Kajati Kumpulkan Seluruh Kajari

Sehari setelah kedatangan tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Gedung Kejati Sumut, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Gortap Marbun memanggil seluruh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se-Sumut.

Pertemuan tersebut digelar di aula lantai III Gedung Kejati, Jalan Abdul Haris Nasution, Medan, mulai pukul 9.00–12.30 WIB. Menurut Kasi Penkum Kejati Sumut Edi Irsan, pertemuan tersebut tidak ada kaitannya dengan kedatangan KPK sehari sebelumnya. “Wah, bukan karena itu. Kami melakukan sosialisasi pola penanganan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) dan peningkatan kinerja pengusutan kasus tipikor kepada masing-masing Kajari.

Ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Jaksa Agung dengan seluruh Kajati di Jakarta,” beber Edi. Dia menjelaskan, dalam pertemuan antara Jaksa Agung dan seluruh Kejati itu ditegaskan bahwa target 5:3:1 dalam pengusutan kasus korupsi merupakan ketentuan yang harus dilaksanakan. Evaluasinya dilakukan berdasarkan dua pola, yaitu berdasarkan surat perintah penyidikan sebagai evaluasi tahun berjalan dan berdasarkan jumlah penuntutan atau pelimpahan perkara ke pengadilan sebagai evaluasi akhir tahun.

Artinya, jumlah target kasus korupsi yang ditangani itu didasarkan kepada jumlah penerbitan surat perintah penyidikan. ”Misalnya, satu Kajari dalam tahun itu mengeluarkan tiga surat perintah penyidikan terkait tipikor. Tapi yang diajukan ke pengadilan dalam setahun itu hanya dua perkara. Ini boleh-boleh saja. Namun, di akhir tahun nanti akan dievaluasi satu perkara yang surat perintah penyidikannya telah diterbitkan, kenapa tidak dilimpahkan ke pengadilan,” beber Edi.

Dengan begitu, penanganan kasus korupsi yang dilakukan kejaksaan tidak terkesan hanya kejar target. ”Di akhir tahun akan ditelaah,di mana kendala tidak dimajukannya suatu kasus tipikor sehingga tidak bisa dilimpahkan ke pengadilan. Dari situ bisa diambil keputusan apakah penyidikannya dihentikan atau masih jalan di tempat. Ini akan menjadi bahan evaluasi pimpinan di akhir tahun,”kata alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ini.

Kajari Binjai M Nasir mengakui pertemuan yang digelar di Gedung Kejati Sumut kemarin terkait penekanan pemenuhan target pengusutan korupsi. Kajari Binjai sendiri optimistis target tersebut bisa tercapai. ”Kami sudah melakukan pengusutan beberapa kasus dugaan korupsi. Makanya, kami optimistis target tiga penerbitan surat perintah penyidikan itu akan bisa kami penuhi,”tandasnya. Hal serupa disampaikan Kajari Rantauprapat Ali Hanafiah.

Pihaknya sudah memenuhi target pengusutan tiga kasus korupsi. Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut Agoes Djaja mengatakan,sejauh ini kinerja Kejari di Sumut terkait penanganan kasus korupsi ini sudah menunjukkan tren membaik. Buktinya, ada peningkatan penanganan kasus di masing-masing Kejari. (rahmad nur lubis/SINDO)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: