Rektor UA Labuhanbatu, Ditahan Polres

*Kapolres : Kemungkinan akan Bertambah Tersangka Lainnya

Terkait dugaan PTS UA Labuhanbatu illegal. Akhirnya, Rektor Perguruan Tinggi Swasta (PTS) itu ditahan pihak Mapolres Labuhanbatu.

H B, M.M (51) warga Jln Padang Pasir Gang Kua Kec Rantau Selatan Labuhanbatu ini, ditahan di sel Mapolres Labuhanbatu sejak Senin (26/5) lalu. Itu, setelah dilakukan periksaan secara intensif. Sehingga, terbukti melanggar Undang-Undang tentang Sisdiknas (sistem pendidikan Nasional).

Hal ini dikatakan Kapolres Labuhanbatu AKBP Drs Toga H Panjaitan melalui Kasat Reskrimnya AKP M Jungjung Siregar SH ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya. “Akibat perbuatan tersangka H. B , M.M ini, sebanyak 114 mahasiswa yang kuliah di UA yang dipimpinnya itu mengalami kerugian sekira Rp1 Milliar,” ujarnya.

Dengan adanya penahan terhadap HB, maka mampu menepis tudingan pihak mahasiswa yang menduga pihak Mapolres tidak serius dan tanggap akan penanganan masalah itu.

“Dugaan para rekan-rekan mahasiswa itukan merasa pihak Polres tidak serius melakukan kasus itu terjawab. Hal itu boleh-boleh saja. Tapi, buktinya kerja penyidikan, tetap kita tunjukkan. Sehingga, kasus Universitas illegal yang merugikan ratusan mahasiswa ini dapat diproses dengan tuntas,” tegas Kasat.

Soalnya, sebelumnya, puluhan mahasiswa korban selaku pengadu terkait kasus dugaan Universitas illegal itu ketika mendatangi Mapolres Labuhanbatu, sempat berkomentar agar kasus UA itu diproses dengan tuntas. Terutama para aktor intelektualnya.

“Kami sudah tau, rektornya sudah diselkan, tetapi aktornya kan belum ditahan. Siapa yang mengangkat dan menempatkan rektornya (tersangka H B, red) itu, kan belum tersentuh hukum,” kata sejumlah mahasiswa Alwasliyah yang mendatangi Polres Labuhanbatu.

Menanggapi komentar para mahasiswa/mahasiswi Alwasliyah ini, KapolresLabuhanbatu melalui Kasat Reskrim AKP M Jungjung Siregar mengatakan kasus itu masih masih terus dikembangkan.

“Beberapa hari ini, pasti akan terungkap lagi siapa tersangka lainnya. Kita tunggu hasil pemeriksaan dari pemeriksaan para anggota penyidik,” kata Kasat.

Kasat Reskrim menambahkan akibat perbuatan yang dilakukan tersangka Rektor Alwasliyah ini, ratusan mahasiswa/mahasiswi dirugikan dan tak bisa digunakan ijazahnya untuk melamar perkerjaan. “Ijazahnya itu tidak diakui pihak instansi maupun Dinas Pendidikan Nasional,” kata Kasat.

Menurut Kasat, tersangka H B ini disangkakan pada pasal 71 yo 62 ayat 1 Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) dan junto pasal 378 KUHP.

Ia menegaskan kemungkinan akan bertambah para tersangka lainnya. Siapa yang mengangkat rektornya itu, kan harus diperiksa secara intensif, tegas Kasat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: