Warga Aceh Bawa Upal Dihukum 35 Tahun Penjara di PN Rantauprapat

Lima warga Aceh pengedar uang palsu (upal) dijatuhi hukuman pidana penjara selama 35 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Rabu (25/6). Kelima pria dimaksud terbukti membawa uang kertas palsu pecahan 50.000 sebanyak 240 lembar atau senilai Rp12 juta dari Jakarta dan mengedarkannya di Sumatera mulai dari Bandar Lampung hingga ke Rantauprapat.

Ketua majelis hakim Syahru Rizal SH dalam amar putusannya atas perkara terdakwa  Malikul Sahri alias Sahri (27) dan atas perkara terdakwa (berkas terpisah) Muhammad Syam (37), Syofyan alias Iyan (30), Hanafiah alias Fiah Bin Gesik (29) dan Marsudi alias Ari (19), terbukti sebagaimana dakwaan primer pasal 245 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1-e KUHP. Masing-masing terdakwa dijatuhui hukuman pidana selama 7 tahun penjara. Barang bukti mobil Daihatsu Siliron Nopol B 7094 UD yang digunakan para terdakwa mengedarkan upal, dirampas untuk negara serta barang bukti upal sebanyak 208 lembar dirampas untuk dimusnahkan.

Hukuman pidana yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa-terdakwa lebih ringan 15 tahun dari tuntutan jaksa. Jaksa penuntut umum (JPU) H Aman Silalahi SH sebelumnya menuntut majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa-terdakwa masing-masing 10 tahun penjara atau 50 tahun untuk kelima terdakwa.

Majelis hakim menyebutkan terdakwa Malikul Sahri alias Sahri bersama temannya Muhammad Syam (37), Syofyan alias Iyan (30), Hanafiah alias Fiah Bin Gesik (29) dan Marsudi alias Ari (19) secara bersama-sama atau sendiri-sendiri mengedarkan uang palsu di Jl Sisingamangaraja Rantauprapat, Kelurahan Bakaranbatu, Kecamatan Rantauselatan, Kabupaten Labuhanbatu dan ditangkap polisi atas pengaduan saksi korban pemilik kios rokok Siti Aisyah br Panggabean.

Tanggal 31 Oktober 2007, terdakwa Muhammad Syam dihubungi terdakwa Sahri dan Fiah bin Gesik supaya mengemudikan mobil yang akan dibawa dari Jakarta menuju Aceh dengan upah Rp2 juta. Rabu 7 November 2007 sekira pukul 18:00 WIB terdakwa Sahri menemui seseorang bernama Dun dan meminta uang palsu pecehan 50.000 sebanyak 240 lembar atau senilai 12 juta.

Setelah terdakwa Sahri menerima upal tersebut, lalu bersama temannya Muhammad Syam, Syofyan alias Iyan, Hanafiah alias Fiah Bin Gesik dan Marsudi alias Ari berangkat dari Jakarta dengan tujuan Aceh menggunakan mobil Daihatsu Siliron Nopol B 7094 UD yang dikemudikan terdakwa Sahri.

Selama di perjalanan sejak dari Bandar Lampung hingga ke Rantauprapat Sumatera Utara, terdakwa Sahri dan teman-temannya membelanjakan upal hingga berkali-kali untuk membeli rokok dan mereka menerima kembalian uang asli sebanyak Rp41.000 dari para pedagang rokok di sepanjang jalan.

Terakhir, terdakwa Sahri menggunakan upal 1 lembar pecahan 50.000 membeli sebungkus rokok kretek ke warung saksi Siti Aisyah br Panggabean di Rantauprapat. Saksi korban curiga dengan uang tersebut selanjutnya melaporkannya ke Polres Labuhanbatu dan kelima warga Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam itu ditangkap polisi dengan barang bukti 208 lembar upal pecahan 50.000.

Menurut saksi ahli, Sjafrizal, uang kertas pecahan 50.000 milik para terdakwa itu dengan masing-masing nomor seri; HHU 550004 sebanyak 31 lembar, HHU 550000 (26 lembar), HHU 550009 (10 lembar), AAU 550005 (29 lembar), AAU 550007 (26 lembar), AAU 550008 (24 lembar), AAU 550009 (37 lembar) dan AAU 550022 (25 lembar), tidak layak digunakan di Indonesia.

Terdakwa Malikul Sahri dan empat terdakwa temannya didampingi Penasihat Hukum A Rifai SH menerima putusan tersebut. Sedang JPU H Aman Silalahi SH menyatakan pikir-pikir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: