Menangis Melihat Suami Tercinta Tewas Secara Tragis

Tetes air mata tidak dapat dibendung Liswati br Napitupulu saat menyaksikan rekonstruksi pembunuhan suaminya,Mayor (Purn) Lodewyk M Sirait,Kamis (12/6).

PERASAAN Liswati begitu teriris, bahkan dia tidak sadarkan diri. Dia sempat menangis histeris melihat wajah- wajah para pembunuh suami tercintanya.

Para kerabatnya yang turut menyaksikan reka ulang tersebut memeluknya, berusaha menenangkan Liswati di samping Kantor UD Usaha Baru di Aeknabara.“Saya tak tahan melihatnya. Mereka sadis,” ujar Liswati secara berulang- ulang sambil mengusap air matanya.

Saat rekonstruksi itu, sedikitnya 45 adegan di reka ulang. Melihat adegan per adegan itu,Liswati meminta aparat hukum Polisi Resor (Polres), Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat, dan Pengadilan Negeri Rantauprapat bertindak tegas dan serius menangani perkara ini.“Saya minta supaya para pelaku pembunuhan tragis itu dihukum seberat-beratnya,” tandasnya. Harapan yang sama juga diungkapkan anak sulung korban, Louis Sirait.Kepergian ayah tercinta membuat Louis dan Adiknya, Lukas, serta keluarga lainnya begitu kehilangan.

“Kami memohon para pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan,” ujar Louis, yang berusaha tetap tegar menyaksikan adegan per adegan rekonstruksi pembunuhan ayahnya. Dalam rekonstruksi ini, tersangka Liber tidak mengikutinya karena sedang di rawat di RSU Rantauprapat.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Labuhanbatu AKP M Jungjung Siregar, yang juga memimpin rekonstruksi,tersangkaLiber dibantarkan karena sakit. Jadi pada rekonstruksi itu, Liber diperankan seorang anggota polisi bernama Rasyid.Hal itu diakui penasihat hukum Liber dan Horas, Kardi Sinaga. Kardi mengatakan, tensi Liber sedang naik. Dia juga menyesalkan perbuatan para tersangka, apalagi korban merupakan saudara kandungnya sendiri.

Meski begitu, karena menyangkut masalah hukum, harus diselesaikan sesuai dengan hukum.Juga harus berpedoman pada asas praduga tidak bersalah, menunggu putusan hukum yang berkekuatan tetap. Sementara dari pihak Kejari Rantauprapat, rekonstruksi itu dihadiri tim jaksa penuntut umum (JPU), Syamsir Siregar,Novhan Siregar, Belman Tindaon, M Jeki Kaban, Sri Lastutie, Deny,dan Ika.

Sebelumnya, peristiwa pembunuhan ini terjadi pada Kamis (8/5) 2008 sekitar pukul 17:00 WIB di Negeri Lama.Pada rekonstruksi itu, korban sempat dibacok korban berkali-kali dan disangkur dua kali.Tersangka Dedi Iskandar alias Dedi dalam reka ulang itu tampak menunjang bahu kiri korban yang sudah terkapar agar tetap bisa berdiri.

Korban dihabisi mulai dari adegan 28.Pada adegan itu, tersangka Popot (DPO) membacok punggung dengan parang.Kemudian, tersangka Agus Kurniawan alias Agus juga membacok punggung dan kaki pada saat korban telungkup,di adegan 29. Setelah parang yang digunakan tersangka Agus jatuh ke aspal Jalan Besar Negeri Lama, tersangka Irwansyah Lubis alias Iwan mengambil parang tersebut dan membacok kaki korban, yang saat itu sudah terjatuh dengan posisi miring.

Selanjutnya, tersangka Juan Lubis menyangkur korban satu kali pada punggung kiri. Itu terjadi saat korban merangkak di aspal jalan. Pantauan SINDO,setelah rekonstruksi selesai dilakukan, malam harinya keluarga korban sengaja berkumpul di salah satu rumah yang dulunya sering menjadi tempat mangkal korban bersama rekan-rekan wartawan,di Perumahan Sakura Indah, Rantauprapat.

Sekitar pukul 20.30 WIB, malam itu, semua keluarga korban yang mengikuti acara rekonstruksi membaca doa bersama di rumah tersebut. (sartana nasution/SINDO)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: