JPU Minta Majelis Hakim Tidak Dramatisir Persidangan, Saksi Menangis

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat memohon majelis hakim tidak mendramatisir persidangan.
Itu dimohonkan JPU Belman Tindaon SH kepada majelis hakim yang dipimpin Moestofa SH MH yang juga Ketua PN itu dalam sidang lanjutan perkara pidana dugaan korupsi di tubuh Dinas Kesehatan Pemkab labuhanbatu sekitar Rp Rp1.768.225.182 yang melibatkan Kepala Dinas, Wakil dan bendahara/juru bayar non gaji, HJH (50), pada pemeriksaan saksi-saksi, Selasa (27/5), di Pengadilan Negeri Rantauprapat.
Menurut Jaksa, saksi jadi menangis di persidangan setelah Ketua Majelis Hakim Moestofa meminta supaya saksi tidak menangis. Sementara menurut ketua, saksi menangis karena temperamen suara JPU dalam menyampaikan pertanyaan pada perkara terdakwa Wakadis.
Belman di luar persidangan mengakui dirinya meminta majelis hakim tidak mendramatisir persidangan. Sedangkan masalah suara, menurutnya biasa saja. Bukan membentak saksi.
Penasihat hukum (PH) terdakwa Kadis dr HNFH MKes dan Wakadis, R Sujoko SH, memohon jaksa tidak menekan saksi dalam memberikan pertanyaan karena nasib terdakwa berada di tangan saksi-saksi.
“Kami penasihat hukum sependapat dengan JPU tetapi mohon kepada penuntut umum tidak menekan saksi karena nasib terdakwa ada di tangan saksi,” ujar R Sujoko. JPU menyebut bukan menekan tetapi supaya saksi tegas sebab dana yang ada pada UPT Dinas Kesehatan bersumber dari APBD.
Pada persidangan itu, 2 saksi yang dihadirkan JPU diperiksa majelis hakim. Kepala Puskesmas Model Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, dr Farida Hanum dan mantan Kepala Puskesmas Suka Makmur dan Puskesmas Janji dr Sanny Sitompul diperiksa sebagai saksi untuk kedua kalinya dalam perkara terdakwa Kadis dr HNFH MKes (47) dan Wakadis oleh majelis hakim Moestofa SH MH, Syahru Rizal SH dan Bony Daniel SH serta majelis hakim Syahru Rizal SH, Alex TMH Pasaribu dan Bony Daniel SH secara estafet.
Pemeriksaan saksi dr Farida Hanum diawali oleh majelis hakim yang dipimpin Moestofa SH MH. Setelah itu majelis hakim tersebut memeriksa saksi dr Sanny Sitompul dalam perkara terdakwa Kadis dr HNFH MKes. Dalam persidangan itulah saksi ini menangis setelah mendengar pertanyaan jaksa. Seusai persidangan itu, majelis hakim yang dipimpin Syahru Rizal SH membuka sidang dan memeriksa saksi dr Farida Hanum dalam perkara terdakwa Wakadis.
Saksi dr Farida Hanum mengaku tidak mengetahui berapa kebutuhan operasional dan siapa yang menyusun anggaran Puskesmas Model yang dipimpinnya. Dari sejumlah pertanyaan JPU, saksi lebih memilih menjawab tidak dan lupa atau tidak ingat. Namun dia mengakui ada bukti penerimaan barang berupa obat-obatan, lemari, kursi dan lainnya serta bukti penerimaan uang.
Di akhir persidangan ini, kedua saksi masih diminta hadir untuk memberikan keterangan pada persidangan selanjutnya, Jumat (30/5), untuk memperlihatkan bukti-bukti surat penerimaan barang dan uang dari Dinas Kesehatan dalam pelayanan kesehatan TA 2004-2005. (S25/x/SIB)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: