Menaikkan Harga BBM, Langkah ‘Bunuh Diri’ SBY-JK

* Potensi Dipolitisir Jelang Pemilu dan Pilpres

Rencana kenaikan BBM di akhir Mei mendatang, merupakan dilema bagi masyarakat. Khususnya, baik bagi iklim kondusifitas dunia usaha. Pasalnya, dengan kenaikan bahan tambang tak terbarukan itu hingga kisaran angka 30 persen, secara pasti akan memicu dampak kenaikan pengeluaran rumah tangga warga dalam memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Belum lagi, bagi kalangan pengusaha, dengan kenaikan BBM juga memicu tingginya beban cost biaya produksi.

Sementara, penetapan upah minimum kabupaten (UMK) Labuhanbatu Tahun 2008 belakangan yang hanya Rp belum sebanding dengan tingginya biaya kebutuhan hidup layak (KHL) Labuhanbatu yang mencapai Rp1,1juta perbulan.

Sehingga, pra kenaikan BBM, beban hidup masyarakat masih terkesan belum memenuhi hidup layak. Terlebih lagi dengan terjadinya realisasi kenaikan BBM mendatang.

Demikian dikatakan Ali Wansyah Ritonga, ketua Fraksi Reformasi DPRD Labuhanbatu, Rabu (14/5) di Rantauprapat.

“Kehidupan masyarakat akan kian memprihatinkan. Sedang sebelum terjadinya kenaikan BBM, warga masih hidup dalam tataran hidup belum layak sesuai versi dewean pengupahan daerah (DPD) Sumut yang mengatakan biaya KHL di Labuhanbatu Rp1,1 juta perbulan,” bebernya.

Akibatnya, ulasnya, dengan terjadinya kenaikan harga jual BBM mendatang, secara pasti juga berpengaruh terhadap naiknya berbagai harga bahan-bahan kebutuhan pokok. Dari itu, juga dipastikan KHL warga juga akan berpengaruh hingga deret angka 30-40 persen. Dengan kata lain, tambahnya, biaya hidup layak di Labuhanbatu juga akan meningkat hingga Rp1,3-Rp1,4 juta perbulan. “Sementara, upah para pekerja dipastikan tidak akan naik. Bagaimana tidak pengusaha sendiri dalam posisi sulit dengan situasi demikian,” paparnya.

Bahkan, disangsikan para pengusaha disinyalir akan menerapkan sistem rasionalisasi dalam dunia usahanya. Karena, ujarnya, beban produksi yang tinggi, dibarengi rendahnya kemampuan daya beli pasar akan memicu lemahnya profit market table perusahaan. Akhirnya, memicu kemungkinan terjadinya PHK massal. Begitu pun, paparnya, kepada pihak pengusaha diingatkan untuk dapat menghindari program rasionalisasi tersebut sedaya upaya keuangan perusahaan.

“Jika hal ini sampai terjadi, maka angka pengangguran juga akan meningkat,” imbuhnya.

Kalkulasinya, tambahnya, dengan peningkatan itu, bagi pekerja di dunia usaha akan mengalami defisit anggaran hidup hingga Rp400 ribu hingga Rp600 ribu perbulan. “Maka, jumlah kemiskinan akan terus meningkat,” tegasnya.

Dari itu, pungkasnya, langkah penerapan kebijakan menaikkan harga BBM merupakan program ‘bunuh diri’ bagi duet pasangan Presiden RI SBY-JK. Bagimana tidak, jelang pelaksanaan moment Pemilu dan Pilpres mendatang, diduga berpotensi dipolitisir pihak rival politiknya menjadi black campain bagi keduanya. Sebab, ujarnya, warga akan mudah terprovokasi untuk mendiskreditkan kebijakan yang terkesan mampu mengsengsarakan rakyat itu.

Tapi, tuturnya, meski pemerintah terpaksa menaikkannya juga mesti dilakukan dalam menyelamatkan keuangan negara, seharusnya lebih mengkedepankan penghematan beban pengeluaran di tiap-tiap Departemen. “Biaya yang terkesan kurang optimal dalam instansi pemerintahan sebaiknya sebagai langkah yang efektif dilakukan ketimbang menaikkan harga BBM,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: