Perkosa Gadis Dibawah Umur

* PN Rantauprapat Ganjar 3 Pelaku, 23 Tahun Penjara

Derita yang dialaminya melukai perasaan setiap wanita. Gadis muda, sebut saja Derita (18) ini, mesti rela terpaksa kehilangan kegadisannya oleh ulah tiga pria tak bermoral yang memperkosanya ‘ala sum kuning’.

Derita, sebagai korban pemerkosaan itu, merupakan anak yatim piatu. Dan, mungkin karena tanpa orangtua akhirnya rela untuk tidak menikmati pendidikan sekolah seperti gadis-gadis lain seusianya.

Beberapa tahun belakangan, Derita yan hanya hidup sebatang kara ini, mesti tinggal bersama di rumah familinya H Bahrum Siregar di Dusun Hapesong, Desa Bandar Kumbul, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu.

Tinggal dan numpang dengan famili, Derita menyadari kondisi itu. Terlebih lagi, sebagai gadis yang rajin, Derita selalu membantu keluarga familinya untuk bekerja di rumah maupun ikut membantu kerja di areal perladangan Bahrum Siregar. Rutinitas itu, selalu ditekuninya.

Namun, naas baginya. Minggu siang kelam di tanggal 28 Oktober 2007 lalu, sekira pukul 11:00 WIB, Derita yang rencananya hendak berangkat seorang diri ke areal perladangan familinya, terpaksa mengalami perlakuan bejat oleh 3 pria di dalam sebuah gubuk.

Siang itu, dalam perjalanan dari rumah Siregar menuju perladangan yang tidak jauh jaraknya, ketika akan melalui sebuah gubuk, berjarak 10 meter, Derita bertemu dengan terdakwa Darman Hulu dan Delianus.

Ketika itu, keduanya membangunkan Riusman dan mereka mendekati korban serta menyapanya. “Mau kemana dek?” tanya mereka, lalu dijawab saksi korban “Mau ke ladang” sambil menghampang langkahnya menuju ladang.

Ketiga terdakwa mengajak korban cakap-cakap. Larut dalam perbincangan, sejurus kemudian Delianus dan Darman Hulu merangkul pundak saksi korban lalu mengajak ke gubuk. Korban ditidurkan di lantai gubuk itu. Korban lantas meronta setelah ketiga terdakwa secara paksa menindihnya. Sayang, korban tak berdaya melawan ketiga pelaku.

Riusman memegang tangan korban dibantu terdakwa Darman Hulu memegang kaki sehingga Delianus leluasa mencabuli serta menyetubuhi saksi korban hingga puas. Setelah itu, Riusman ambil peran memperkosa saksi korban dimana Delianus memegang tangan korban dan Darman Hulu memegang kakinya. Terakhir giliran terdakwa Darman Hulu yang tak mau ketinggalan. Tangan korban dipegang Delianus dan kakinya dipegang Riusman.

Setelah ketiga pelaku puas melampiaskan nafsu bejatnya, mereka lalu pergi meninggalkan korban yang sudah pingsan di gubuk.

Para pelaku pemerkosa anak diawah umur, diganjar hukuman penjara oleh pengadilan negeri (PN) Rantauprapat.

Tiga pria pemerkosa anak perempuan yatim piatu secara bergiliran mesti pertanggungjawabkan perbuatannya selama 23 tahun mendekam dalam penjara.

Dua diantanranya anak-anak, dijatuhi hukuman pidana penjara selama 11 tahun dan pelaku dewasa dihukum 12 tahun penjara.

Majelis hakim dipimpin Irwan Munir SH MH menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa Darman Hulu alias Headah (21) penduduk Dusun Hapesong, Desa Bandar Kumbul, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, lebih ringan 2 tahun dari tuntutan Jaksa penuntut umum (JPU) Belman Tindaon SH, Kamis (22/5), yang sebelumnya menuntutut agar terdakwa dipidana penjara selama 14 tahun.

Menurut majelis hakim, terdakwa Darman Hulu alias Headah bersama 2 temannya (dalam berkas perkara terpisah), yakni; terpidana Delianus alias Deli alias Petrus Delianus Laoli (14) dan terdakwa Riusman Waruwu alias Rinu alias Arius Waruwu (15) warga Dusun Hapesong, memperkosa seorang gadis di bawah umur secara bergiliran. Korban sebut saja bernama Derita (18) diperkosa para terdakwa hari Minggu 28 Oktober 2007 sekira pukul 11:00 WIB di dalam gubuk milik Riusman di Dusun Hapesong.

Selain dari keterangan saksi-saksi, JPU membuktikan dakwaannya dengan hasil visum et repertum No:445/617/SEKR/2007 tanggal 1 November 2007 yang dibuat dan ditandatangani dr Ainal Syahputra SpOG dokter spesialis Obgyn pada RSU Rantauprapat.

Ketiganya didakwa melanggar pasal 81 ayat (1) UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan kesatu. Dakwaan kedua melanggar pasal 285 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Delianus dan Riusman olah hakim tunggal Irwan Munir pada hari Senin (4/2/08) silam, menyatakan terbukti secara sah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan kesatu. Irwan mempidana kedua terdakwa yang masih tergolong anak-anak itu masing-masing 5 tahun 6 bulan penjara, denda Rp60 juta subsider 30 hari wajib mengikuti latihan kerja. Sebelumnya, JPU Ika Syahfitri Salim SH menuntut agar Delianus dan Riusman dihukum masing-masing 7 tahun penjara.

Dalam persidangan, Kamis (22/5), meski terdakwa Darman Hulu bersumpah tidak melakukan perkosaan, majelis hakim yang dipimpin Irwan Munir menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memperoksa korban sebagaimana disebut dalam dakwaan kesatu pasal 81 ayat (1) UU No.23 tahun 2002 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Darman Hulu dihukum pidana penjara selama 12 tahun, denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Atas putusan itu, terdakwa Darman menyatakan pikir-pikir, demikian halnya dengan JPU.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: