Dua Kubu KSPSI Bingungkan Buruh di Labuhanbatu

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menjadi dua kubu yakni, KSPSI kubu versi Yakub Nuwa Wea selaku Ketua Umum KSPSI di pusat dan kubu versi Sjukur Sarto selaku Ketua Umum KSPSI pusat, membuat puluhan ribu buruh yang tersebar di bidang kerja masing-masing di Labuhanbatu menjadi bingung.
Salah seorang pekerja buruh, Narko Samsudin (41) kepada SIB, Jumat (30/5) menanggapi adanya dua kubu organisasi buruh yang cukup bergengsi ini sehingga ada KSPSI tandingan. “Hal itu, tidak terlepas dari percekcokan pengurus pusat dan akhirnya muncul dua kubu pengurus KSPSI mulai di pusat sampai ke provinsi dan terus ke kabupaten/kota serta kecamatan”, kata Narko Samsudin.
Ketua KSPSI Labuhanbatu kubu versi Yakob Nuwa Wea, Buyung Rao didampingi Wakilnya Yusli Panggabean, H Ramli Siagian, Archis, Pangonal Harahap dan Haris Nixcon Tambunan SH selaku penasehat hukum mengatakan kepengurusan versi Yakob Nuwa Wea itu sah sesuai Kongres VII di Bogor dan telah disahkan pemerintah sekaligus terdaftar di Kementerian Kehakiman dan HAM.
“Jadi tidak ada lagi yang perlu dipersoalkan, tinggal bagaimana asset kantor-kantor KSPSI ini diamankan oleh pihak berwajib”, kata Buyung Rao didampingi Wakilnya Yusli Panggabean. Ia mengimbau agar anggota KSPSI Labuhanbatu menjaga kekondusifan dan ketenteraman masyarakat serta jangan membuat keributan.
Sementara itu, Ketua KSPSI Labuhanbatu kubu versi Sjukur Sarto, Dame Ritonga didampingi pengurusnya Khairuddin Nasri Dalimunthe menegaskan secara konstitusi dan AD/ART bahwa KSPSI pimpinan Sjukur Sarto yang sah secara konstitusi dan terdaftar selama ini di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan di Menteri Kehakiman dan HAM.
“Selama ini, kantor-kantor KSPSI maupun asset-asset milik KSPSI serta berinteraksi ke perusahaan-perusahaan adalah KSPSI kubu kami yaitu KSPSI pimpinan Sjukur Sarto dan di Sumut Ketuanya Mukhir Hasan Hasibuan”, kata Khairuddin Nasri Dalimunthe.
Tampak dari pantauan SIB, kantor KSPSI Labuhanbatu di Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat itu dijaga-jaga oleh massa KSPSI yang dipimpin Dame Ritonga, mulai pagi sampai sore. Namun pihak kepolisian tidak terlihat satupun guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (S18/x/harian SIB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: