Terminal Gudang, Solusi Tertib Lalulintas di Kota Rantauprapat

Mobilitas bisnis di kota Rantauprapat kian tinggi. Selain kian memicu pertambahan jumlah sarana transportasi di jantung kota juga mengakibatkan kian tergerusnya suhu udara yang bersih.

Itu, selain kurang mendukungnya jumlah tanaman hijau sebagai penetralisir suhu udara yang kian tidak sehat. Kini, malah diperparah lagi oleh intensitas jumlah kenderaan besar yang lalu lalang dan melintas di inti kota Rantauprapat.
Tidak diketahui dengan pasti, indikasi masuknya truk-truk besar ke inti kota merupakan tindakan yang menyalahi aturan atau langkah yang telah mendapat restu dari pihak terkait dengan kompensasi berbagai hal.
Namun, secara pasti, setiap warga kota Rantauprapat tidak menampik dengan makin banyaknya truk memasuki jantung kota juga kian memperparah kemacetan arus transportasi dan juga menimbulkan tingginya potensi kerawanan terjadinya lakalantas.
Terlebih lagi, dengan banyaknya jumlah gudang-gudang barang milik pengusaha yang memanfaatkan berbagai rumah toko (ruko) di jantung kota sebagai wadah penyimpanan sementara berbagai material bahan dagangannya.
Maka, tak mengherankan, ketika pagi hari, banyak terdapat truk-truk yang terparkir dan sedang menurunkan muatan berupa material barang menghambat arus lalulintas.
Dperparah lagi, penataan batas-batas daerah sebagai lokasi pergudangan sejak dahulu terkesan tidak belum dapat tertata dengan jelas.
Seperti, di kawasan jalan Martinus Lubis, jalan Agus Salim dan kawasan lainnya di Rantauprapat yang notabene sebagai daerah padat lalulintas. Akibatnya, ketika truk-truk berkapasitas yang terindikasi over capacity itu menurunkan beban muatannya, menyebabkan terjadinya antrian arus lalulintas.
Itu, seharusnya dapat diatasi manakala kemauan pihak terkait dalam hal ini Pemkab Labuhanbatu melalui berbagai instansi, untuk sigap dan mensegerakan membuka akses dan penyediaan fasilitas umum (Fasum) Terminal Barang dan pergudangan.

Tujuannya, selain menekan dampak negatif dari tingginya jumlah kenderaan yang masuk kota Rantauprapat, juga secara pasti akan menertibkan arus lalulintas, terlebih lagi akan makin menambah pendapatan asli daerah (PAD) Labuhanbatu.
“Terminal Barang dan Gudang sebagai solusi mengatasi kian tingginya jumlah kenderaan yang masuk dan membongkar barang-barang dagangannya di inti kota Rantauprapat. Dengan adanya fasum itu, dipastikan kian menertibkan arus lalulintas. Dan juga akan mampu menggenjot PAD Labuhanbatu,” beber Dahlan Bukhori salahseorang anggota DPRD Labuhanbatu belum lama ini di Rantauprapat.
Bagaimana tidak, tambahnya, ketersedian Terminal itu, akan menciptakan suasana dan iklim transportasi bisnis yang tertata di Rantauprapat. Dimana, setiap material barang yang datang dari luar kota Rantauprapat diwajibkan untuk memasuki Terminal Barang dan dilakukan tertib registrasi barang masuk. Dari sana, lalu setiap pemilik barang dapat mengambil kirimannya dan atau memanfaatkan jasa pengiriman dan kurir lokal sebagai penyedia jasa pengantaran barang ke masing-masing alamat.
“Dengan begitu, setiap kenderaan yang masuk inti kota dapat ditentukan klasifikasinya. tidak seperti selama ini, seluruh jenis masuk ke kota. Kan, dengan fenomena demikian tata kota tidak tertib,” paparnya.
Bahkan, bukan itu saja, berbagai jenis kutipan akan dapat diberlakukan dalam mendukung pendapatan asli daerah.
“Dengan Terminal itu, akan dapat menambah PAD. Dan, akan membantu keuangan Labuhanbatu,” ujarnya.
Terkait lokasi yang ideal untuk penyediaan fasum itu, Dahlan memberikan saran pemanfaatan aset Pemkab dengan lahan yang belum teroptimal pemakaiannya di areal jalan lintas sumatera (Jalinsum) kawasan sekitar gedung alat uji kenderaan milik Dinas Perhubungan (Dishub) Labuhanbatu. Alasannya, lokasi yang tersedia cukup strategis dan luasnya masih memungkinkan. “Dimana, lokasinya masih luas dan cukup dekat dengan jalan lintas. Terlebih lagi, masih satu kawasan dengan Gedung alat uji kenderaan,” usulnya.
Selain itu, dalam mengkelola Terminal Barang itu, meski dapat dikelola beberapa instansi lainnya di jajaran setdakab Labuhanbatu, seperti Dinas Pasar dan Kebersihan (Dispaskeb) Labuhanbatu, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Labuhanbatu, namun, katanya, terlebih ideal untuk menerima kepercayaan mengkelolanya adalah Dishub Labuhanbatu.
Namun demikian, ujarnya, untuk mengkaji lebih jauh rencana itu, pihak Pemkab Labuhanbatu sebagai penentu memiliki kewenangan dalam menindaklanjutinya.
Tapi, tegasnya, guna menekan potensi laju dan tingginya jumlah Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) yang ada di inti kota Rantauprapat dan tertib arus lalulintas, dampak dari kian tingginya jumlah kenderaan yang lalulalang, serta terjaminnya penataan kota yang lebih indah.
Karena, setiap pasokan material barang yang datang dari luar daerah, sejatinya mesti ‘parkir’ dahulu ke Terminal dalam registrasinya, serta selanjutnya didistribusikan ke masing-masing pemilik dengan sarana kenderaan yang tidak menyalahi ketentuan perlalulintasan.
“Kan, dengan adanya Terminal Barang itu, spesifikasi kenderaan pengangkut barang dapat dibatasi. Selain itu, kepadatan sarana transportasi akan lebih dapat dikurangai,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: