Organda Labuhanbatu Ancam Mogok Massal Tuntut Pemerintah Subsidi Angkutan Penumpang 12 Liter per Hari

Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Labuhanbatu mengancam akan melakukan mogok massal. Organda menuntut pemerintah memberikan subsidi langsung berupa minyak 12 liter per hari dan pemerintah menetapkan tarif baru angkutan penumpang umum untuk menyesuaikan biaya operasional dengan naiknya BBM.
“Aksi itu akan kita lakukan menolak naiknya harga BBM. Kita akan mogok beroperasi selama pemerintah belum memberikan subsidi langsung berupa minyak 12 liter per hari bagi setiap angkutan penumpang umum berplat kuning,” ungkap Zulkifli Hasibuan kepada SIB, Senin (26/5) malam, di Rantauprapat.
Katanya, tuntutan itu merupakan bukti protes para pengusaha angkutan di daerah itu atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM rata-rata 28,7 persen. Tuntutan itu paling tidak pemerintah harus memberlakukan harga BBM lama kepada sejumlah angkutan umum atau mobil penumpang umum berplat kuning.
Pemkab Labuhanbatu, katanya, juga harus segera menetapkan tarif/ongkos penumpang per kilometer atau per estafet untuk menyesuaikan harga BBM. Sebab tidak mungkin mobil angkutan beroperasi dengan tarif lama.
Sebelum tarif baru ditetapkan pemerintah, dia mengimbau pengusaha angkutan dan seluruh sopir angkutan umum di Labuhanbatu tidak menaikkan tarif.
“Jika terjadi mogok massal, Pemkab Labuhanbatu akan rugi Rp1,5 juta per hari. Banyak pihak memang yang dirugikan tetapi para pengusaha dan sopir serta kernek sudah siap rugi dalam aksi ini,” kata Zulkifli yang lebih dikenal dengan nama Ucok Menan.
Kepala Dinas Perhubungan Labuhanbatu Drs Ali Muktir Siregar ketika dikonfirmasi SIB, Selasa (27/5), mengatakan sebaiknya Organda menunggu keputusan pemerintah pusat soal tarif baru.
Menurutnya, tidak sepantasnya Organda melakukan mogok massal karena kasihan dengan anak sekolah atau penumpang lain.
Kasat Lantas Polres Labuhanbatu Iptu Tris Lesmana Zeviansyah SIK SH ketika dihubungi SIB, Senin malam, mengharapkan para pengusaha tidak mogok.
“Kalau bisa tidak mogok lebih baik,” ujar Kasat Lantas seraya mengatakan akan melakukan pendekatan dengan Organda untuk tidak melakukan mogok.
Namun demikian, tambahnya, jika Organda tetap mogok maka polisi lalulintas hanya bisa melakukan pengawalan aksi protes Organda. (S25/x/SIB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: