FPN TUNTUT PEMBATALAN KENAIKAN BBM

*Minta Tunjangan Pejabat dan Dewan Dihapus
Diperkirakan sekitar 200-an massa mengatasnamakan FPN (Front Pembebasan Nasional), tergabung dari 17 organisasi masyarakat se-Labuhanbatu.

Masing-masing, Persatuan Remaja Mesjib Bersatu (PARMAB), Kelompok Tani Bersatu (KTB), Kelompok Tani Tiga Maju (KTM), Kelompok Tani Mentari (KTM), Kelompok Tani Padang Halaban Sekitarnya (KTPH-S), Perempuan Bersatu Berjuang (PBB), Gerakan Pemuda Bersatu (GPB), Gerakan Pemuda Lestari (GPL), forum Study Intelektual (FOSIL), Forum Mahasiswa Progresip (PORMASIP), Jaringan Nasional Perempuan Mahardika (JNPM), Kelompok Diskusi Intelektual (KDI), Serikat Tani Nasional (STN), Persatuan Rakyat Miskin-Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (PRM-LMND), Gerakan Rakyat Indonesia (GRI), Persatuan Perempuan Indonesia (PERPENI) dan Kelompok Tani Sulum (KTS), melakukan aksi damai menuntut pembatalan kenaikan BBM, Selasa (3/6).

Dalam aksinya, FPN menuntut kepada pemerintahan SBY-JK, agar membatalkan kenaikan harga BBM dan turunkan harga sembako, Berikan subsidi pada rakyat dan Potong gaji dan cabnut semua tunjangan para pejabat Negara dan Anggota DPR. Ketiga tuntutan itu, didasari argumentasi tentang harga BBM di pasar internasional naik dan defisit APBN akibat pemberian subsidi, yang dijadikan alasan pokok pemerintah, elit politik, intelektual pro modal, tentang kenaikan BBM, di mata FPN adalah gagal dan tidak ilmiah, demikian dikatakan Wahyudi, Ketua Aksi FPN kali ini kepada wartawan.

Aksi dimulai dari Gedung Nasional Rantauprapat dilanjutkan denga aksi Longmarch ke Pasar Pajak Lama Rantauprapat. Kendati hujan mendera kota Rantauprapat, namun semangat juang FPN dalam meneruskan aksi tidak surut setapakpun. Beberapa pedagang kaki lima di areal pasar pajak lama yang sempat ditemui wartawan mengatakan cukup simpatik dengan aksi yang digelar FPN, sebab mereka juga merasakan imbas dari kenaikan harga BBM.
Arman (33), salah seorang pedagang cabe di Pasar Pajak Lama kepada wartawan mengatakan, “Sebelum BBM naik, harga cabe dipasaran masih berkisar Rp. 16 ribu/kilo, tetapi saat ini harga cabe mengalami kenaikan menjadi Rp. 20 hingga Rp. 22 ribu/kilo-nya. Soal pendapatan dari hasil berjualan sama saja”, katanya.

Usai lakukan longmarc sepanjang Pasar pajak lama Rantauprapat, selanjutnya massa menuju Kantor DPRD Labuhanbatu. Aksi massa di kantor wakil rakyat labuhanbatu ini ditanggapi oleh Sekretaris Komisi A DPRD Labuhanbatu Dahlan Bukhari, Anggota Komisi A, A. Syahnan Nasution dan Anggota Komisi C, H. Yafri Marpaung.

Dihadapan massa yang hadir, ketiga Anggota DPRD Labuhanbatu ini menyatakan dukungannya terhadap aksi FPPN yang menuntut pembatalan kenaikan harga BBM. “Kami di sini masih bingung dengan kebijakan Pemeritnahan SBY-JK yang tetap ngotot menaikkan harga BBM, padahal jelas imbas dari kebijakan ini adalah rakyat jelata. Untuk itu, pertemuan hari ini kami tanggapi positif dan akan dilanjutkan ke instansi terkait”, jelas Dahlan.

Menyusul tuntutan massa yang meminta agar tuntutan mereka segera dikirim ke DPR-RI di jakarta melalui faksimili, agar pemerintahan RI mengetahui bahwa gejolak aksi menuntut pembatalan kenaikan BBM juga digelar di bumi bermotto ika bina enpa bolo ini, Ketiga Anggota DPRD itu mengaminkan permintaan massa dan bergegas melakukan apa yang menjadi keinginan massa.

Beberapa saat kemudian, megetahui permintaan massa telah dikabulkan oleh ketiga Anggota DPRD yang menunjukkan hasil pengirimin tuntutanna via faksimili, dengan tertib massa meninggalkan kantor wakil rakyat dengan pesan, bila persoalan ini tidak segera dibahas atau diselesaikan maka massa yang hadir akan bertambah jumlahnya.

Menurut Wahyudi, secara sistematis dapat kita lihat, kenaikan harga BBM saat ini (berkisar 135 US$/Barel, 28/05/08), sebenarnya pemerintah secara politik sudah menetapkan proyeksi untuk mencabut subsidi BBM, artinya akan memicuk kenaikan harga BBM di kemudian hari. Skenario ini dapat kita lihat dalam beberapa produk hokum yang bersemangatkan neoliberalisme, antara lain UU Energi Nomor 30 Tahun 2007, APBN Perubahan 2008 tentang Pembatasan jumlah subsidi BBM sebesar 126 Triliun dengan asumsi harga minyak duni sebesar 95 U$/Barel dan jumlah subsidi BBM-nya Rp 39 juta/liter, urai Wahyudi.

Seperti contoh, keuntungan modal internasional, Exxon Mobil di tahun 2007 mendapatkan keuntungan sebesar 40,6 milyar US$ (Rp. 373 triliun) dri pendapatan 114,9 milyar US$ (Rp. 1.057 trilyun), didapat dari kekayaan alam Indonesia. Demikian pula dengan perusahaan-perusahaan Internasional lainnya, saat ini sudah sekitar 90% Industri Migas Indonesia dikuasai Modal Internasional. Dengan harga jual minyak dunia saat ini (135 US$/Barel) maka nilainya mencapai 1,25 trilyun/hari atau Rp. 458,25 trilyun/tahun. Belum termasuk nilai penjualan gas yang jugaluar biasa besarnya, mencapai 82,8 trilyun/tahun. Bandingkan dengan Defisit ABPN saat ini yang hanya Rp. 21,4 trilyun, pungkas Wahyudi.

Keuntungan dari Migas jika dikelola sendiri oleh rakyat jelas akan bertambah, karena Biaya Cost Recovery dapat diturunkan drastic. Artinya, biaya yang dibayarkan oleh pementah kita kepada kontraktor minyak nasional dan internasional yang menggarap lading Migas kita.Dalam hitungan persentase, biaya yang dikeluarkan pemerintah kita adalah 100% dan modal internasional, tidak mengeluarkan sepeserpun biaya, ironisnya saat ini malah ditambah bonus 20% jika ingin meneruskan usahanya di tambang marginal.

“Besarnya biaya cost recovery dari awal tahun 2007 hingga pertengahan 2007, sudah mencapai Rp. 39,9 trilyun. Namun pemerintah dan elit politiknya tetap mempertahankan liberalisasi migas ini, kerena hal itu sangat menguntungkan bagi mereka, tetapi tidak bagi rakyat Indonesia. Kesimpulannya, agar BBM tidak naik maka solusinya lakukan Nasionalisasi Industri Migas dan Nasionalisasikan Aset-aset Vital di bawah Kontrol Rakyat”, tukas Wahyudi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: