Pemkab Labuhanbatu Terlambat Laporkan Keuangan

TEC Minta BPK Lapor ke KPK

Gara-gara terlambat melaporkan keuangan tahun anggaran 2007, Sekretaris The Enteng Centre (TEC), Jappar Siddik Nasution, meminta pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Medan untuk segera mengadukannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mendapatkan tindakan hukum.

“Saya sepakat dengan pernyataan Ketua Pansus DPRD untuk LKPJ Bupati Labuhanbatu, Drs Chairuddin Bay, terkait pernyataan Ketua BPK Medan, Hadi Purnomo yang mengatakan, keterlambatan itu merupakan temuan yang harus ditindaklanjuti. Sebagai auditor keuangan yang digaji oleh negara, BPK seharusnya benar-benar menjalankan tugasnya. Jika memang Pemkab Labuhanbatu tidak tertib melaporkan keuangannya, harus diadukan ke KPK,” tuturnya, Selasa (8/7) di Rantauprapat.
Jappar Siddik juga menyarankan kepada pihak BPK Medan agar tidak sebatas berbicara di berbagai media massa saja, tapi harus mengambil tindakan tegas. Selama ini, lanjutnya, koridor hukum dan peraturan di Kabupaten Labuhanbatu kerap menyimpang. Salah satu buktinya, dugaan korupsi APBD 1999-2004 sebesar Rp 30, 2 miliar yang merupakan temuan BPK tahun 2005, dan diduga melibatkan pejabat eksekutif dan legislatif, hingga kini belum ditindaklanjuti.
“Di Labuhanbatu ini, hukum dan peraturan sama sekali tidak berlaku. Buktinya, apapun yang dibuat pejabat eksekutif dan legislatif, aparat hukum hanya diam saja,” sesalnya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Kekayaan Aset Daerah (DPPKAD) Labuhanbatu, Drs Sarifuddin Nasution, membenarkan sejumlah kepala SKPD dan Camat terlambat melaporkan keuangan tahun 2007 kepada Pemkab Labuhanbatu. Akibatnya, Pemkab Labuhanbatu, terlambat melaporkan keuangan tahun 2007 kepada BPK. Diakuinya, keterlambatan tersebut bukan disengaja, melainkan konsekuensi dari penerapan Permendagri nomor 13 tahun 2006 yang belum sepenuhnya dikuasai pejabat pengguna anggaran. “Kita terlambat melaporkan keuangan karena Permendagri nomor 13 itu yang baru kita pakai,” sebutnya.
Saat ditanya SKPD-SKPD dan Camat yang terlambat memberikan laporan keuangan itu, Sarifuddin mengaku belum mengetahuinya, karena laporan dipegang oleh bagian verifikasi dinas tersebut.”Dia yang tahu itu,” tukasnya.

*mawardi berampu
MedanBisnis – Rantauprapat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: