuk jurusan IPS SMA juga mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matermatika.

Sementara, untuk SMK, mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Sedangkan, pada hari kedua untuk jurusan IPA SMA materi pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Inggris, dan Kimia. Untuk jurusan IPS SMA mata pelajaran Bahsa Inggris dan Geografi.

Jurusan SMK mata pelajaran Matematika. Sedangkan untuk hari ketiga atau terakhir, jurusan IPS SMA akan diujikan dengan materi mata pelajaran Ekonomi dan Sosiologi. Untuk jurusan IPS SMA mata pelajaran Fisika dan Biologi.

Ketentuan berlaku pada UN dinyatakan lulus jika memenuhi standart kelulusan UN sebagai berikut; a. memenuhi nnilai rata-rata minimal 5,25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Dengan tidak ada nilai dibawah 4,25 dan khusus untuk SMK nilai mata pelajaran kompetensi keahlian kejuruan minimal 7.00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. Atau, memiliki minimal 4.00 pada salahsatu mata pelajaran dan nilai mata pelajaran lainnya rata-rata 6.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: