Perambahan Hutan Di Labuhan Batu Marak

Perambahan hutan di lereng Bukit Barisan Labuhan Batu semakin marak. Kapolres Labuhan Batu dan Dinas Kehutanan diminta menindak para pelaku yang merasa kebal hukum itu.

Demikian anggota DPRD Labuhan Batu Drs. Zulham Ariyanto kepada Waspada, Senin (12/5) di ruang BKD (Badan Kehormatan Dewan) DPRD Labuhan Batu.

Menurut Zulham, aksi perambahan kawasan hutan terjadi di Pegunungan Bukit Barisan Kecamatan Aek Natas dan Na IX-X semakin parah dan sudah tidak terkendali.” Sepanjang mata memandang bukit gundul yang terlihat,” katanya.

Menurut Anggota Komisi B, kawasan Pegunungan Bukit Barisan yang dirambah itu sebagian merupakan hutan lindung. Karena itu aksi penggundulan hutan harus segera dihentikan. Bila tidak segera diantisipasi maka Labuhan Batu bakal tenggelam.

Zulham juga mengatakan, Pemkab Labuhan Batu seharusnya melestarikan kawasan hutan itu. Sebab selain kawasan tangkapan air, kemiringan tanah yang dirambah mencapai 45 derjat. Karena itu tak ada alasan untuk mengalihkan kawasan itu menjadi perkebunan, tegas Zulham.

Hasil penelusuran yang dilakukan Waspada, perambahan hutan di Desa Rombisan, Kecamatan Aek Natas dilakukan PT DMS. Ratusan hektare areal hutan sudah ditebang. PT DMS juga mendirikan sawmill di tengah belantara Pegunungan Bukit Barisan itu.

Ibarat lomba motor cross, suara mesin gergaji tangan milik PT DMS meraung-raung di tengah hutan. Selanjutnya, kayu itu diolah menjadi papan atau beroti dan dipasarkan di Labuhan Batu.

Sementara perambahan hutan di Dusun Batu Jongjong, Desa Batu Tunggal, Kecamatan Na IX-X disebut-sebut dilakukan pemilik toko M di Rantauprapat dan AR mantan anggota dewan. Kawasan hutan itu sebagian sudah ditanami dengan karet maupun kelapa sawit dan sebagian lagi dalam proses penumbangan kayu.

Kepala Dinas Kehutanan Labuhan Batu Ir.B.Sormin ketika dikonfirmasi Waspada, Senin
(12/5) tidak ketemu. Kepala dinas sedang ke lapangan, ujar seorang staf.

Sedangkan sumber di Dinas Kehutanan menyebutkan, sebagian areal yang dirambah itu, merupakan hutan lindung. Saat ditanya kenapa aksi perambahan itu tidak dihentikan, dia hanya senyum-senyum. (a26/waspada)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: