Kalah Main Judi Jadi Pembunuh Diadili di PN Rantauprapat

Seorang pria lajang membunuh temannya setelah kalah main judi. TPM (26) menghabisi nyawa Lamhot Siregar (26) di dalam gudang penitipan padi (tangkahan) di Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, sehari setelah kalah main judi.
Jaksa penuntut umum (JPU) R Damanik SH dalam dakwaannya di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat yang diketuai Syahru Rizal SH, Rabu (28/5), menyebutkan pada hari Kamis 31 Januari 2008 sekira pukul 23:00 WIB, terdakwa TPM bersama teman-temannya Sabbar Hutapea, Bertapa Manullang, Butong Nainggolan, Ama Robby Aritonang, Tombang Sianturi, bermain judi kartu dengan taruhan uang di rumah Sabbar Hutapea.
Dalam permainan judi itu, terdakwa kalah. Korban Lamhot Siregar tersenyum dan tertawa seakan-akan mengejek terdakwa karena kalah dalam perjudian tersebut. Terdakwa pun merasa tersinggung dan dendam terhadap korban.
Selanjutnya, hari Jumat 1 Februari 2008 sekira pukul 08:30 WIB, terdakwa yang berada di warung milik saksi Sabbar Hutapea, melihat korban bersama saksi Bertapa Manullang (adik terdakwa) melintasi warung menuju tangkahan. Timbul niat terdakwa untuk menghabisi korban dan membuntutinya.
Terdakwa bergegas pergi menuju tangkahan dan melihat korban masuk ke dalam gudang penitipan padi. Terdakwa mengambil kapak yang berada di belakang pintu gudang dan membacok korban yang sedang tidur setelah melihat situasi aman. Leher korban dikapak terdakwa sebanyak 2 kali dan korban tewas seketika di tempat itu. Melihat korban tak berdaya dan telah meninggal, terdakwa pergi dan membuang kapaknya. Malam harinya terdakwa ditangkap dan ditahan sejak 2 Februari 2008.
Korban tewas dengan leher terpotong, dibuktikan dengan hasil Visum et Repertum No.445/90/Pusk.SB/II/2008 tanggal 2 Februari 2008 yang dibuat dan ditandatangani dr Dewi Nurilmy dokter UPTD Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu, Puskesmas Sei Berombang.
JPU menjerat terdakwa dalam dakwaan primer, melanggar pasal 340 KUHP, subsider pada pasal 338 KUHP, lebih subsider dalam pasal 354 ayat (2) KUHP, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.
Terdakwa menyatakan keberatan dengan dakwaan JPU. Sidang ditunda hingga pekan depan dengan pemeriksaan saksi-saksi dan menunggu penasihat hukum prodeo untuk mendampingi terdakwa pada persidangan selanjutnya. (S25/y/SIB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: