Kasus Penyelewengan Dana Pilgub Sumut, 25 Camat Diperiksa

Tiga kejaksaan negeri (kejari) di wilayah Sumut kemarin serentak memeriksa 25 camat dan 43 lurah terkait dugaan penyalahgunaan dana pendaftaran daftar penduduk potensial pemilih pilgubpada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut), April lalu.

Kejari Rantauprapat memeriksa 13 camat, Kejari Pamatangsiantar memeriksa 7 camat dan 43 lurah, sementara Kejari Binjai memeriksa 5 camat. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Rantauprapat R Damanik mengatakan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penggelembungan jumlah suara saat pemutakhiran data sebelum Pilgub Sumut digelar.

”Karena para camat yang diundang tidak membawa data-data Pilgub Sumut, akhirnya mereka tidak lama diperiksa, kemudian diminta kembali datang Senin (2/6) mendatang,” terangnya.

Damanik menyatakan pemeriksaan terhadap camat akan dilakukan secara menyeluruh di Sumut. Menurut informasi, pemeriksaan tersebut merupakan hari pertama. Dia menyatakan, camat yang diperiksa adalah Camat Rantau Utara, Rantau Selatan, Kualuh Selatan, Kualuh Leidong, Merbau, Kampung Rakyat, Aek Kuo, Kualuh Hilir.

”Selanjutnya, Camat Aek Natas, Camat Na IX/X, Camat Kampung Rakyat, Camat Silangkitang, dan Camat Rantau Utara,” ujarnya. Camat Rantau Utara April membenarkan telah diperiksa pihak Kejari Rantauprapat. ”Kami dimintai keterangan saja tentang data Pilgub Sumut,” katanya.

April juga mengaku diminta kembali datang ke Kejari untuk memberikan keterangan Senin (2/6) mendatang. Dalam pemeriksaan kemarin terungkap, dana pendataan Pilgub Sumut yang seharusnya cair pada 20 Januari 2008, ternyata baru diterima Kamis (29/5).

”Kalau jumlah pastinya saya tidak tahu,” kata Kasi Intel Kejari Rantauprapat Novan Siregar kepada SINDO kemarin. Sementara itu, Kejari Pematangsiantar kemarin memeriksa 7 camat dan 43 lurah. Kajari Pematangsiantar Nelson Sembiring mengatakan, pemeriksaan camat dan lurah itu sesuai instruksi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut.

Nelson mengaku, sesudah lurah dan camat diperiksa, pihaknya akan melayangkan panggilan kepada Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pematangsiantar, Badan Pusat Statistik Pematangsiantar, panitia pemilih kecamatan, dan panitia pemungutan suara se-Kota Pematangsiantar.

”Instansi terkait lain yang dianggap penting juga akan dipanggil pada Selasa (3/6) mendatang,” kata Nelson. Sejumlah camat di Pematangsiantar yang diperiksa memilih diam saat ditanya wartawan. Begitu pula dengan para lurahnya. ”Saya tidak bisa memberikan keterangan,” kata Camat Siantar Selatan Serta Ulina Girsang. (sartana nasution/khairunnas/eko agustyo fb/SINDO)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Maksih KK… 😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: