Bunuh dan Kubur Abang Ipar di Perladangan Sawit Diadili di PN Rantauprapat

Kasus pembunuhan tragis terhadap Syahris Tani disidang di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, kamarin. Korban dibacok pakai parang, mulut dibekap dan dimasukkan dalam karung lalu dikubur di perladangan sawit di Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.
JPU Belman Tindaon SH dalam dakwaannya menyebutkan, terdakwa JN (24) warga Bukti Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, membunuh abang iparnya bernama Syahris Tani alias Tani (26). Terdakwa ditahan sejak senin 4 Februari 2008.
Pembunuhan itu tragis. Sadis! Kejadian bermula setelah korban melarang terdakwa JN menyerobot lahan orang lain. Lahan milik korban berbatasan dengan lahan terdakwa di Desa Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Larangan tersebut membuat hubungan antara terdakwa dengan korban tidak harmonis. Terdakwa pun bermaksud membunuh korban.
Kamis (31/1) sekira pukul 9.30 WIB di kebun milik terdakwa JN di Desa Sei Nahodaris, terdakwa melihat pamplet bertuliskan “Tanah Ini Sudah Dijual”. Melihat itu terdakwa langsung menemui korban setelah menyembunyikan sebilah parang dan aqua di busur kelapa sawit milik tetangga ladangnya, Nusi. Saat itu korban bersama Tulus alias Onu, Khairuddin alias Udin dan Inas sedang bekerja merintis lahan kebun sawit milik kepala desa.
Terdakwa mengajak korban mengukur tanah miliknya. Korban mengikuti ajakan terdakwa. Sampainya di kebun Nusi, terdakwa mengambil parang yang disembunyikannya. Sambil berjalan, terdakwa menanyakan tentang pamplet yang terpampang di kebun miliknya, sambil mengatakan “Tanah itu milik saya yang diserahkan orang tua kepada saya”.
Lalu korban menimpali ucapan terdakwa dengan mengungkit kematian orang tua terdakwa, dengan mengatakan “Bapak saya meninggal dunia, dianya yang membiayai,” sambil mengomel lalu dikejar terdakwa.
Pada saat korban berbalik menghadap ke arah terdakwa, langsung saja terdakwa membacokkan sebilah parang ke tubuh korban. Korban sempat mengelak serangan terdakwa dan saat itu pula parang terdakwa kena ke wajah korban. Kemudian terdakwa membacok leher korban membuatnya tumbang menjerit minta tolong.
Tak cukup hanya itu, terdakwa menutup muka korban dengan tangannya hingga korban tewas. Setelah itu, terdakwa pergi meminjam cangkul milik Rais dan mengubur jasad korban dan membakar cucuran darah korban dengan daun kelapa kering.
Saat itu juga masyarakat melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berwajib dan langsung membongkar galian dan menemukan korban sudah tidak bernyawa lagi. Dari hasil Visum Et Rpentum dari Puskesmas Kecamatan Pasir Limau Kappas dengan No.440/KES-PK/2008/77 yang dibuat dr Netti Johan Nr PTT, bahwa ST meninggal akibat pendarahan yang banyak, tulang leher putus disertai putusnya Arteri Xcarotis (pembuluh darah leher).
Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana pada pasal 340 KUHP. Sidang tersebut ditunda majelis majelis hakim yang dipimpin Syahrul Rizal SH dibantu panitera pengganti Elon Nababan, karena saksi-saksi tidak hadir. Sidang dilanjutkan pekan depan. (S25/v/SIB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: