Kejari Rantauprapat Tahan Ketua KUD Tersangka Korupsi Subsidi BBM Bantuan Pusat

Ketua KUD (Koperasi Unit Desa) Mina Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, ditahan Kejaksaan Negeri Rantauprapat terkait dugaan korupsi bantuan tunai subsidi BBM dari pemerintah pusat senilai Rp100 juta TA 2001-2002.
“Tersangka ketua KUD itu ditahan karena cukup bukti melakukan dugaan tindak pidana korupsi bantuan pemerintah pusat,” kata Kajari Rantauprapat melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) R Damanik SH, Kamis (15/5) sore, ketika dikonfirmasi SIB di kantor Kejari Jl Sisingamangaraja Rantauprapat.
Menurutnya, tersangka AWD (66) penduduk Jl Ahmad Yani, Sei Berombang, selaku ketua KUD Mina yang mendapat bantuan dana bergulir dari Menteri Koperasi dan UKM sebesar Rp100 juta tidak dapat mempertanggungjawabkan penyaluran bantuan lunak tersebut.
Padahal, Menteri Koperasi dan UKM menegaskan bantuan lunak itu bergulir dengan masa pen gembalian selama 3 tahun berjalan. Petunjuk teknisnya ditandatangani Menteri, Dinas Koperasi Pemkab Labuhanbatu dan 12 ketua koperasi di Labuhanbatu penerima bantuan termasuk Ketua KUD Mina Sei Berombang.
“Ternyata sejak tahun 2002 tersangka tidak mengembalikan bantuan setelah dipinjam anggota koperasi sampai sekarang,” ujarnya. Pihaknya juga mencek buku laporan KUD Mina tertanggal 30 April 2002, dalam buku tercatat saldo Rp21.375.000, namun uangnya tidak jelas.
Kasi Pidsus menyebutkan, tahun 2000 silam terpilih 12 koperasi di Labuhanbatu mendapat bantuan subsidi BBM dari Menteri Koperasi dan UKM sebesar Rp1.050.000.000, yakni; KUD Panji Rukun, KUD Sentosa, KUD Harapan, KUD Aek Raso, KUD Perintis, KUD Mina Sei Berombang, KUD Londut Jaya, KUD Bina Sawita, Koppas Maju, LKM Karya Maju, LKM Matahari dan BMT Muamalat. KUD mendapat bantuan masing-masing Rp100 juta dan LKM/BMT masing-masing Rp 50 juta dan langsung masuk ke rekening bank ketua koperasi.
Tersangka mencairkan dana bantuan dari BNI 46 tanggal 11 Januari 2001 sebesar Rp90 juta dan tanggal 15 Maret 2001 Rp10 juta. Tersangka menyalurkan bantuan ke 67 anggotanya sebesar Rp84.800.000 dan ternyata tidak kembali Rp40 juta. “Uang yang dikembalikan anggota pun digunakan tersangka termasuk sisa dana yang belum disalurkan. Itu juga diakui tersangka ketika diperiksa sebagai saksi,” tukas Damanik.
Ketua KUD Mina itu disangka melanggar pasal 2, pasal 3 jo pasal 18 UU No.31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Katanya, 10 orang saksi dalam kasus ini, termasuk Kadis Koperasi Pemkab Labuhanbatu Rr Soekaeny SE dan pejabat BNI 46 cabang Rantauprapat.
“Dalam proses penyidikan, tersangka ditahan sejak 14 Mei sampai 2 Juni 2008. Penasihat hukum tersangka, Gufron SH, memohon penangguhan penahanan, namun tidak kita diberikan mengingat tempat tinggal tersangka jauh dari Rantauprapat dan untuk mempermudah pemeriksaan lanjutan,” ungkapnya. (S25/k)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: