Rencana Pembuatan Perda Miras Tuak, Layak Dikaji Ulang

Rencana pemkab Labuhanbatu untuk membuat peraturan daerah (perda) mengatur tentang penjualan dan pedistribusian minuman keras dan memasukan minuman tradisional Tuak didalamnya layak ditinjau ulang.

Soalnya, tidak tertutup kemungkinan, bila perda itu disahkan dan diberlakukan maka jumlah masyarakat miskin akan bertambah.

Demikian diungkapkan oleh Rikardo Barus SE angggota DPRD Labuhanbatu dari Fraksi PDI Perjuangan kepada wartawan di Rantauprapat, Rabu (21/5).

“Kalau perda yang mengatur tentang perijinan dan perdistribusian tuak diberlakukan, besar kemungkinan jumlah masyarakat miskin akan bertambah, karena banyak pengelola lapo tuak akan menutup warungnya,” katanya.

Padahal penyadap tuak itu setiap harinya hanya mendapatkan hasil sadapan sekitar 3-4 liter perharinya, bagaiamana pula kalau penyadap tuak tadi setiap hari menyadap dari tiga kecamatan, karena buah tangan aren yang akan disadap musiman, jadi berapa banyak pula ijin yang akan dikantongi serta pula biaya yang akan dibebankan untuk administrasi dari setiap perijinanya, tanyanya.

Disebutkan, salah satu dari draft perda minuman keras itu adalah memasukan tuak sebagai salah satu minuman keras. Bagi penjual tuak yang membuka warung diharuskan mendapat ijin dari Kepala desa atau lurah setempat, sedangkan bagi yang mendistribusikanya atau menjual antar kecamatan, ijinya dari Kecamatan, begitu juga yang antar Kabupaten, jelas Rikardo.

Sedangkan, praktisi hukum Haris Nixon Tambunan SH yang dimintai tanggapanya seputar draft perda tentang minuman keras yang mencantumkan minuman tuak didalamnya menyebutkan, apa bila perda itu disahkan dan diberlakukan, tidak tertutup kemungkinan pengusaha kedai tuak akan dijadikan sapi perahan oleh oknum oknum terentu yang memanfaatkannya. Diharapkan itu perda yang dimaksud dapat ditinjau ulang.

“Perlu diketahui, bahwa tuak merupakan minuman tradisional suku Batak yang diolah secara alami tanpa menambahkan zat kimia atau proses permentasi, bahkan dipercaya dapat menyambuhkan penyakit diabetes. Biasanya diminum untuk obat penghilang rasa capek dan lelah setelah seharian bekerja maupun pada acara acara resmi tertentu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: