Seluruh Proyek Pelebaran Jalan TA-2007 di Rantauprapat Gagal

Pelaksanaan proyek pelebaran jalan di berbagai tempat di kota Rantauprapat yang dialokasikan dari dana APBD Labuhanbatu TA 2007 belum satupun selesai dikerjakan. Masing-masing proyek itu adalah proyek pelebaran jalan Kampung Baru, pelebaran jalan Mesjid, Jalan Cut Nyak Dien, Jalan Meranti dan Jalan KH Dewantara Rantauprapat.
Padahal kalau ditinjau dari segi waktunya (Time Scheadule) proyek pelebaran jalan berbiaya total miliaran rupiah itu semestinya sudah selesai dikerjakan, mengingat pelaksanaan proyek TA 2008 akan dimulai. Seandainya para rekanan yang mengerjakan proyek itu masih mendapat proyek lagi di APBD dikawatirkan kinerjanya bisa jadi tertunda.
Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Daerah Labuhanbatu Ir Mahini Rizal yang di hubungi SIB di ruang kerjanya, baru-baru ini, mengatakan terlambatnya pengerjaan proyek pelebaran jalan tersebut adalah diakibatkan beberapa faktor yang sampai saat ini belum tuntas dilaksanakan. “Antara lain masalah pemindahan tiang jaringan telepon, tiang jaringan listrik, dan pelepasan tanah masyarakat yang sampai saat ini belum selesai,” katanya.
Tanah masyarakat dan perkantoran yang terimbas akibat proyek pelebaran jalan itu, kata Mahini, tidak memperoleh ganti rugi dari pihak Pemkab maupun dari pemborong, tapi hanya diberikan bantuan berupa bahan bangunan untuk mengganti bangunan masyarakat yang terimbas pelebaran. “Masalah ini sudah hampir rampung. Yang menjadi masalah sekarang hanyalah menyangkut pemindahan tiang jaringan telepon dan listrik. Jadi masalah keterlambatan pengerjaannya bukan karena kelalaian pemborong, tapi karena situasilah yang membuat seperti ini, dan semua proyek ini nanti akan dikerjakan kembali pada TA 2008,” katanya memastikan.
Semua proyek yang gagal itu bisa saja diteruskan nanti di tahun anggaran 2008 tanpa melalui tender, karena sifatnya hanya meneruskan saja. “Memang menurut perencanaan kita, proyek itu semestinya sudah harus selesai pada TA 2007 yang lalu supaya jangan mengganggu kepada pengerjaan proyek TA 2008 ini. Sampai sekarang ini saja laporan mengenai gagalnya pelaksanaan semua proyek ini belum ada kita terima. Semua teknisnya kan di Dinas Kimprasda bukan sama kita,” kata Kepala Bappeda Labuhanbatu Ir Esti Pancaningdiah MSi ketika dikonfirmasi di kantornya.
Sedangkan Kepala Badan Pengawas Kabupaten Labuhanbatu Erwin Siregar SH mengakui sebahagian besar kontraktor di Labuhanbatu tidak ada lagi yang yang berkualitas. “Kontraktor di Labuhanbatu sudah banyak yang tidak beres. Tolong tulis dulu masalah tingkah laku para pemborong kita ini. Masa pemborong tidak pernah diperiksa. Padahal kerja pemborong pun banyak yang amburadul,” kata Erwin.
Masalah pelebaran jalan di Kota Rantauprapat sudah merupakan kebutuhan yang sangat mendesak yang tidak bisa di tunda-tunda lagi.

Sarana jalan di Kota Rantauprapat banyak yang sudah sempit yang tidak lagi memenuhi kapasitas jumlah angkutan roda dua, tiga dan roda empat. Jalan-jalan yang sempit itu menurut penelitian sudah sering mengundang kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. “Pelebaran jalan ini jangan di tunda-tunda lagi sebelum menimbulkan korban laka lantas. Kami memang sudah menyurati Bupati Labuhanbatu supaya memperhatikan masalah ini lebih serius,” ungkap kapolres Labuhanbatu AKBP Toga Habinsaran Panjaitan melalui Kasat lantas Polres Labuhanbatu Tris Zevi SH SIK dan Kadishub Labuhanbatu Drs Ali Mukhtir Siregar kepada SIB. (WS/m/SIB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: