Labuhanbatu Hasilkan 5.322 Ton CPO per Hari

Dari jumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang ada di Kabupaten Labuhanbatu yakni sebanyak 42 unit, baik milik perorangan, swasta maupun PTPN, produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang dihasilkan mencapai 5.322 ton per hari.

Tingginya produksi CPO tersebut akibat luas lahan perkebunan kelapa sawit yang tiap tahun mengalami pertambahan. Tahun 2006 misalnya, luas perkebunan kelapa sawit berkisar 360.618,25 hektar dan perkebunan karet 96.899,08 hektar. Sedangkan tahun 2007, luas tanaman kelapa sawit naik menjadi 373.875 hektar dan perkebunan karet berkurang menjadi 88.158 hektar.
“Dari luas tanaman ini, produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang dihasilkan sekitar 26.608 ton per hari,” ungkap Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Labuhanbatu, Darpinsyah Siregar SH didampingi Kasubdis Program P Situmorang, Senin (9/6), di kantornya.
Menurut Siregar, harga kelapa sawit TBS belakangan ini tidak stabil. Akhir April lalu misalnya, harga TBS di tingkat pengumpul/ram Rp 1.700 per kg dan di PKS Rp 1.860 per kg. Minggu pertama Juni, harga TBS naik Rp 25 di tingkat pengumpul menjadi Rp1.725 per kg, namun turun di tingkat PKS menjadi Rp 1.840 per kg. Meski demikian harga itu naik dibanding tahun 2007.
Sementara harga getah/karet di Labuhanbatu, normal. Sejak minggu terakhir April hingga minggu pertama Juni, harga karet di tingkat pengumpul Rp 11.000 per kg dan di pabrik KKK 100% Rp 18.000 per kg.
Jauhnya jarak tempuh pengangkutan komoditas itu dari Labuhanbatu ke pelabuhan tujuan, seperti Pelabuhan Belawan, Kuala Tanjung, Dumai dan Tanjungbalai membuat biaya jasa pengangkutannya tinggi. Belakangan ini biaya transpostrasi mencapai Rp 115 per kg CPO.
Menghemat biaya transportasi itu, Pemkab Labuhanbatu berencana membangun pelabuhan laut di Kecamatan Panai Hilir dengan menggaet investor PT Sungwon dari Korea Selatan. Perhitungan penghematan ongkos angkut pabrik AEP (Tasik Raja), produksi 840 ton per hari dengan jarak tempuh ke Belawan 428 Km, sedang jarak tempuh ke rencana pelabuhan laut di Kecamatan Panai Hilir 198,7 km dengan ongkos angkut 0,27 – 0,67 per kg per km.
Dengan demikian penghematan ongkos angkut per hari minimal Rp 97.070.400 – Rp 45.065.260 = Rp 52.005.240, maksimal Rp 240.878.400 – Rp 111.828.360 = Rp 129.050.040. “Keuntungan lainnya adalah berkembangnya kegiatan industri dan kegiatan lain di sekitar wilayah pelabuhan, meningkatnya ekspor komoditas unggulan daerah dan peningkatan ekonomi daerah,” jelasnya.

*mawardi berampu
MedanBisnis – Rantauprapat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: