Rencana Jadikan Labuhanbatu Penyuplai Daging

* Pemkab mesti Lakukan Uji Kelayakan
Labuhanbatu akan dijadikan daerah penyuplai daging. Sementara, lokasi sebagai lahan peternakan di daerah Labuhanbatu kini telah minim. Sehingga, kalkulasi Wakil Bupati (Wabup) Labuhanbatu, Sudarwanto berpotensi hanya angan-angan belaka. Terlebih lagi, dalam program itu, masih menjadi pertanyaan mendasar bagi beberapa kalangan tentang evaluasi dan kesiapan pelaku usaha sendiri. “Apakah pihak Pemkab Labuhanbatu telah melakukan uji kelayakannya, jelas Jahotman Sinaga anggota DPRD Labuhanbatu, Senin (2/6) di Rantauprapat.
Meski demikian, dia juga mengaku mendukung rencana proyek Labuhanbatu sebagai daerah penyuplai daging. Pasalnya, meski dibeberapa lokasi yang kini telah menjadi kawasan kota dan menjadi lokasi perkebunan karet dan Kepala Sawit, namun dirinya masih memandang optimis keterkaitan pihak perusahaan memberikan kebebasan bersyarat kepada para pelaku peternakan untuk memanfaatkan areal perkebunan sebagai lahan tempat ‘ngangon’ hewan peliharaan.
Maka itu, ujarnya, Wabup diminta bukan hanya sekedar mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap sikap atau kebijakan sebagian perusahaan perkebunan di Labuhanbatu, terkait larangan pemanfaatan lahannya sebagai tempat ‘ngangon’ kawanan ternak lembu.
Akan tetapi, mesti mampu mewujudkan bentuk kepedulian sosok seorang pemimpin daerah yang amanah dan berkuasa.
“Seharusnya, Pemkab jauh sebelumnya mesti mengetahui hambatan-hambatan yang akan menjadi kendala pengembangan ternak. Selanjutnya, mencari solusi yang baik,” paparnya.
Sebab, meski demi untuk kepentingan warga masyarakat sebagai peternak, namun bila hanya mengharapkan lahan perkebunan sebagai lokasi utama pemelihaaran ternak, pihak perusahaan sendiri juga memiliki kewenangan besar melakukan pelarangan masuknya hewan-hewan ternak warga kelokasi perkebunan. Sebagai contoh, pihak perusahaan akan dengan keras melarang setiap hewan tenak memasuki areal perkebunan yang masih memiliki tanaman muda. Karena, katanya, tanaman diareal perkebunan akan berpotensi rusak oleh karena masuknya hewan ternak.
“Makanya, Pemkab mesti mencari solusi alternatif berupa perangkat peraturan yang mesti sama-sama mengikat antara kedua belah pihak, yakni pihak warga peternak dan pihak perusahaan yang ada di Labuhanbatu,” jelasnya.

Potensi Labuhanbatu sebagai daerah peternakan, menurut Sudarwanto, pada satu kesempatan baru-baru ini di Labuhanbatu, jika pihak perkebunan mengizinkan lahannya sebagai tempat ngangon lembu, maka 448.000 ekor lembu dapat diangonkan di lahan-lahan perusahaan perkebunan. “Hasil analisis kami, untuk seluas lahan perkebunan di Labuhanbatu, sangat memungkinkan bisa menampung 448.000 ekor lembu sebagai tempat meng-ngangon. Sayangnya, sebagian perkebunan tidak memberi izin lahannya dijejaki lembu,” ucap Ketua Pujakesuma Labuhanbatu itu.
Sudarwanto juga mengatakan, saat ini jumlah lembu yang ada di daerah tersebut sudah mencapai kurang lebih 20.000 ekor. Diperkirakan, pengembangan populasi lembu mengalami kesulitan mengingat terbatasnya lahan tempatnya berkembang.
Namun demikian, imbuhnya, pihaknya tetap berupaya membuat terobosan-terobosan pengembangan ternak yang menguntungkan secara ekonomi itu. Sampai saat ini, setidaknya pihaknya telah menjaring beberapa kelompok tani lainnya untuk turut mengikuti program tersebut.

Wabup Ajari Wagubsu
Ambisi Wabup Labuhanbatu untuk memperkenalkan dan mengembangkan peternakan Lembu di Labuhanbatu, kerapkali disampaikannya pada beberapa kesempatan selama ini. Bahkan, teranyar pada acara sarasehan dan roadshow Gatot Pudjonugroho ke Labuhanbatu, Senin (2/6) malam di Gedung Nasional di kawasan jalan A Yani Rantauprapat, Sudarwanto juga sempat mengutarakan hal itu kepada Wagubsu terpilih versi Pilgubsu barusan.
Wabup Sudarwanto, disaksikan Wabugubsu dan dihadiri warga masyarakat yang hadir dikesempatan itu menghimbau untuk lebih memilih menjadi peternak Lembu dibanding menjadi Petani-Perkebunan Kelapa Sawit. Alasannya, sesuai perhitungan dan asumsi yang dilakukannya, profesi sebagai peternak masih lebih menguntungkan bagi warga. Baik sebagai pemilik hewan ternak juga kepada orang yang akan dijadikan sebagai pemelihara dan penjaga hewan ternak itu.
“Coba kita kalkulasikan perhitungan perolehan hasil dari bertani kebun sawit dan melakukan pemelliharaan ternak Lembu. Akan lebih menguntungkan menekuni profesi sebagai beternak,” paparnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: