Waspadai Pejabat dan Anggota Dewan Gunakan Gelar Sarjana Palsu

Ketua Yayasan Universitas Labuhanbatu (YULB) DR H Amarullah Nasutioan SE MBA meminta seluruh elemen masyarakat mewaspadai serta memerangi penggunaan gelar sarjana palsu. Dia mengimbau agar tetap mewaspadai penggunaan gelar sarjana palsu apalagi pejabat dan anggota Dewan.
Amarullah mensinyalir beberapa pejabat saat ini di lingkungan eksekutif dan legislatif Labuhanbatu menggunakan gelar sarjana “gadungan” atau palsu.
“Waspadalah, saat ini banyak pejabat baik di Pemkab maupun di DPRD yang diduga menggunakan gelar sarjana palsu,” katanya kepada wartawan, Sabtu (28/6), di kampus YULB, Rantauprapat.
Sarjana palsu menurut Amarullah, adalah mereka yang mendapatkan dan menggunakan gelar sarjana dari universitas Ilegal maupun legal, namun tidak mengikuti perkuliahan sebagaimana lazimnya.
“Di daerah ini ada orang dua tahun sekolah sudah memperoleh gelar sarjana atau starata I. Sarjana apa itu,” tukasnya.
Menurutnya, mahasiswa yang betul-betul kuliah benar di universitas legal pun belum tentu mendapat gelar sarjana.
Saat ini katanya, banyak orang, khususnya PNS yang ingin memperoleh gelar sarjana untuk keperluan kenaikan golongan atau jabatan. Namun gelar yang disandang tidak diperoleh secara baik dan itu telah melanggar Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Dia mengaku telah mengantongi nama-nama sejumlah pejabat yang terindikasi menggunakan gelar sarjana palsu baik di lembaga eksekutif maupun legislatif di Labuhanbatu. Sayangnya, dia tidak menyebut nama dimaksud.
Bahkan dia mengaku mengetahui ‘gudang’ penerbitan gelar sarjana palsu baik di kota Medan maupun di Kabupaten Labuhanbatu.
“Banyak pejabat yang terindikasi menggunakan gelar sarjana palsu. Saya tahu orangnya. Pabriknya di Medan dan di Rantauprapat ini pun saya tahu. Tapi kalau saya sebut kan namanya, kan tidak etis,” ujarnya.
Khusus di DPRD Labuhanbatu, tambah Amarullah, ada beberapa anggota Dewan yang saat pertama menjabat empat tahun lalu belum memakai gelar sarjana. Namun beberapa tahun kemudian menggunakan gelar sarjana. “Kapan kuliahnya, nggak tahu kita,” ketusnya.
Tokoh pendidikan Labuhanbatu ini mengajak seluruh elemen masyarakat, pers, LSM dan lembaga penegak hukum untuk memerangi penggunaan gelar sarjana palsu baik di Labuhanbatu maupun di daerah lain, sebab itu merugikan masyarakat dan melanggar UU.
Sekretaris DPRD Labuhanbatu H Fuad Siregar SH ketika dihubungi SIB per telepon, Selasa (1/7), mengaku banyak orang yang menanyakan tentang legalitas gelar sarjana beberapa anggota Dewan kepadanya. “Itu memang mencuat dan banyak yang menanyakan masalah gelar sarjana itu kepada saya,” ungkap Fuad.
Akan tetapi, terangnya, nama anggota Dewan yang digunakan sekretariat selama ini berdasarkan SK pertama dari Gubernur Sumatera Utara. “Kalau pun ada anggota Dewan mendapat gelar sarjana belakangan ini, itu tidak digunakan dalam SK. Kalau di luar atau dalam kartu nama, terserahlah. Tapi kalau dalam SK itu tidak kita gunakan,” terangnya. (S25/k)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: