Pendidikan Labuhanbatu mesti Diatur Perda

Sudah saatnya, dunia pendidikan Labuhanbatu diatur dengan peraturan daerah (Perda). Sehingga, berbagai proses pelaksanaannya dapat dijalankan sesuai ketentuan berlaku. Terlebih lagi, upaya pengaturan dan memperjelas fungsi dan peranserta komite sekolah dalam dunia pendidikan.

Demikian dikatakan Jahotman Sinaga salahseorang anggota DPRD Labuhanbatu, Senin (23/6) via selular.

Karena, ujar Jahotman, batasan dan fungsi Komite Sekolah selalu menjadi wacana dan dilema. Sebab, sesuai fungsi yang diatur dalam Kepmen nomor 44 Tahun 2002 tentang fungsi dan tugas komite di sekolah masih laik untuk dipertanyakan.

Ketika pihak Komite lebih condong menganspirasikan kehendak pihak sekolah, maka, paparnya, susunan kepengurusannya laik dipertanyakan, paparnya.

“Kalau pihak Komite lebih mengedepankan aspirasi pihak sekolah, maka kepengurusannya laik untuk dirombak ulang,” ujarnya.

Dalam menjalankan perannya, Komite Sekolah seringkali tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Akibatnya, hal ini menjadi kekecewaan bagi para orang tua murid yang sudah terlanjur berharap bahwa Komite Sekolah dapat mengakomodir semua kepentingan murid maupun orang tua murid dalam proses belajar mengajar.

Soalnya, katanya, pihak komite sekolah yang diangkat melalui rapat komite dan dari unsur masyarakat, seharusnya berada pada posisi ditengah. Dan, juga selalu mengetahui betul kondisi para orangtua siswa yang lagi serba sulit.

Terlebih lagi, manakala adanya wacana melakukan berbagai penerapan kebijakan pengutipan sejumlah uang, yang berdalih untuk membantu keuangan Sekolah. “Itu, sama halnya memberatkan pihak orangtua. Karena, ekonomi sekarangkan lagi sulit-sulitnya. Sementara kebijakan melakukan kutipan itu, sama halnya memberatkan para orangtua siswa,” tandasnya.

Selain itu, perlunya menelurkan Perda Pendidikan di Labuhanbatu juga sekaitan dengan beberapa kebijakan baru yang telah dilaksanakan dan akan dilakukan pihak Dinas Pendidkan. Seperti halnya, pelaksanaan pembiayaan dan pemberian beasiswa gratis bagi anak Labuhanbatu yang melanjutkan pendidikan ke PTN Universitas Indonesia di Jakarta. Sebab, program itu rencananya akan permanen dilakukan untuk tahun-tahun mendatang. Juga, kebijakan pihak dinas yang rencananya akan menerapkan pembebasan biaya pendidikan tambahan bagi seluruh siswa kelas 3 SLTA se Labuhanbatu dalam persiapan menghadapi pelaksanaan UN.

Maka itu, jelasnya, pengaturan berbagai rutinitas pelaksanaan pendidikan di Labuhanbatu sudah saatnya dilakukan dengan menerbitkan peraturan daerah. Baik dalam mengatur pengalokasian dana APBD ke sektor pendidikan ataupun dalam penggunaannya.

“Dalam Perda itu, seharusnya diatur brebagai hal urgent dalam pendidikan. Baik, terkait pengalokasian dana dari APBD, maupun dalam pemanfaatannya,” jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Jamaren Ginting mengakui akan memanfaatkan dana APBD Labuhanbatu TA 2008 yang dialokasikan ke sektor pendidikan untuk dimanfaatkan mendanai program les pendidikan tambahan  bagi anak sekolah SLTA se Labuhanbatu. “Kita akan mengalokasikan dana untuk mendanai les tambahan bagi para siswa kelas 3 SMA,” jelasnya.

Sedangkan Yos Batubara Direktur Eksekutif Lembaga Bina Masyarakat Indonesia (LBMI) mendukung langkah legislatif yang meminta kepada Eksekutif untuk menyusun peraturan daerah tentang dunia pendidikan Labuhanbatu.

Karena, selain sektor pendidikan yang merupakan program utaman Labhanbatu dalam mencapai misi Labuhanbatu Sejahtera 2020, juga penyusunan perda itu, dipandang sebagai alat untuk mengkontrol pelaksanaan pendidikan. “Ya, perda itu sudah pantas dilahirkan. Sebab, untuk mengatur lebih jauh pelaksanaan pendidikan. Hendaknya, dalam perda itu mengakomodir pendidikan gratis bagi warga miskin. Dan juga, memberikan beasiswa bagi yang berprestasi. Selain itu, kalaupun pihak Komite Sekolah melakukan pengutipan diharapkan melalui perda itu dapat lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan dana yang dikumpulkan dan dalam penggunaannya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: