Di Aekkanopan, Labuhanbatu korban Lakalantas Jadi Tersangka

Aneh tapi nyata. Di Aekkanopan, Labuhanbatu, seorang korban kecelakaan lalu-lintas (lalin) di Jalan Sukarame Aekkanopan, justru menjadi tersangka. Akibatnya, korban, Kasmini, melalui suaminya, Wilyanus Simanjuntak BSc, mengaku kecewa dengan kinerja aparat kepolisian Lalin dan Kepala Penjagaan dan Pengaturan (Kagatur) Lalin Aekkanopan.

“Saya meminta Polres Labuhanbatu bertindak tegas terhadap polisi lalulintas serta Kepala Penjagaan dan Pengaturan Lalulintas Aekkanopan karena dinilai ada kepentingan dalam kasus ini. Saya berharap, aparat Polantas bekerja proporsional dan profesional,” tegas Ketua PAC Partai Hanura Kualuh Hulu.
Pada kesempatan itu, Wilyanus menjelaskan, istrinya ditabrak di tengah badan jalan saat mengendarai sepeda motor Honda Revo BK 3775 ZM oleh Zulfahri, pengendara sepeda motor tanpa lampu BK 6883 QX, Minggu (27/4) malam. Usai kejadian, Kasmini segera diboyong ke Klinik Rizky Aek Loba untuk di-rontgen. Saat itu, lanjutnya, korban ditangani dr A Manala. Hasil rontgen memperlihatkan, korban mengalami patah tulang 3 bagian di kaki kiri. Selanjutnya, korban dirujuk ke RS Elisabeth Medan dan dioperasi. Ironisnya, kata Wilyanus, korban justru menjadi tersangka.
“Kan istri saya yang ditabrak. Kalau dijadikan tersangka, ya sama-sama jadi tersangkalah dengan lawan tabrakan,” sesalnya, Selasa (20/5) via telepon selularnya.
Tak hanya itu, Wilyanus juga merasa janggal dengan surat panggilan tersangka untuk hadir ke Polres Labuhanbatu pada 19 Mei 2008 sekira pukul 09.00 WIB. Anehnya, surat itu diantar petugas Banpol pada tanggal 19 Mei 2008 sekira pukul 19.00 WIB.
“Itu kan janggal. Masa kita diharapkan datang pagi hari, tetapi panggilannya diantar malam. Lagipula, saat itu istri saya jug amasih menjalani perawatan medis dan belum bisa hadir pada waktu itu,” ungkap Wilyanus yang juga Ketua PAC GAMKI Kualuh Hulu.
Lebih lanjut dikemukakannya, setelah peristiwa tabrakan, petugas Lantas dan Kagatur tidak menerima laporannya dengan alasan terlambat. Tetapi, pada 19 Mei 2008 malam, seorang Banpol bernama Adi mengantar surat panggilan bertanggal 16 Mei 2008 ke rumahnya supaya istrinya Kasmini selaku tersangka hadir ke Polres di Rantauprapat tanggal 19 Mei pagi. Dasar surat laporan, ucapnya, Pol No:LP/89/V/2008/Lantas tanggal 27 April 2008 atas nama pelapor Bripka H Matondang.
Kasat Lantas Polres Labuhanbatu Iptu Tris Lesmana Zeviansyah SH SIK, ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (20/5) sore, berjanji akan menindak anggotanya yang melakukan kesalahan.
“Tidak ada masalah dengan keterlambatan surat panggilan sampai ke tangan pihak terkait karena masih diberi tenggat waktu. Pihak Pos Lantas harus membuat keterangan keterlambatan itu,” tegasnya.
Disebutkan pula, pihak keluarga korban kerap terlambat melaporkan kejadian itu karena sibuk mengurus korban. “Namun dalam kasus ini akan dicek dulu apakah benar pada tanggal yang disebutkan terjadi kecelakaan,” tukasnya.
Menanggapi terlambatnya surat penggilan sampai ke tangan pihak yang dipanggil, Kapolres Labuhanbatu AKBP Toga H Panjaitan menyarankan pihak bersangkutan untuk mengonfirmasi ke Unit Laka. “Biasanya, polisi memberi tenggat waktu sampai 2 hari. Dikonfirmasi saja ke Unit Laka bahwa korban terlambat menerima surat dan korban masih dalam perawatan,” tandasnya.

*mawardi berampu
MedanBisnis – Rantauprapat

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: