Harga Elpiji 12 Kg Capai Rp 100.000 di Pasaran

Harga gas elpiji yang biasa dipakai untuk rumah tangga netto 12 kilogram di pasaran Labuhanbatu naik hingga mencapai Rp 82.000 di tingkat sub- agen, bahkan di tingkat pengecer menjadi Rp 100.000 per tabung. Sebelumnya harganya sekitar Rp 75.000 saja.

Jika di tingkat sub agen atau outlet sudah mencapai Rp 82.000, maka di tingkat pengecer, bisa mencapai Rp 85.000 – Rp 90.000, malah jika sampai ke rumah pelanggan sekaligus pemasangannya bisa mencapai Rp 100.000 per tabung (tergantung jarak tempuh rumah pelanggan–red).
Kondisi ini membuat para ibu rumah merasa sangat resah dengan kenaikan harga itu. “Harga gas per tabung yang harus saya bayar, mencapai 100 ribu rupiah,” terang Sumiah, seorang ibu rumah tangga yang ditemui MedanBisnis, di Sigambal (sekitar 7 km dari Rantauprapat-red).
Pekerja subagen gas elpiji di Rantauprapat, Abdul, mengatakan, kenaikan harga itu dipicu harga pengambilan dari pemasok gas elpiji mengalami kenaikan. Namun saat ditanya wartawan tingkat kenaikan harga pengambilannya dia mengatakan itu rahasia perusahaan.
“Kenaikan harga kita mulai Senin (1/7). Karena pengambilan kita mengalami kenaikan, maka kita sesuaikanlah harganya. Soal pemasokan sampai sekarang belum terjadi pengurangan pasokan dari distributor,” ujarnya.
Lebih lanjut Abdul menyebutkan, sejak terjadinya kenaikan harga gas elpiji permintaan pembeli gas di toko yang dijaganya belum mengalami penurunan. Menurutnya, setiap harinya mereka bisa menjual gas elpiji sekitar 80 tabung sampai 90 tabung untuk ukuran 12 kg.
Sementara Roni, salah seorang pembeli gas kepada wartawan mengatakan, kenaikan itu sempat membuatnya terkejut. Sebab sebelumnya ia membeli gas elpiji di toko yang sama di Jalan Ahmad Yani Rantauprapat dan harganya hasih Rp 75.000 untuk netto yang sama. “Memang tadi aku sempat juga terkejut waktu beli gas ini ada kenaikan harga, karena aku cuma suruhan aja. Biasanya setiap aku beli kemari harganya Rp 75.000,” ujarnya sambil mengangkat gas yang baru saja di belinya ke atas sepeda motornya.
Kabag Perekonomian Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Gargaran Siregar, saat ditanya wartawan sikapnya dengan kenaikan gas elpiji ini menyebutkan, dia merasa bersyukur dengan adanya kenaikan ini. “Syukurlah kalau ada kenaikan, tapi kita lihatlah dulu berapa tingkat kenaikannya, karena sampai sekarang belum ada surat edarannya saya terima, jadi saya belum bisa berbuat apa-apa, “ ujarnya singkat.
Melejit di Deliserdang
Harga eceran elpiji ukuran yang sama di Deliserdang juga melejit hingga Rp 67.000 per tabung, padahal harga resmi yang ditetapkan Pertamina hanya Rp 63.000 per tabung.
Beberapa penjual elpiji di Kecamatan Beringin mengatakan, menjual lebih mahal dari ketentuan karena ada beban ongkos kirim. Besarnya tergantung jarak antar.
Pedagang elpiji ecerean mengemukakan akibat kenaikan harga elpiji yang diberlakukan oleh pemerintah omset mereka terus melorot hingga 100 % .
Menurut salah seorang pedagang Muhir dalam lima hari belakangan ini dirinya mengaku omset menurun drastis, biasanya dalam satu hari dirinya bisa menghabiskan tabung gas berisikan elpiji berukuran 12 kilo gram, dua sampai tiga tabung, namun semenjak kenaikan harga, tabung miliknya sampai hari ini sama sekali belum ada yang terjual.
Untuk itu Muhir berharap, agar pemerintah mengkaji ulang kembali akan kenaikan harga elpiji ini, ia juga mengaku pasokan yang ada masih masih normal.

*mawardi berampu/jhon tobing
MedanBisnis – Rantauprapat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: