Dana DP4 Terindikasi Korupsi

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terus menggeber pengusutan kasus dugaan korupsi dana pendataan daftar penduduk potensial pemilih pilkada (DP4) Pilgubsu 2008 lalu.

Kemarin giliran enam camat di Kota Medan kembali menjalani pemeriksaan terkait penggunaan dana pendataan tersebut.Keenam camat tersebut adalah Camat Medan Selayang Reza Hanafi,Camat Medan Area Chairul Bukhari, Camat Medan Johor Pulungan Harahap, Camat Marelan Armansyah Lubis, Camat Medan Deli Darwin Siregar, dan Camat Medan Helvetia Siti Maharani Hasibuan.

Keenamnya dimintai keterangan di ruang Asisten Pengawasan di gedung lantai III Kantor Kejatisu,Jalan AH Nasution, Medan. Pemeriksaan masih berlangsung sejak pukul 10.00–15.00 WIB kemarin.

”Benar, hari ini (kemarin) kita memintai keterangan dari enam camat beserta Kasi Pemerintahan kecamatan masingmasing. Ini terkait pengumpulan bukti penyelidikan dugaan korupsi dalam penggunaan dana pendataan pemilih,”ujar Edi Irsan,Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu kemarin.

Disinggungsoalhasilpemeriksaan, Edi belum bersedia membeberkan dengan alasan jaksa masih membutuhkan beberapa bahan bukti dan keterangan tambahan. Yang jelas, pihaknya sudah menemukan adanya indikasi korupsi dalam penggunaan dana pendataan tersebut.

”Indikasi korupsi sudah ada. Tapi soal penetapan tersangka, masih belum bisa kita lakukan karena ini masih tahap penyelidikan,” ujarnya. Setelah tahap pengumpulan bukti dan keterangan di tingkat penyelidikan ini selesai, status kasus pengusutan dugaan korupsi dana pendataan ini akan ditingkatkan ke tahap penyidikan untuk menetapkan status tersangka.

”Jika kita menganggap pengumpulan bukti dan keterangan awal sudah cukup, selanjutnya kita ekspos untuk kemudian dilanjutkan ke tahap penyidikan. Di sinilah baru bisa ditentukan tersangka,” kata alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ini.

Seharusnya kemarin ada delapan camat yang dimintai keterangan. Namun, hingga pukul 14.00 WIB, dua camat belum hadir.Mereka adalah Camat Medan Labuhan dan Medan Perjuangan. Sehari sebelumnya,Kejatisu juga telah memintai keterangan tiga camat,yaitu Camat Medan Kota Mansyur Usman, Camat Medan Baru Jhoni Tarikan, dan Camat Medan Tuntungan Ebenezer Karo-karo.

”Pengusutan akan terus berlanjut hingga semua camat, lurah, dan aparatnya se-Kota Medan kita kumpulkan keterangannya,” tandas Edi. Sementara itu, Camat Medan Selayang Reza Hanafi ketika ditanya terkait pemeriksaan terhadap dirinya enggan berkomentar banyak. Namun, dirinya hanya menjalankan pelimpahan tugas dari Wali Kota Medan.

”Pendataan ini merupakan pelimpahan tugas dan wewenang dari Wali Kota. Saya hanya menjalankannya dalam koridor itu,”tandasnya. Di Sibolga,Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga Chairuddin Sipahutar mengatakan, penggunaan dana pelaksanaan pendataan Pemilih dan Pendataan penduduk berkelanjutan (P4B) Pilgubsu 16 April 2008 lalu diduga menyimpang.

Pernyataan itu disampaikan dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan kepada 4 Camat pada 13 Juni 2008 lalu dan 17 lurah se-Kota Sibolga kemarin. Namun,pada pemeriksaan itu, seluruh pamong hanya ditetapkan sebagai saksi, sebab target Kejaksaan adalah pelaksana teknis dan pengelola anggaran Pendataan.

Sementara itu, di Labu hanbatu, sebanyak 13 Kades dari kecamatan Kulauh Hilir kembali diperiksa terkait dana pemutakhiran data penduduk pada Pilgubsu. ”Tadi sudah ada sekitar 13 kepala desa yang datang kemari menandatangi berita acara. Sampai sekarang sudah kita periksa 190 kades. Nanti kita akan panggil lagi sisanya sekitar 52 kades lagi,” ucap Kasi Intel Kejari Rantauprapat Novhan Siregar. (rahmad nur lubis/ jonnny/sartana)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: