Pembantai Leden Tanjung Dihukum 12 Tahun Penjara

* Bermula dari Sengketa Tanah

AKHIRNYA, Selasa (29/4), PN Rantauprapat memvonis hukuman penjara 12 tahun kepada Kamal Siregar (30), warga Sumber Beji Kel. Padang Bulan Kec. Rantau Utara Labuhanbatu itu.

Hukuman itu diberikan, karena majelis hakim menilai perbuatannya yang melakukan tindak pidana kejahatan yang menyebabkan hilangnya nyawa Leden Tanjung (62), warga Pilo Padang kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu.

Majelis hakim Mangapul Saragi SH, Alex TMH Pasaribu dan Nurmala Sinurat SH dibantu Penitera Pengganti Masnah Sembiring, dalam amar putusannya menyebutkan korban Leden Tanjung tewas mengenaskan dibacok terdakwa Kamal Siregar (30) di areal kebun di Dusun Rapatan, Desa Marsonja, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu, pada hari Selasa 4 September 2007 sekira pukul 15.30 WIB.

Korban dibacok dengan menggunakan parang panjang 50 Cm sebanyak 9 kali di bagian kepala, leher, bahu dan lengan hingga luka menganga dan dalam. Leher dan lengan kakek tua itu nyaris putus dibacok terdakwa. Terdakwa pelaku pembunuhan itu menyerahkan diri ditemani orangtuanya ke Polsek Sungai Kanan, Resort Labuhanbatu, beberapa jam setelah membunuh korban.

Terdakwa Kamal penduduk Sumberbeji, Jalan H Adam Malik Rantauprapat, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, yakni korban Leden Tanjung, sebagaimana disebutkan pada pasal 338 KUHP dalam dakwaan subsider. Majalis hakim menjatuhkan hukuman pidana bagi terdakwa Kamal selama 12 tahun penjara.

Terdakwa yang ditahan sejak 6 September 2007, dengan sengaja membunuh korban dengan menggunakan parang.

Sementara itu, adik korban Zulkifli Tanjung (55), Senin (28/4) lalu menjelaskan, pembunuhan itu dipicu persoalan sengketa tanah yang terjadi antara pihak korban dengan keluarga Terpidana.

Dimana, kasus sengketa tanah di Dusun Perapatan, Desa Marsonja, Kecamatan Sei Kanan itu, dikarenakan persoalan tanah seluas sekira 74 ha yang rencananya bakal ditanami oleh korban dengan tanaman karet.

“Bang Leden diladang waktu itu hendak menanami lahan dengan bibit karet,” bebernya di lokasi PN Rantauprapat. Kala itu, tambahnya, korban bersama dengan 6 orang tamannya. Namun, menjelang siang korban meminta teman-temannya instirahat sambil makan siang. Sedangkan korban masih terus bekerja.

Karena merasa curiga, dan sudah lama korban, akhirnya teman-temannya, mengutus eseorang menyusul korban. Namun alangkah terkejutnya, ternyata korban sudah bersimbah darah, tewas terkapar di lahannya.

Akibatnya, peristiwa itu menghebohkan dan menyebar ke seluruh pelosok kecamatan hingga ke Rantauprapat. Sedangkan, Petugas Polsek Sei Kanan turun ke TKP melakukan penyidikan. Malam harinya sekira pukul 20.00, H. Bachri, warga Sumber Beji Kel. Padang Bulan Kec. Rantau Utara, datang ke Polsek menyerahkan putranya, Kamal Siregar.

Sengketa Tanah

Semula, ujar Zulkifli Tanjung, tanah seluas 74 ha itu adalah tanah warisan dari almarhum Orangtuanya H Abdul Rahman Tanjung yang memiliki empat orang anak, yakni Sutan Naga, Baginda Pahlawan, Baginda Haji dan sutan Kalirajo.

Namun, anak dan cucu dari Sutan Naga yakni H Malikali dan Panusunan menjual tanah itu kepada H Bahrum Siregar yang juga merupakan orangtua dari Kamal Siregar.

Tapi, penjualan itu tanpa melibatkan ahli waris lainnya, ujarnya.

“Nah, itu awal persoalannya,” paparnya.

Dari sana, persoalan sengketa tanah terus terjadi. Yang akhirnya berujung pada tewasnya Leden Tanjung ditangan Kamal Siregar.

“Kita tidak melarang kalau keturunan Sutan Naga hendak menjual harta bagiannya. Tapi, hendaknya warisan keturunan lainnya, jangan pula terganggu,” tandasnya tanpa merinci lebih jauh persengketaan yang terjadi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: