Dewan Kecam Tindakan RS Rantauprapat

* Pasien Gakin Dimintai Bayaran

Kalangan dewan kecam keras, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat. Itu, setelah badan usaha milik Pemkab Labuhanbatu disana, diduga telah melakukan tindakan kurang optimal dalam memberikan pelayanan medis bagi pasiennya yang berasal dari Keluarga Miskin (Gakin).

Kecaman itu, salahsatunya datang dari Jahotman Sinaga. “Apa sebenarnya program yang digadang-gadang pihak Pemkab Labuhanbatu, tentang berobat gratis itu. Seperti apa realisasinya,” kesalnya dengan nada bertanya.

Padahal, lanjutnya, tahun ini, pemerintah telah menganggarkan lebih dari Rp5 milyar untuk RSUD Rantauprapat. “Jadi, mengapa masih dilakukan pengutipan bagi keluarga yang tidak mampu,” kata anggota Komisi C DPRD Labuhanbatu yang membidangi Kesehatan itu, Minggu (18/5) di Rantauprapat.

Padahal, tambahnya, sejak beberapa tahun silam, pemerintah juga telah mendaftar keluarga kurang mampu untuk mendapatkan Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin (Askeskin). Dari sana, tambahnya, tidak akan dilakukan kutipan pembayaran bagi yang menjalanji perobatan di Sarana Kesehatan (Sarkes) milik pemerintah itu.

Tetapi, dilapangan terjadi sebaliknya, program yang ada tidak dilaksanakan sesuai ketentuan. Keadaan ini disinyalir Jahotman, terjadi akibat kurangnya sosialisasi kepada seluruh jajaran petugas kesehatan. Selain itu, minimnya SDM petugas itu sendiri. “Atau, mungkin dana program berobat gratis itu belum dapat dipergunakan pihak terkait,” paparnya.

Untuk kedepan, harapnya, pihaknya minta kepada RSUD Rantauprapat agar tidak mengulangi hal serupa dan bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Apalagi, imbuhnya, selaku aparat pemerintahan.

Sebelumnya, Direktur Badan Pengelola RSU Rantauprapat, dr H Tigor Panusunan Siregar SPd, ketika dikonfirmasi wartawan belum bersedia memberikan komentar.

Sebelumnya disebutkan, seorang pasien Gakin dari Desa Labuhanbatu Kotapinang beberapa waktu lalu menjalani pelayanan medis disana. Akibat, dari salahsatu jenis penyakit yang dideritanya. Namun, pasien dari kategori miskin itu, harus rela menerima perlakukan kurang baik dari pihak Rumah Sakit. Sebab, ketika diawal masuk ke RS itu, telah disuguhi bentuk pelayanan yang kurang optimal. Dimana, pihak RS meminta beberapa persyaratan pendukung bila ingin menjadi pasien Gakin di fasilitas umum (fasum) milik Pemkab itu.

Salahseorang kerabat pasien, belum lama ini, mengesalkan tindakan pihak RS yang serta merta meminta bukti-bukti diri dari sebagai Gakin kepada keluarga pasien. Padahal, ketika itu, keluarga pasien yang mengantar ke RS sedang tidak membawa persyaratan dimaksud, khususnya surat keterangan dari pihak Kepala Desa/Lurah setempat.

“Itukan bisa saja dijemput esok harinya. Tapi, pihak RS semula sempat ngotot walau akhirnya pasien diterima menjalani pelayanan medis disana selama tiga hari,” papar Herwinsyah Munthe, kerabat pasien yang juga ketua Yayasan Peduli Umat (YPU) Labuhanbatu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: