Warga Blokade Jalur Truk

Puluhan warga Desa Janji dan Desa Afdeling I Janji,Kebun Emplasmen,Kecamatan Bilah Barat,Kabupaten Labuhanbatu memblokade jalan kawasan tempat tinggal mereka kemarin siang.

Warga menolak areal perkuburan yang merupakan tanah wakaf dijadikan sebagai jalan pribadi oleh pengusaha galian C.Jalan tersebut juga dilintasi truk-truk pengangkut pasir dan batu dari galian C itu. Salah seorang warga, Irwansyah Nasution menyatakan, mereka secara tegas menolak tanah wakaf yang diperuntukkan kepada warga dijadikan sebagai jalan pengangkutan pasir.

Dia bersama puluhan warga lainnya menancapkan pelang tanda protesnya di jalan itu.“Masa tanah wakaf dijadikan jalan mengangkut pasir dan kerikil,“ ujarnya. Menurut dia, kalau jalan itu tetap dijadikan sebagai lintasan hasil galian C maka akan terjadi pengerasan tanah. Jika ada warga yang meninggal akan membutuhkan waktu lama untuk menggali kubur.

“Warga khawatir aktivitas pengusaha itu semakin berlanjut hingga tanah wakaf jadi jalan pribadi,” ucap Irwansyah. Aksi warga ini merupakan lanjutan.Beberapawaktulalu, warga juga telah melaporkan pemakaian tanah wakaf yang dipergunakan untuk kepentingan pribadi kepada Kepala Desa Janji serta Camat Bilah Barat.Tidak hanya itu,kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Labuhanbatu juga telah dilaporkan.

Warga lainnya menyebutkan, diduga kuat tindakan berani pengusaha galian C itu melintasi tanah wakaf karena telah mendapat izin dari oknum aparat pemerintah setempat. “Bukan tidak mungkin kepala desa memberikan izin tanpa sepengetahuan warga,” tutur salah seorang warga.

M Pohan,warga yang keberatan tanah wakaf dijadikan jalan pengusaha galian C,menyesalkan tindakan tersebut. Pasalnya, PTPN3 melepas dan mewakafkan tanah 1,5 hektare di Dusun Janji itu untuk tanah perkuburan muslim. Namun,malah dijadikan jalan untuk kepentingan bisnis atau kepentingan pribadi. Ketua MUI Labuhanbatu Ahmad Idris menyebutkan, rencananya, hari ini (Senin 16/6) pihaknya akan bertemu dengan warga, pengusaha, dan instansi terkait untuk selanjutnya mengeluarkan fatwa tentang masalah itu.

“Kalau tidak besok (hari ini), Selasa kita akan menyerahkan hasil fatwa. Namun, saya pelajari dulu biar tidak bertentangan,“ tandasnya. Dia berharap tidak terjadi bentrokan ataupun kerusuhan antarwarga lantaran tanah wakaf.“Jangan sampai terjadi, lebih baik kita cari samasama solusinya,”ujarnya.

Kepala Desa Janji Ahyar Simbolon mengaku mendukung keberatan warganya. Namun, kepada warga, dia mengatakan bahwa jalan di tengah tanah wakaf itu sudah ada sejak zaman Belanda sehingga tidak bisa berbuat apa-apa. “Cocok itu keberatan warga,”ucapnya. (sartana nasution/SINDO)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: