RAT Kopkarkes Kebun Berangir PTPN4 Belum Digelar

*Transparansi SHU Diragukan

Rapat akhir Tahunan (RAT) Koperasi Karyawan Kesejahteraan (Kopkarkes) PTPN4 Kebun Berangir belum dilakukan. Itu, mengakibatkan buah bibir para anggotanya.

Terlebih lagi, dengan belum dilaksanakannya RAT tersebut, akhirnya tingkat ketransparansian keuntungan dan Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi belum diketahui para anggota.

Seperti diungkapkan salahseorang pekerja diperkebunan itu, yang juga sebagai anggota pada koperasi itu mengaku kesal dengan kinerja pihak pengelola koperasi yang belum juga menggelar RAT.

“Tindakan dan kinerja para pengurus kopkarkes dinilainya lamban dan patut dicurigai,” ujar pekerja yang masih enggan namanya untuk dikorankan.

Padahal, paparnya, koperasi di tingkat pusat sudah mengadakan RAT. Sehingga, sebagai anggota koperasi tahu berapa keuntungan koperasi dan tahu berapa Sisa Hasil Usaha (SHU) yang akan dibagikan kepada para anggota. “Namun, untuk Kopkarkes kebun Berangir PTPN4, sampai sekarang kok belum ada RAT, ada apa ini,” ujarnya kesal.

Dia menuding, para pengurus koperasi, beranggapan para anggotanya tidak mengetahui jenis usaha apa saja yang sedang dijalankan oleh koperasi.

Bahkan, tambahnya lagi, bukan itu saja, biasanya kalau RAT dilaksanakan maka yang orang yang diundang sebagai peserta RAT terkesan dipilih-pilih.

Sehingga, mengindikasikan dugaan seperti sudah dikondisikan, agar pesertanya sekedar menurut dengan hasil rapat yang dilakukan.

Polemik itu, mengundang keprihatinan pengurus Serikat Pekerja disana. Salahseorangnya adalah Yos Batubara. Kemaren, dia mengakui hal itu sebagai bentuk kurang transparannya pihak pengelola akan hak para anggotanya.

“Sepanjang pengetahuan saya, sampai saat ini Kopkarkes memang belum ada melaksanakan RAT,” bebernya.

Bahkan hal ini, akunya juga pernah dipertanyakan anggota lainnya kepada pihak pengelola koperasi. Bukan itu saja, hal itu juga telah disampaikan kepada jajaran pengurus, namun belum ada jawaban.

“Kepada jajaran pengurus kopkarkes, diharapkan agar secepat mungkin untuk melaksanakan RAT,” harapnya.

Itu, katanya, agar seluruh anggota dapat mengetahui jenis usaha dan Neraca laba ruginya yang akan dibagikan kepada seluruh peserta.

Tujuannya, jelasnya, agar sama-sama dapat dilihat dan dibahas angka-angka pemasukan dan pengeluaran usaha serta dijabarkan jenis usaha apa saja yang dijalankan oleh koperasi.

“Diyakini, para anggota pasti ada yang telah mengetahui dan mencatat jenis usaha apa saja yang dijalankan oleh koperasi, seperti order pembelian lokal (OPL), usaha rekanan, pengangkutan, pemeliharaan, pengadaan penyewaan bus atau mobil, simpan pinjam, kredit Bank, dan jenis usaha lainnya,” pungkasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: