Bendahara Diperiksa Kembali

Kejari Rantauprapat kembali memeriksa Bendahara Penerima Dinas Pasar Labuhanbatu Darlina Dalimunthe,terkait dugaan korupsi penyewaan 72 ruko kemarin. 

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Novhan Siregar menyatakan, Darlina diperiksa untuk melengkapi keterangan sebelumnya setelah diperiksa Rabu (25/6).’’Hari ini kami memanggilnya lagi karena datanya masih ada yang kurang pas,”ujarnya kepada SINDO kemarin.

Dia memaparkan, pemeriksaan ini untuk menyesuaikan tujuh poin temuan kejari dengan data-data di Dinas Pasar. Berdasar keterangan yang dihimpun hingga saat ini, tidak tertutup kemungkinan penyidik akan memeriksa mantan Kepala Dinas Pasar Azuardin. Selain itu,Kejari Rantauprapat sudah menemukan indikasi korupsi dalam penyewaan 72 ruko tersebut.

Penyidik juga tengah menghitung jumlah kerugian negara. ’’Kami mencari tambahan kerugian negara lagi dan melengkapi surat-surat bukti dalam hak pertanggungjawaban realisasi penerimaan retribusi pasar pada 2006 hingga 2007,”ujarnya. Salah satu anggota tim penyidik Prada Situmorang menyatakan, pemeriksaan itu dilakukan untuk melengkapi data-data yang masih kurang, seperti bukti-bukti surat sewa ruko.

’’Dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan kepada masing-masing saksi yang diperiksa selama ini, ada upaya saling lempar tanggung jawab,’’ ungkapnya. Sementara itu,Kepala Bidang Mutasi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Labuhan Batu Abdi Yoso mengaku belum menerima rekomendasi hasil pemeriksaan yang dilakukan Badan Pengawas Kabupaten (Bawaskab) kepada Kepala Dinas Pasar Sotar Lubis, Kepala Dinas Kesehatan Nazmil Fuad,dan Wakil Kepala Dinas Kesehatan Daniel Manurung.

Saat ini kedua pejabat Dinas Kesehatan itu sudah ditetapkan terdakwa dan diadili di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat. Dia menambahkan, seharusnya bila ada seorang pegawai yang melakukan kesalahan administrasi,pihak Bawaskab memeriksanya. Selanjutnya, hasil pemeriksaan tersebut dilaporkan kepada bupati untuk mengambil putusan (sanksi) yang akan dikenai kepada pegawai bersangkutan dan seterusnya direkomendasi kepada mereka (BKD).

’’Hingga sekarang kami belum menerima rekomendasi hasil pemeriksaan.Sesuai peraturannya, Bawaskab melaporkan hasil pemeriksaan mereka kepada bupati untuk diambil putusan.Kemudian, bupati memberikan rekomendasi sanksinya kepada kami,’’ paparnya. Sebelumnya, Kepala Bawaskab Erwin Siregar mengungkapkan, hasil pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Pasar menyangkut kesalahan administrasi yang dilakukannya telah dilaporkan ke bupati.

’’Sekarang tinggal menunggu putusan dari bupati,’’ ujarnya. Bupati T Milwan juga belum memberikan sanksi terhadap Sotar Lubis. Padahal, sebelumnya dia pernah mengatakan sedang menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Bawaskab.

Selain itu, meski Nazmil Fuad dan D Manurung telah berstatus terdakwa, mereka belum dinonaktifkan dari jabatannya. Sementara itu,Zulfanuddin Hasibuan telah pensiun. Artinya, tak satu orang pun mendapat sanksi administrasi dari Bupati Labuhanbatu hingga sekarang. (sartana nasution/sindo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: