Atlet Renang Kecewa Tanggung Biaya Sendiri

Empat atlet renang dari Labuhanbatu yang dikirim untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) di Stabat,Kabupaten Langkat,kecewa karena harus menanggung biaya sendiri dalam bertanding.

Keempatnya Ricky, Wiliam, Jefri dan MR Redo diminta membayar sendiri biaya akomodasi dan transportasi dalam kegiatan pertandingan Popdasu yang dilaksanakan 29 juni-5 juli lalu. Menurut pelatih mereka Ds Aritonang, keempat atlet yang merupakan binaannya itu membiayai sendiri segala keperluannya untuk mengikuti pertandingan, termasuk di antaranya ongkos dari Rantauprapat hingga sampai di Stabat.

“Katanya tidak ada anggaran dari pemkab,jadi kami dan anak-anak diminta berusaha sendiri untuk membiayai keberangkatan.Parahnya lagi lima setel pakaian trainingseharga Rp135.000 per setel untuk pertandingan harus kami dibeli dengan uang atlet renang kita ini, “ujarnya kepada SINDO. Dia menuturkan, belakangan ketua tim rombongan menyatakan keempat atlet ini tidak termasuk dalam perwakilan Labuhanbatu dalam Popdasu.

Padahal sesuai surat tertanggal 24 juni 2008, yang dikeluarkan Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Jamaren Ginting dengan tembusan kepada Bupati Labuhanbatu T Milwan,keempatnya terdaftar dengan nomor urut 42, 44, 45 dan 49 sebagai atlet renang mewakili kabupaten ini dalam pertandingan antarkabupaten/ kota se-Sumut. Aritonang menambahkan, keempat orang yang berasal dari Yayasan Perguruan Panglima Polem harus mengeluarkan biaya sendiri,baik ongkos pulang pergi dari lokasi pertandingan.

“Memang ada keanehan dibandingkan dengan atlet dari daerah kabupaten lainnya. Kalau dari Labuhanbatu seperti kami membayar sendiri segala perongkosan baik dari lokasi pertandingan, tidak seperti atlet lainnya mereka dengan bus milik pemkab masing-masing,” ujarnya. Selain itu, dia mengungkapkan, tidak tertutup kemungkinan hal yang sama dialami oleh atlet lainnya.Namun, yang bersangkutan masih terkesan takut menceritakan pengalaman mereka dalam mengikuti pertandingan itu.

“Saya mendapat kabar ada salah seorang atlet dari cabang tenis meja yang menderita sakit, bukannya dibawa ke dokter atau kebagian kesehatan disiapkan panitia. Tapi cukup bagi ketua tim memberikan balsem gosok sebagai obatnya,“ tandasnya. Sementara Sekretaris Gerakan Anti Korupsi Indonesia (Gransi) Harris Nixcon Tambunan menyatakan, perlakuan seperti ini sangat merugikan atlet tersebut.

Bahkan, akan menurunkan semangat dan prestasi yang bersangkutan.Padahal mereka dikirim atas nama Kabupaten Labuhanbatu. Menurut dia, sudah seyogianya aparat penegak hukum menelusuri penggunaan dana pemkab untuk acara tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Jamaren Ginting mengatakan, segala biaya yang menggunakan uang pribadi atlet akan diganti pemerintah daerah.

“Dananya memang belum cair. Jadi, segala biaya yang keluar untuk keperluan pertandingan akan kita ganti. Sudah saya katakan kepada ketua timnya,“ tuturnya. Dia tidak menepis kemungkinan rasa minder muncul saat sang atlet melihat atlet dari pemkab lain yang selalu menggunakan biaya dan transport milik pemkab. (sartana nasution)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: