DIPA Terlambat Turun

* Dana Penyuluhan Pertanian Terkesan Tak Terealisasi

UNTUK pemberdayaan petani dan melaksanakanoptimalisasi agribisnis di Labuhanbatu, dianggarkan dana relatif besar.

Tak kurang dari, sebesar Rp 4 miliar lebih dana kegiatan pemberdayaan petani pelaku agribisnis dan penyuluh pertanian tahun 2007 yang bersumber dari APBN dan LOAN, diduga tidak terealisasi.

Hal itu diakibatkan keterlambatan turunnya Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) dari pemerintah pusat.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Informasi Penyuluh Pertanian (KIPP) Parenta Hasibuan menjawab wartawan di ruang kerjanya, Jumat (20/6).

Menurut dia, DIPA pusat baru turun pada awal bulan November. Sehingga dana tersebut baru dapat dicairkan di Kantor Pelayanan Perbendaharan Negara (KPPN), pada bulan Desember 2007 silam.  “Waktu kita sangat mepet. DIPA dari pusat saja kita terima pada bulan November 2007. Jadi dananya baru kita cairkan pada bulan Januari,” katanya.

Informasi diterima menyebutkan, kegiatan pemberdayaan petani dan pelaku agribisnis dan penyuluh pertanian tersebut merupakan program multi years selama 5 tahun anggaran tersebut dengan total anggaran Rp14.567.715.000 yang bersumber dari APBN dan LOAN (bantuan luar negeri, red).

Sementara, Tahun 2007 dari dana itu dialokasikan sebesar Rp4.214.535.000 dan hanya dapat terealisasi Rp159.112.000 atau 3,78 %.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan antara lain, pengadaan buku perpustakaan, penyusunan program dan rencana kerja, penyuluhan dan penyebaran informasi serta pengadaan alat pengolahan dasar.

Parenta mengatakan, Rp4 miliar dana yang tidak terealisasi akan digunakan pada tahun 2008 ini. Namun, terlebih dahulu harus mendapat persetujuan pemerintah pusat, selaku penyalur dana.

Rencananya, kata dia, dana itu akan digunakan untuk membangun 5 unit kantor penyuluh pertanian di 5 Kecamatan di Labuhanbatu. Dalam waktu dekat proyek itu akan segera ditenderkan. “Kita akan gunakan dana itu. Tapi, harus minta ijin ke pusat dulu. Rencananya akan kita bangunkan fisik,” bebernya.

Sementara mengenai kegiatan yang didanai APBD, Parenta mengaku dapat dilaksanakan. Diantaranya, peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian sebanyak 90 orang. Pelatihan petani pelaku agribisnis 815 orang. Pelatihan teknologi modern dalam bercocok tanam kepada 200 orang petani dan kegiatan lainnya.

Kegiatan itu dilakukan dibeberapa kantor Kecamatan yang ada di Labuhanbatu. Salahsatunya adalah kantor Kecamatan Kualuh Leidong.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: