BLT plus di Labuhanbatu Disalurkan Awal Juni

Distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT) puls di Labuhanbatu menunggu selesai penyaluran kartu penerima. Dan, jika tidak ada halangan, akan terealisasi awal Juni 2008 mendatang.

Program Konpensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) itu, yang peruntukkannya setiap kepala rumah tangga sebesar Rp100 ribusetiap bulannya bagi rumah tangga miskin di Labuhanbatu itu, akan terealisasi setelah aparatur desa dan kelurahan selesai melakukan distribusi kartu penerima.
“Pendistribusian diawali dengan pemberian kartu penerima BLT kepada masing-masing keluarga miskin sebagai penerima BLT plus. Pihak aparat pemerintah ditingkat Desa/Kelurahan yang akan membagikannya,” kata Nizamuddin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Labuhanbatu, Selasa (27/5) di Rantauprapat.

Penyaluran BLT plus tahun ini, tambah Nizamuddin, setiap penerima yang terdaftar hanya memperoleh 7 bulan. “Itu, terhitung sejak bulan Juni hingga Desember 2008 mendatang. Pada tahap awal, bulan Juni hingga Agustus, warga sekaligus menerima tiga bulan. Masing-masing memperoleh Rp300.000,” bebernya.

Penyaluran BLT Plus yang secara serentak dilakukan di Indonesia itu, untuk Labuhanbatu, dipastikan sebanyak 57.333 rumah tangga yang berhak sebagai penerimanya. Dimana, katanya, dengan angka itu, telah terjadi pengurangan angka penerima dari data penerima BLT sebelumnya.

“Hal itu setelah dilakukan perampingan sekitar 4471 rumah tangga. Karena, saat pendataan 2005 lalu dan penyalurannya, ada yang tidak layak untuk menerima bantuan itu. Itu, telah dilaporkan kepusat,” ungkapnya.

Meski demikian, dia juga tidak menampik kurang akuratnya data yang ada. Sehingga, ketika kedepan ditemukan adanya warga miskin yang belum terdaftar, Nizamuddin mengaku akan mendata ulang kembali pada September hingga Desember 2008 untuk penyaluran ditahun 2009.

Namun begitu, ia mengharapkan agar pihak kantor Pos dan perangkat desa melakukan musyawarah akan hal itu. Perhitungan dia, ada sekitar 10 persen kartu yang tidak ada pemiliknya. “Hal itu dikarenakan yang telah terdaftar telah meninggal dunia. Atau, telah pindah alamat dan berubah statusnya. Untuk itu kita harapkan agar dananya dibagi kepada yang tidak terdaftar. Tapi, dengan catatan calon penerima memang benar-benar miskin,” sarannya.

Disana, katanya akan diperlukan peran perangkat desa dan kantor Pos untuk memusyawarahkannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: