Terkait Sengketa LahanOknum Aparat Lepaskan Tembakan

Terkait sengketa lahan, tujuh oknum aparat bersenjata laras panjang yang diperbantukan di PTPN4 Panai Jaya, memberondong ke arah ratusan warga di Desa Bagan Bilah, Kecamatan Panai Hilir, Labuhan Batu, Sabtu (10/5) pagi.

Sebanyak 14 orang yang mengaku sebagai perwakilan warga Desa Bagan Bilah didampingi kuasa hukumnya, Harris Nixon Tambunan, SH, memaparkan hal itu kepada wartawan di Rantauprapat, Minggu (11/5).

Salah seorang warga, Dullah Harahap menuturkan, Sabtu sekira pukul 10.00 mereka menanyakan kehadiran satu unit alat berat (Backhoe-red) di lahan yang diklaim sebagai milik mereka kepada seorang pengawas perkebunan PTPN4 di sana.

Pengawas kebun PTPN4 menjawab, alat berat itu milik PTPN4 untuk meratakan lahan di sana guna dijadikan perkebunan sawit. “Backhoe itu milik PTPN4, tanah inikan sudah diganti rugi sama masyarakat,” kata Dullah menirukan ucapan pengawas perkebunan itu kepadannya.

Merasa tidak pernah mendapat ganti rugi dari pihak PTPN4, warga minta kejelasan kepada Papam, tetapi Papam mengatakan tidak mengetahui siapa yang mendapat ganti rugi dari penjualan tanah itu. Kabar yang dia terima, ganti rugi itu atas persetujuan Kepala Desa Bagan Bilah dan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Berdikari.

Padahal menurut Dullah dan rekan-rekannya, mereka tidak pernah menjual tanah milik mereka melalui Ketua Poktan Berdikari. Memang pernah disebutkan, PTPN4 Panai Jaya telah memberikan ganti rugi atas areal pertanian seluas 339 ha, namun sampai saat ini mereka tidak pernah merasa mendapat ganti rugi dari PTPN4 atau dari Kades Parsono maupun Ketua Poktan Berdikari Buang Hermanto.

“Kami tidak pernah berniat untuk meminta ganti rugi atas areal itu kepada PTPN4 maupun pihak lain karena areal itu akan kami kelola sendiri,” ujar Dullah yang mengaku, mereka memiliki alas hak atas lahan dimaksud.

Pada saat itulah, ujar Dullah, warga diminta keluar dari areal pertanian oleh aparat bersenjata dengan cara meletuskan senjata api laras panjang mengarah ke bagian bawah kaki mereka. Padahal, mereka mengaku memiliki alas hak.

Kasa hukum warga, Harris Nixcon Tambunan SH menjelaskan, dari data yang diketahuinya, PTPN4 Panai Jaya dalam pengembangan areal kebun hanya mengantongi Izin Lokasi dengan SK nomor 4 tahun 2005 dari Bupati L.Batu. “Perlu diketahui, Izin Lokasi bukan merupakan surat hak milik lahan, karena memiliki batas waktu,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya akan protes kepada Kapolri soal penembakan yang dilakukan oknum Brimob itu. Sedangkan kepada pihak PTPN4, akan mereka pidanakan karena sudah mengambil surat tanah warga.

Harris mengatakan, saat Kapoldasu Irjen Nurudin Usman melalui Kabid Humas AKBP Baharuddin dihubungi via selular, Minggu (11/5) mengatakan, dalam melaksanakan tugas Polri seharusnya profesional dan jangan sampai menyakiti hati rakyat. (a27/waspada)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: