Majikan Perkosa Gadis Belia Yatim Piatu di Labuhanbatu

Malang nian nasib gadis belia ini. Sebut saja namanya Derita (13) warga perantauan asal Kota Padangsidimpuan, diperkosa majikannya, berinisial RD (37) penduduk Desa Lingga III Gg Abadi Sigambal, Kecamatan Rantau Selatan, Minggu (25/5) sekira pukul 04.00 WIB di lokasi perkebunan kelapa sawit Buluh Cina, Kecamatan Bilahulu, Kabupaten Labuhanbatu.
Informasi yang dihimpun wartawan, korban yang sedang tertidur pulas di kamar rumah tinggalnya dibangunkan majikannya dengan alasan menemani menjemput istrinya dari toko milik tersangka di Sigambal, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu. Awalnya korban menolak tetapi karena terus didesak akhirnya korban menuruti. Mereka berangkat dengan mengendarai mobil sedan warna hitam milik tersangka.
Di perjalanan, tersangka tiba-tiba menghentikan mobilnya di dalam perkebunan sawit. Tersangka memaksa korban untuk melakukan hubungan suami isteri. Korban menolak, namun setelah dipaksa dan diancam bunuh, akhirnya korban pasrah ketika kehormatannya direnggut pria beranak 5 itu.
“Saat itu saya sedang tidur pulas di kamar, Bapak membangunkan serta mengajak saya untuk menemaninya menjemput istrinya dari toko. Karena rasa kantuk, saya menolak, namun karena didesak akhirnya saya menuruti permintaan Bapak. Namun sesampainya di tengah perkebunan sawit mobil dihentikan oleh Bapak dan saya di perkosa,” ungkap korban yang mengaku anak yatim piatu ini ketika ditemui wartawan di kediaman kerabatnya di Rantauprapat.
Dia mengaku diancam bunuh oleh tersangka ketika menolak melayaninya. “Karena saya menolak Bapak langsung mengancam akan membunuh saya, akhirnya saya pasrah,” keluh gadis berkulit hitam manis dan berwajah ayu ini.
Setelah memperkosa korban, lantas majikannya mengantarkannya kembali ke rumah dan berpesan agar tidak bercerita kepada siapapun. Korban mengaku diberi uang oleh majikannya Rp600.000. “Namun saya menolak uang itu, hingga akhirnya Bapak pergi meninggalkan saya di rumah,” ujarnya.
Setelah majikannya pergi, korban lalu menemui kakak sepupunya. “Setelah mendengarkan cerita saya, lantas kakak mengajak saya ke rumah kepala desa dan kami langsung melapor ke Polres siang harinya,” tambah korban.
Laporan korban diterima Kepala SPK “C” Iptu Yudha Setiawan dengan nomor laporan Polisi No.Pol:LP/569/V/LB-SPK-C tanggal 25 Mei 2008. Saat ini, kata polisi, tersangka sedang dalam pencarian. (S25/v/SIB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: