Pembangunan Pelabuhan di Labuhanbatu

* Investor Digandeng, Lokasi Pembangunan Belum Jelas

Pemkab Labuhan batu telah sukses menggandeng PT Shungwon untuk berinvetasi menanamkan modalnya Rp 3 triliun, membangunan pelabuhan laut di LabuhanBatu. MoU juga telah ditandatangani di hotel grand angkasa Medan Rabu (28/5) lalu. Namun ternyata hingga kini lokasi pembangunan pelabuhan laut tersebut belum jelas

Kabag Humas Pemkab Labuhan Batu Drs, Sugeng via layanan ponsel, short message system (SMS) kepada wartawan Sabtu (31/5) mengatakan bahwa proses pembangunan pelabuhan laut Labuhan batu masih panjang. Sebab masih akan dilakukan study kelayakan untuk menentukan lokasi yang pas membangun pelabuhan laut itu. Tenggang waktu yang dibutuhkan untuk melakukan study kelayakan adalah 6 bulan.

“Prosesnya masih panjang, karena mereka masih akan melakukan study kelayakan dimana yang pas untuk membangun pelabuhan laut, dengan tenggang waktu enam bulan” katanya.

Pernyataan tersebut berbeda dengan pidato Bupati dalam pertemuan penjajakan dengan Investor PT Shungwon Senin (26/8) di ruang rapat Bapeda Labuhan Batu. Bupati Labuhan Batu HT Milwan ketika itu mengatakan, pembangunan pelabuhan laut direncanakan ditempatkan di Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhan batu yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

Di lokasi tersebut katanya tersedia lahan seluas 500 hektar yang saat ini masih berupa hutan, perkampungan dan penggunaan lain dengan status hutan yang fungsinya sebagai hutan lindung seluas 360 hektar dan hutan produksi 140 hektar.

Lokasi ini memiliki jarak yang cukup dekat dengan pelabuhan-pelabuhan nasional seperti ke pelabuhan Dumai berjarak 200 KM, Tanjung Balai 80 KM, Bagan Siapi-api 75 KM dan Port Klang Malasyia 152 KM.

Menanggapi hal itu Aktivis Information Coruption Watch (ICW) Labuhan Batu Jansen Nainggolan mengatakan pemkab terburu-buru menggandeng investor pembangunan pelabuhan Laut, sebab lokasinya pun belum jelas.

“Saya harap perencanaan pembangunan pelabuhan laut dilakukan secara matang, sehingga pembangunannya lancar sesuai yang diharapkan” ujarnya.

Dikatakannya, selain belum jelasnya lokasi, rencana pembangunan dipastikan akan mengena kawasan hutan sehingga memerlukan ijin pelepasan kawasan dari Menhut.Dan hal itu akan memakan waktu yang cukup panjang. Kemudian ia berharap agar pembangunan nantinya tidak mengtabaikan keseimbangan alam mengingat hutan merupakan paru-paru dunia.

“Kita bukan menolak atau tidak mendukung pembangunan pelabuhan Laut di Labuhan batu. Bahkan bagi kita rencana itu terlambat. Namun jangan diabaikan keseimbangan alam, dengan memaksakan menebang hutan sebagai cagar alam, Nanti masyarakat sekitar pelabuhan akan terkena dampaknya” katanya.

Ia juga meminta agar pemkab terbuka mengenai butir-butir MoU yang disepakatai dengan PT Shungwon. Kemudian rencana penggunaan dana Rp 3 triliun juga harus dipaparkan berikut tahapan pelaksanaan yang dilakukan.

“Kita bangga dengan pemkab Labuhan batu. Namun hingga kini apa isi MoU antara pemkab dengan PT Shungwon belum dijelaskan kepada publik.Kita mita pemkab terbuka” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: