PADI Konser di Rantauprapat

* Tour Sumatera 2008, Dituding Ajak Generasi Muda Jadi Perokok

Konser grup band PADI, dituding sebagai sosialisasi dan upaya mengajak generasi muda untuk terlibat sebagai pengguna rokok. Itu, terlihat ketika grup pelantun berjudul “Sang Penghibur” ini, dalam Tour Sumatera 2008-nya yang disponsori salahsatu produsen rokok di lapangan Perisai di kawasan jalan Perisai Rantauprapat, Senin (19/5) malam.

Amatan di lapangan, setiap pengunjung yang ingin masuk menyaksikan konser itu, dibebankan membeli sebungkus rokok senilai Rp7000 perbungkus sebagai tiket masuk.

Ironisnya, bahkan ‘bahan sumber’ nikotin dan TAR itu juga bebas diperjual belikan kepada para anak-anak dan kaum wanita yang notabene bukan sebagai pengkonsumsi rokok.

Salahseorang salesboy mengakui kalau syarat masuk mesti membeli rokok. Tindakan itu jelas mendapat kecaman keras dari beberapa kalangan. Salahsatunya, dari Armansyah Siregar Ketua Dewan Pemantau Penyelenggaraan Negara Indonesia (DPPNI). Katanya, tindakan sponsor itu telah menyalahi ketentuan. Dimana, pemerintah melalui peraturannya, katanya, melarang bentuk-bentuk kampanye rokok yang dengan sengaja mengajak seseorang sebagai perokok.

“Ini malah sebagai syarat menyaksikan konser mesti membeli rokok,” ujarnya.

Tambahnya lagi, sedangkan iklan komersil rokok mematuhi ketentuan itu, untuk tidak mengajak seseorang merokok.

“Makanya, kita akan pertanyakan kelegalitasan kegiatan itu. Terlebih lagi, niat sponsor yang secara terselubung melakukan promosi rokoknya dengan kesan memaksa para fans PADI untuk membeli rokok,” tandasnya.

Senada dengan Siregar, Direktur Eksekutif Lembaga Bina Masyarakat Indonesia (LBMI) Yos Batubara juga mengesalkan even yang bertopeng hiburan itu mejadi ajang kampanye mengajak warga menjadi perokok. Sebab, upaya yang menjadikan masyarakat sebagai pencandu rokok. Sementara, seperti diketahui dan menjadi kewajiban bagi produsen rokok untuk menerakan pemberitahuan tentang bahaya rokok.

“Diberbagai tempat ditempeli slogan no smoking, atau lainnya yang mengisayaratkan bahayanya mengkonsumsi rokok. Koq pihak promotor konser itu malah memaksakan setiap orang yang ingin menyaksikan konser PADI untuk membeli rokok,” paparnya.

Tambahnya lagi, hal itu bukan hanya semata untuk meraup untung dari pelaksanaan acara itu, malah Yos menuding kemasan acara melalui Tour Sumatera 2008 itu layak untuk dipertanyakan.

“Konser jangan menjual racun. Karena, merokok dapat menyebabkan kanker,serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Kalau menjual rokok cukup di kedai-kedai atau kios. Tujuan konser adalah untuk menghibur bukan untuk mengajak menikmati racun,” tandasnya.

Serta, Jahotman Sinaga salahseorang anggota Legislasi di daerah itu juga berpendapat serupa. Bahkan, dia menuding keras tindakan itu sebagai upaya merusak mentalitas anak bangsa.

Untuk itu, ketusnya, promotor pelaksana itu semestinya dapat mempertanggungjawabkan tindakan itu. “Bagaimana tidak. Orang yang tidak merokokpun terpaksa membeli. Padahal, sebagai fans PADI mayoritas kaum anak-anak yang masih bersekolah. Dan juga, wanita yang bukan sebagai pecandu rokok.untuk itu,promotornya mesti bertanggungjawab akan hal ini,” tegasnya.

Terlebih lagi, manfaat yang nyata bagi pemerintah daerah setiap kali adanya kegiatan serupa tidak terlalu menonjol dalam hal ini untuk membantu keuangan daerah. Bahkan, potensi dampak negatifnya lebih besar, yakni dengan kemacetan arus lalulintas berpotensi besar terjadinya lakalantas, ujarnya.

Sayangnya, ketika hal ini ingin dikonfirmasi kepada pihak Promotor dan sponsor acara itu belum berhasil dihubungi terlebih lagi, Selasa (20/5) kemaren merupakan harilibur nasional.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: