Warga Kualuh Leidong Unjuk Rasa ke Kantor Bupati

* Tuntut Pembangunan Jalan Darat
Tak tahan dengan kondisi minimnya infrastruktur jalan darat di daerahnya, seratusan warga dari Kecamatan Kualuh Leidong berunjuk rasa ke Kantor DPRD Labuhanbatu dan selanjutnya menggelar aksi serupa di halaman kantor Bupati Labuhanbatu, Rabu (4/6).

Massa yang datang menumpangi truk dan puluhan sepedamotor itu, semula m,endatangi Kantor Dinas Permukiman dan Prasarana Daerah (Kimprasda) Labhanbatu di kawasan jalan WR Supratman Rantauprapat.

Namun, tidak lama menggelar aksi di halaman kantor itu, massa selanjutnya mengarah mendatangi kantor legislasi setempat di kawasan jalan SM Raja Rantauprapat.
Lama melakukan orasi disana, akhirnya massa diterima sejumlah wakil rakyat disana. Diantaranya, Ali Wansyah Ritonga, Jahotman Sinaga dan Ali Tambunan.
Massa dalam tuntutannya mengaku kesal dengan perlakuan pihak Pemkab Labuhanbatu yang selama ini menganaktirikan daerah mereka. Sebab, ujar J Gultom salahseorang Koordinator aksi dalam orasinya mengatakan, selama 62 tahun Bangsa Indonesia merdeka dan selama 30-an tahun Kecamatan Kualuhleidong masuk dalam wilayah Labuhanbatu, namun kondisi infrastruktur jalan daratnya masih sangat memprihatinkan. Akibatnya, kondisi memprihatinkan dan penyebab kian terjerembabnya warga dalam kondisi kemiskinan.
“Labuhanbatu yang memiliki pendapatan asli daerah (PAD) relatif besar dengan pendapatan perkapita masyarakatnya juga relatif besar, namun ternyata, masih menympan cerita kepedihan. Sebab, salahsatu kecamatannya, yakni Kualuhleidong, yang terdiri dari 7 Desa dan dihuni sebanyak 6873 kepala keluarga atau sejumlah 21.698 jiwa warganya, ternyata kondisi prasarana jalan daratnya masih memprihatinkan,” ujarnya sedih.
Padahal, sebagaimana diketahui, tambahnya, Kualuhleidong yang cukup dikenal sebagi daerah penghasil Beras, yakni jenis Kuku Balam dan Ramos, selain itu, juga sebagai penghasil komoditi perkebunan lainnya termasuk penyumbang PAD bagi Labuhanbatu.
“Namun, siapa yang menyangka kalau daerah penghasil beras itu ternyata menyimpan cerita duka,” paparnya.
Tak jarang, imbuhnya, dampak dari minimnya infrastruktur jalan darat disana, masyarakat kerap menjadi makanan pihak tengkulak dalam menjual hasil buminya. Itu, paparnya, akibar sulitnya membawa hasil pertanian ke luar daerah.
“Masyarakat Kualuhleidong sangat menginginkan serta memimpikan jalan yang layak. Sehingga, mempermudah penjualan hasil bumi melalui jalan darat. Karena, selama ini terpaksa dilakukan melalui prasarana transportasi air. Dengan kondisi itu, akhirnya menyuburkan bisnis-bisnis tengkulak. Lengkaplah penderitaan rakyat di kecamatan itu,” katanya.
Massa dalam aksinya, kata Gultom menuntut dan memohon kepada pihak Pemkab Labuhanbatu, khususnya Bupati Labuhanbatu untuk melakukan pembangunan jalan ke daerah itu. Selain itu, diharapkan juga agar melengkapi sarana dan prasarana pendidikan ke sekolah-sekolah yang memprihatinkan.
“Karena sudah pasti, akibat minimnya infrastruktur jalan darat menyebabkan kemiskinan. Sulitnya akses transportasi menghambat laju penguasaan ke dunia luar, menghambat kemajuan dunia pendidikan, apa lagi untuk dunia kesehatan. Bagaimana tidak, dengan kondisi demikian, tak jarang masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan medis terkendala oleh minimnya prasarana jalan darat,” ulasnya.

Proyek Pengerasan Jalan


Kekesalan warga kian menjadi. Sebab, proyek-proyek yang direncanakan dengan talangan dana dari APBD Labuhanbatu, untuk melakukan pembangunan dan pengerasan jalan darat di kawasan itu yang menghubungkan 4 kecamatan setempat, terkesan sempat tidak berjalan optimal. Bahkan, warga juga sempat menuding aparatur kecamatan setempat kurang peduli dengan kondisi yang ada.
Mendapat laporan warga demikian, pihak Legislasi setempat dan warga akhirnya bergerak menuju kantor Bupati Labuhanbatu. Di tempat itu, kembali warga melakukan orasi-orasinya. Tak lama menyuarakan tuntutannya, akhirnya massa diterima oleh Karlos Siahaan Plt Sekdakab Labuhanbatu dan didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Labuhanbatu serta Mahini Rizal Plt Dinas Kimprasda Labuhanbatu.
Disana, warga juga mendapatkan informasi tentang rencana pembangunan jalan darat ke daerah itu yang rencananya akan dilakukan tahun 2008, dan telah dianggarkan dalam APBD Labuhanbatu 2008.
Tidak semudah itu percaya, massa mendesak pihak Pemkab untuk memperlihatkan bukti-bukti perencanaan itu.
Gayung bersambut, pihak Pemkab akhirnya memberikan informasi, kalau pekerjaan perkerasan jalan jurusan Teluk Binjei menuju Sei Apung dan Rehab lantai jembatan di Desa Teluk Binjei Kecamatan Kualuh Hilir sepanjang 6.305×4 meter dengan dana Rp3.152.500.000 yang bersumber dana dari APBN.

Serta, perkerasan jalan dari Desa Sei Apung menuju Desa Teluk Pulai Dalam kecamatan Kualuhleidong sepanjang 7000×4 meter dengan dana Rp3.500.000.000 bersumber dari APBN. Tidak hanya itu, Perkerasan jalan dari Desa Sei Apung menuju Desa Teluk Pulai Dalam menuju Teluk Leidong sepanjang 5000×4 meter bersumber dana APBN sebesar Rp2,6 M. Dan, pembangunan jembatan di Desa Pangkalan Lunang, Kualuh Leidong sepanjang 8×4 meter didanai APBN sebesar Rp560 juta.

Belum lagi, pembangunan jembatan beton di jalan Air Hitam menghubungkan ke Teluk Leidong di Desa Air Hitam Kualuhleidong sepanjang 6×4 meter bernilai Rp420 juta. Dan juga, pemeliharaan periodik jalan jurusan Guntingsaga menuju Teluk Binjei Kualuh Selatan I paket senilai Rp650 juta serta peningkatan badan jalan jurusan Teluk Binjei menuju Teluk Leidong senilai Rp150 juta.
“Untuk pembangunan infrastruktur di daerah sana. Baik bersumber dari dana APBN dan DAU di Tahun 2008 seluruhnya bernilai mencapai Rp11.032.500.000,” beber Karlos Siahaan.
Selain itu, tambahnya lagi, untuk luncuran APBD Labuhanbatu TA 2007 terdapat dua proyek. Yakni, perkerasan jalan lintas Desa Air Hitam ke Teluk Leidong sepanjang 1150x 4 meter senilai Rp360 juta dan Peningkatan jalan Teluk Binjei ke T Leidong sepanjang 9.950x 4 meter senilai Rp1,550 miliar.
“Luncuran itu bernilai Rp1.910.000.000. jadi total keseluruhan dana yang akan dipergunakan untuk pembangunan prasarana jalan darat disana senilai Rp12.942.500.000,” paparnya.

Kontrak Janji


Meski demikian, massa tak secepat itu percaya. Akhirnya, pihak Pemkab Labuhanbatu melakukan perjanjian dan membuktikannya dengan menandatangani kontrak ikatan janji antara Pemkab Labuhanbatu dengan masyarakat Kecamatan Kualuh Leidong.
Dalam pernyataannya, yang ditandatangani oleh Karlos Siahaan, selaku Sekdakab Labuhanbatu mewakili bupati, juga turut menandatangani lainnya Jahotman sinaga dan Kadis Kimprasda Mahini Rizal.
Di surat kontrak itu disebutkan, bahwa Pemkab Labuhanbatu siap melakukan pembangunan jalan ke kecamatan Kualuhleidong pada tahun 2008 hingga 2009. Selain itu, Pemkab juga menerima tuntutan aspirasi masyarakat kecamatan Kualuh Leidong dan melaksanakan dalam waktu secepatnya.

Apabila Pemkab tidak melakukan pembangunan jalan ke kecamatan itu, maka Pemkab siap digugat secara hukum. Hal-hal yang menjadi hambatan untuk terlaksananya perjanjian itu diluar kemampuan Pemkab, maka akan dibicarakan/dibahas kembali dengan masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: