Sotar Lubis Bakal Jadi Tersangka

Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Sotar Lubis hampir dipastikan menjadi tersangka kasus penyetoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sumber SINDO di Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat mengungkapkan, Sotar Lubis bakal dijadikan tersangka setelah melihat hasil pemeriksaan lima pejabat dinas, yakni Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pasar Lama Bahriun Dalimunthe, Kacabdis Pasar Baru Juardani, dan Kacabdis Pasar Aek Nabara Khaidir Razali. Juga Bendahara Penerima PAD Dinas Pasar dan Kebersihan Darlina Dalimunthe serta Kasubdis Pendapatan Muliaman.

’’Hasil pemeriksaan kami dari tiga orang yang diperiksa, status tersangka sudah mengarah kepada Kadis Pasar Sotar Lubis.Tinggal menunggu putusan user (Kajari Rantauprapat) aja,’’ tutur sumber tadi yang enggan namanya ditulis. Sebelumnya,Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Ramli Damanik menyatakan,berdasarkan pemeriksaan tiga Kacabdis Pengelola Pasar, penerimaandanasewa ruko menjadi urusan dan diterima langsung Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Kabupaten Labuhanbatu. Kasus dugaan korupsi ini bermula dari hasil temuan DPRD Labuhanbatu.

Menurut anggota DPRD Dahlan Bukhori,berdasarkan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Bupati T Milwan, tertulis Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2007 dari sewa rukomasukke kassampai batas waktu adalah Rp492 juta. Padahal, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No 32/2002 tentang Klasifikasi Sewa Ruko, jumlah yang harus disetor Rp540 juta. Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Rantauprapat Novhan Siregar memberikan sinyal kuat bahwa tak lama lagi Sotar bakal ditetapkan menjadi tersangka. Novhan menyatakan, pekan depan Kejari Rantauprapat segera memaparkan hasil penanganan kasus dugaan korupsi PAD di dinas itu.

Nama Kajati Sumut Dicatut

Sementara itu,saat Kejari Rantauprapat berusaha menemukan titik terang atas kasus Sotar Lubis, ada pihak yang berusaha memanfaatkan kasus itu dengan meminta imbalan Rp25 juta.

Anggota tim jaksa penyidik Prada Situmorang kepada SINDO menyatakan,ada seseorang mengaku Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut Gortab Marbun menelepon hingga dua kali ke salah seorang Kepala Subdinas (Kasubdis) Pasar dan Kebersihan. Telepon pertama orang yang mengaku Gortab itu menjanjikan kepada Kasubdis bisa membantu Sotar.

Nah,Kasubdis itu melapor kepada Prada tentang isi telepon itu. Prada pun memerintahkan Kasubdis agar memberikan nomor ponselnya kepada oknum tadi. Tak berapa lama, Prada dihubungi penelepon gelap tersebut. Orang itu mengaku bisa membantu menyelesaikan kasus yang membelit Sotar Lubis.Intinya, kalau sudah jadi tersangka, Sotar Lubis jangan ditahan. Namun, dia (Kasubdis atau Sotar) harus mentransfer Rp25 juta. (sartana nasution/SINDO)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: