Didakwa Curi Ayam 2 Ekor, Ketua SPSI PT HSJ Divonis Bebas JPU Kasasi

Ketua SPSI PT Haris Sawit Jaya (HSJ) Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu, Jhoni Harapan Purba (42), dibebaskan dari dakwaan dan tuntutan Jaksa penuntut umum (JPU) yang mendakwanya mencuri ayam 2 ekor dan memotongnya untuk acara ulang tahun anaknya.
Majelis hakim yang dipimpin Irwan Munir SH MH, hakim anggota Nurmala Sinurat SH dan Nelly SH, dalam amar putusannya di sidang Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan mencuri ayam 2 ekor milik saksi korban Arianus Zai, pada hari Selasa 25 Desember 2007 sekira pukul 06:30 WIB dari belakang rumah mereka kompleks perumahan karyawan STU PT HSJ.
Sebelumnya, JPU meyakini terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana, dengan sengaja mengambil ayam 2 ekor yang seluruhnya atau sebahagiannya milik saksi Arianus Zai dengan maksud menguasai itu dengan melawan hukum, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam apasal 362 KUHP. Jaksa menuntut agar mejelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara bagi terdakwa selama 5 bulan.
Menurut JPU Muhammad Jeki Kaban SH, korban mengetahui ayamnya hilang ketika pergi ke belakang rumahnya dan melihat ayamnya kurang 2 ekor. Korban mencari namun tidak ketemu. Selanjutnya ia melintas dari belakang rumah terdakwa dan melihat terdakwa sedang memotong ayam.
Saksi korban mendatangi terdakwa. “Pak, itu kan ayam saya, kenapa dipotong,” kata saksi korban Arianus. “Ah, mana pula ayam mu ini,” timpal terdakwa menjawab saksi korban.
“Demi Tuhan Pak, itu ayam saya,” tukas saksi korban. “Ya sudah, kalau itu memang ayam mu ambillah, aku tak keberatan,” jawab terdakwa.
Akibat tindakan terdakwa, tambah JPU, saksi korban mengalami kerugian sebesar Rp120.000 atau lebih dari Rp250.
Ketua majelis hakim Irwan Munir SH MH yang dikonfirmasi SIB, mengatakan di sekitar tempat tinggal korban, terdakwa warga STU PT HSJ juga memiliki ayam yang dipelihara isterinya sehingga terdakwa tidak mengenali betul ayam peliharaan isterinya. Ayam terdakwa dengan ayam korban sama-sama tidur di atas pohon di belakang rumah mereka. Tetangga terdakwa yang menjadi saksi dalam perkara ini juga mengetahui terdakwa memiliki ayam. Dan saksi yang dihadirkan JPU tidak mengetahui betul ayam itu milik korban.
Pagi itu, kata Munir, ayam betina yang disebut korban ayamnya ditangkap isteri terdakwa dan ayam jantan yang juga disebut korban itu ayamnya ditangkap terdakwa.
“Seharusnya yang dipermasalahkan itu siapa pemilik ayam tersebut,” tukas Irwan Munir seraya mengatakan terdakwa tidak terbukti sah mencuri ayam. Dalam putusan tersebut, majelis memulihkan nama baik terdakwa.
Terdakwa Jhoni Harapan Purba yang didampingi Penasihat Hukumnya Doritz Bidould Tampubolon SH, terlihat merasa lega dengan putusan majelis hakim yang membebaskannya dari dakwaan dan tuntutan jaksa.
Namun atas putusan itu, JPU Muhammad Jeki Kaban SH menyatakan melakukan upaya hukum kasasi ke MA. (S25/o/harian SIB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: