Razia Tim Trantib ke Sejumlah Lokasi

*43 Orang, Berhasil Diamankan
Sejumlah wanita dan pria hidung belang terjaring razia. Namun, kuat dugaan rencana razia yang digelar pihak Tim gabungan penertiban yang melibatkan pihak Satpol PP, Kepolisian Resort Labuhanbatu dan unsur lainnya itu, telah bocor sebelumnya.

Sebab, pada salahsatu lokasi yang dilakukan penggeledahannya, ditemukan satu set pakaian wanita PNS Dinas Kesehatan Padanglawas. Namun, wanita pemilik pakaian itu dan beberapa peralatan kosmetika lainnya tidak berada ditempat.
Aksi yang digelar, Selasa (3/6) malam hingga Rabu (4/6) pagi itu, melakukan razia dibeberapa lokasi. Tim yang bergerak dua kelompok tersebut, setelah dilepas dari kantor Satpol PP di kawasan jalan SM Raja Rantauprapat langsung berpencar ke lokasi-lokasi yang disinyalir sebagai tempat terjadinya transaksi prostitusi dan lokasi yang dijadikan tempat mesum pasangan yang tidak sah.
Tim yang bergerak ke arah Barat, langsung mengarah menuju arah Medan. Di Desa Pinanglombang Kecamatan NA IX-X, tepatnya di Hotel Gotong Royong, tim banyak menenukan pasangan mesum sedang menginap di kamar hotel itu. Namun, dikarenakan tidak memiliki identitas diri dan tidak membawa data pendukung resmi tentang status sebagai pasutri yang sah, akhirnya digelandang ke Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) setdakab Labuhanbatu.
Selain itu, untuk dalam kota Rantauprapat, tim juga melakukan Razia ke seluruh café-café yang berada di kawasan jalan Adam Malik (By Pass) Rantauprapat. Serta, dua lokasi hotel lainnya, yakni Penginapan Murni di kawasan jalan SM Raja Rantauprapat dan Penginapan Imbalo di Jalan Adam Malik Rantauprapat.
Selain itu, di penginapan Murni, ditemukan pasangan mesum yang lagi bugil di dalam satu kamar.
Dari Penginapan Imbalo, dikabarkan, tim menemukan satu stell pakaian wanita yang berstatus sebagai PNS Dinas Kesehatan Padanglawas. Sayangnya, pemilik pakaian itu tidak ditemui dalam kamar.
Data yang diperoleh dari Kantor Kesbang Labuhanbatu didapat jumlah pria yang terjaring sebanyak 18 orang, sedangkan wanita sejumlah 35 orang.
“Sebanyak 43 orang berhasil ditangkap dalam razia kali ini,” jelas Sarbaini Kepala Kantor Satpol PP Labuhanbatu, di kantor Kesbang Labuhanbatu, Rabu (4/6).
Dia juga tidak menampik razia kali ini terindikasi telah bocor. Terbukti, katanya, pakaian seragam yang didapat dari salahsatu kamar di salahsatu penginapan tidak ditemukan pemiliknya. Sehingga, disinyalir telah mengetahui rencana kedatangan Tim.
“Kita tidak pungkiri masalah dugaan kebocoran rencana itu,” jelasnya. Namun, dia juga tidak akan sampai disitu saja melakukan penertiban dan razia lokasi-lokasi yang diduga kuat sebagai tempat mesum. “Kita masih akan melakukan razia-razia susulan. Dan, untuk tahun 2008 ini, masih ada rencana 5 kali razia susulan,” paparnya.
Razia itu, katanya tujuan utama untuk menindak lanjuti laporan dan pengaduan dari masyarakat yang telah resah dengan eksistensi tempat-tempat hiburan remang-remang. Selain itu, juga untuk melakukan penertiban terhadap indikasi penyebaran berbagai penyakit kelamin yang kerap muncul dari terjadinya hubungan seksual di luar nikah.
“Makanya, setelah dikumpulkan di Aula Kantor Kesbang Labuhanbatu, mereka akan dilakukan pemeriksaan contoh darah. Dan juga, mereka akan diberikan pembinaan mental dan spiritual,” ujarnya.
Tujuannya, katanya akan dapat diketahui indikasi penyebaran inspeksi berbagai penyakit kelamin. Serta, menginventarisir data-data perempuan yang berprofesi sebagai penghibur malam.
Tapi, lanjutnya, razia kali ini tidak menemukan adanya wanita dan pria yang sebelumnya pernah terjaring. Sebab, bila hal itu ditemukan tidak tertutup kemungkinan, pihaknya, tambah Sarbaini akan mengirimkannya ke Pusat Rehabilitasi milik Depsos Prop Sumut, sebagai tempat pembinaan mental wanita berstatus Pekerja Seks Komersial (PSK).
“Kali ini yang terjaring adalah wajah-wajah baru. Dan, kebanyakan berdomisili di luar Labuhanbatu,” katanya. Seperti, beberapa orang yang tertangkap dari Hotel Gotong Royong, tambahnya, ada yang berasal dari kota Medan dan Asahan.
Razia itu, ujarnya menindaklanjuti surat Bupati yang berintikan melakukan dan meminimalisir dampak negatif dari praktek prostitusi dan pemeriksaan tingkat indikasi adanya penyebaran penyakit HIV AIDS dan sejenisnya. Dan, juga berupaya untuk memberantas judi, narkotika dan peredaran ekstasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: