Palsukan Tandatangan Warga, Aiptu Rusli Dihukum dalam Sidang Disiplin Polri di Polres Labuhanbatu

Dituduh memalsukan tandatangan 30 orang warga Desa Polo Dogom, Kecamatan Kualuhulu, Kabupaten Labuhanbatu, Aiptu Rusli selaku Babin Kantibmas Polsek Kualu Hulu dihukum dalam sidang disiplin Polri di aula Kamtibmas Mapolres Labuhanbatu, Kamis (22/5).
Dalam sidang itu, Kanit P3D Iptu TR Nababan menuntut agar Aiptu Rusli dikenakan hukuman ditempatkan di tempat khusus (kurungan) selama 14 hari, mutasi bersifat demosi (dimutasikan tidak diberi jabatan) dan penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 tahun.
Kanit Reskrim Polsek Kualuh Hulu Iptu Agus S selaku perwira pembela, mengajukan pembelaan bahwa Aiptu Rusli selama bertugas belum pernah melanggar disiplin dan beradaptasi baik dengan masyarakat di daerah tugasnya selaku Babin Kamtibmas di Desa Pulo Dogom, Londut dan Kualuh Beringin, Kecamatan Kualuhulu.
Majelis hakim Kompol Iskandar M Nur akhirnya menyatakan Aiptu Rusli terbukti bersalah melanggar disiplin dan kode etik Polri. Memutuskan, menghukum Aiptu Rusli ditempatkan di tempat khusus selama 7 hari, mutasi bersifat demosi dan menunda kenaikan gaji berkala selama 1 tahun.
Hal itu diungkapkan Mhd Rulis Harahap kepada sejumlah wartawan di Rantauprapat, Kamis (22/5). Katanya, dia selaku orangtua dari Mhd Rizal Syah Alam Harahap telah dirugikan oleh Aiptu Rusli dengan pemalsuan tandatangan untuk membantu 3 orang temannya polisi yang didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat menganiaya Mhd Rizal Syah Alam Harahap alias Pi Jai dalam sel tahanan Mapolsek Kualuhulu di Aek Kanopan.
Mhd Rulis selaku saksi pelapor dalam kasus itu menyebutkan, Aiptu Rusli bertindak diskriminatif menjalankan tugas. Katanya, banyak kasus-kasus kejahatan yang diungkap Polsek Kualuhulu tetapi tidak ada warga yang sampai menyampaikan terimakasih dengan membubuhkan tandatangan diprakarsai polisi. Pekerjaan Aiptu Rusli bertolak belakang dengan tugasnya selaku anggota Polri menjabat Babin Kamtibmas karena telah meresahkan masyarakat dengan membuat tandatangan palsu.
Katanya, Aiptu Rusli mengajak warga membuat tandatangan atau memalsukan tandatangan untuk kepentingan penyampaian ucapan terimakasih ke Polsek Kualuhulu dan Polres Labuhanbatu karena telah menangkap Mhd Rizal Syah Alam Harahap alias Pi Jai dengan alasan bahwa Pi Jai sering membuat keributan dan tindakan brutal di Pulo Dogom.
Mhd Rulis mangungkapkan, pada bulan Agustus 2005 silam anaknya Pi Jai berkelahi dengan anak-anak remaja di Pulo Dogom. Polisi menangkapnya namun di dalam sel, Bripka Kuat Minarto, Brigpol Robinson Simatupang dan Bripda Manarsar Tambunan menganiayanya. Mhd Rulis selanjutkan melaporkan kasus itu dan oknum polisi pelaku dihukum percobaan di PN Rantauprapat.
“Bahwa pertimbangan hakim memberi hukuman ringan salah satunya atas dasar surat ucapan terimaksih ke Polsek yang dibuat Aiptu Rusli,” ungkap Rulis seraya menyebutkan kasus itu terungkap tahun 2007, sampai dijabat 3 Kapolres dan 5 Kasat Reskrim di Polres Labuhanbatu.
Kapolres Labuhanbatu melalui Pabung/Kasat Reskrim AKP M Junjung Siregar ketika dikonfirmasi SIB, mengatakan belum mengetahui putusan dalam sidang disiplin dimaksud. (S25/o/HARIAN SIB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: